campakBANJARMASIN, LiputanIslam.com– Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Banjarmasin Dr Dellis SF di Banjarmasin mengatakan, penyakit campak kerap dilihat sepele oleh masyarakat. Padahal penyakit tersebut di tingkat paling parahnya bisa menyebabkan kematian.

“Penyakit campak sering dianggap sepele oleh masyarakat, padahal penyakit tersebut termasuk yang berbahaya, karena bisa mematikan,” kata Dr Dellis SF di Banjarmasin, Senin (8/8).

Menurut dokter ini, penyakit tersebut bisa mematikan karena bisa menimbulkan radang otak. Bila sampai radang otak tentu sangat membahayakan.

Penyakit campak disebutkan sebagai penyakit yang mudah menular, lantaran penyakit ini ditimbulkan oleh virus dengan masa inkubasi 8 hingga 13 hari, dengan gejala demam, bercak merah pada kulit, serta menimbulkan batuk, pilek, dan mata merah.

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kesehatan setempat pun melakukan berbagai upaya agar wilayah ini bebas dari serangan penyakit campak. Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi yang cakupan imunisasi secara nasional tahun 2013-2015 sebesar 97,6 persen, 94,7 persen dan 92,3 persen cakupan ini terlihat menurun, tambahnya.

Pada tahun terakhir tak tercapai target, target imunisasi campak usia 9-59 bulan adalah 95 persen.
Mengenai kegiatan imunisasi campak di Banjarmasin ini disebutkannya termasuk untuk capaian target nasional, dengan tujuan tercapainya eliminasi campak tahun 20120 di seluruh tanah air.

Sedangkan tujuan khusus untuk menurunkan jumlah kelompok rentan campak di daerah yang termasuk risiko tinggi, tambahnya lagi.

Dalam bulan imunisasi campak saat ini dimulai 1 Agustus 2016 yaitu dua minggu untuk pelaksanaan imunisasi yang dikerjakan oleh seluruh Puskesmas di kota ini, dan dua minggu untuk sweeping dan penyelesaian laporannya.

Sasaran tentu semua anak pada usia 9-59 bulan tanpa memandang status imunisasi campak sebelumnya, oleh karena itu ia mengimbau seluruh masyarakat yang memiliki anak seusia itu segeralah imunisasi mereka ke Puskesmas terdekat dengan gratis. (ra/republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL