foto: liputan6

foto: liputan6

LiputanIslam.com — Kabar tentang Susi Pudjiastuti, sejak dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, selalu memenuhi media massa. Setiap sepak terjangnya, tak luput dari sorotan. Terlepas dari kesehariannya yang merokok dan bertato, sosoknya dianggap telah menginspirasi banyak orang. Bukan untuk mengajak tidak sekolah, melainkan memanfaatkan pendidikan informasl sebagai sebuah ajang belajar memperluas pengetahuan yang diperoleh dari bangku sekolah. Berikut ini adalah uraian dari Heri Widodo, M.Psi., psikolog, dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang dikutip dari Liputan6.com, untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa orang yang tidak bersekolah bisa sukses seperti Susi Pudjiastuti?”

Ada banyak cara orang belajar. Salah satu cara yang dipilih banyak orang adalah dengan menjalani pendidikan formal di sekolah. Melalui sekolah dengan berbagai fasilitas di dalamnya, berbagai cara terstruktur telah disediakan untuk mengantar orang menuju keberhasilan dalam hidupnya.

Faktanya, tidak semua orang dapat bersekolah. Meskipun telah ada program wajib belajar di negri ini, banyak anak yang tetap mengalami kesulitan. Banyak juga yang bersekolah namun hanya sampai tingkat dasar atau menengah. Banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satu yang umum adalah faktor ekonomi.

Seperti halnya kita tidak bisa mengatakan bahwa orang yang mengenyam pendidikan formal di sekolah pasti akan selalu berhasil dalam hidupnya, kita juga tidak bisa mengatakan bahwa orang yang tidak pernah atau hanya sedikit mengenyam pendidikan formal di sekolah pasti akan gagal dalam hidupnya. Banyak contoh yang bisa kita temukan mengenai orang-orang yang tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah namun menjadi orang yang sangat berhasil. Mereka yang dapat berhasil dalam hidupnya tanpa melimpahnya dukungan yang diperoleh dari lembaga pendidikan formal dapat disebut sebagai para pembelajar mandiri.

Keberhasilan para pembelajar mandiri tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari kemampuan belajarnya yang terbilang langka. Di saat kebanyakan orang membutuhkan berbagai fasilitas untuk mendukung belajarnya, orang-orang ini mampu belajar dengan fasilitas yang tergolong minim. Di saat banyak orang butuh struktur yang jelas untuk mendukung belajarnya, orang-orang seperti ini mampu menciptakan struktur sendiri yang cocok baginya untuk belajar dari berbagai hal yang bagi banyak orang tampak tidak terstruktur. Bahkan, di saat orang lain membutuhkan dukungan yang intensif dari lingkungan sekitarnya untuk mendukung pembelajarannya, orang-orang seperti ini, mampu bertahan dengan minimnya bahkan dalam beberapa kasus tanpa adanya dukungan sama sekali.

Ciri-ciri para pembelajar mandiri yang dapat berhasil meskipun tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah antara lain adalah sebagai berikut:

1. Memiliki impian yang kuat
Ciri pertama orang-orang seperti ini adalah memiliki impian atau biasa disebut visi yang sangat kuat dalam hidupnya. Berbagai impian yang mungkin dimilikinya mulai yang cenderung berpusat pada diri misalnya ingin keluar dari jerat kemiskinan (ekonomi, sosial, atau pengetahuan) atau ingin dihargai hingga yang memiliki unsur untuk kepentingan di luar dirinya misalnya membahagiakan keluarga atau mengangkat kesejahteraan warga di tempat tinggalnya. Visi yang dimiliki tersebut hidup dengan begitu kuat dalam dirinya dan mampu meluluhlantakkan hambatan yang bagi banyak orang akan segera menghentikan langkah-langkah mereka. Visi atau mimpi mereka yang begitu kuat umumnya terlahir dari suatu pengalaman yang mengesankan di masa lalu. Kesan akan pengalaman inilah yang menjadi bahan bakar mereka untuk terus bertahan menggapai impian dalam kehidupannya.

2. Mandiri
Dalam banyak kasus, dukungan seringkali menjadi hal yang tidak mudah didapatkan para pembelajar yang minim pendidikan formal ini. Akibatnya, selain minimnya dukungan sosial, fasilitas lain yang mendukung mereka dalam proses belajar misalnya program yang terstruktur, materi, peralatan, termasuk dukungan finansial juga sering menjadi hal yang langka. Oleh karenanya, keberhasilan yang diraih pada umumnya disebabkan oleh kemampuannya untuk menjadi mandiri. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal yang seringkali terbilang sulit tanpa terlalu tergantung dari pihak luar.

3. Berani mengambil risiko
Para pembelajar mandiri adalah sosok yang berani mengambil risiko dalam hidupnya. Di saat orang lain memilih mundur ketika mengadapi suatu situasi sulit, orang-orang seperti ini justru memilih untuk tetap maju. Tentunya keberanian ini bukan sekedar sikap nekat. Mereka memiliki pertimbangan tersendiri dalam langkah-langkahnya.

4. Kepribadian pantang menyerah
Ciri lain para pembelajar mandiri yang berhasil ini adalah adanya kepribadian yang pantang menyerah. Orang-orang ini umumnya mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya melewati proses yang sulit bahkan lebih sulit dibanding kebanyakan orang. Kegagalan demi kegagalan acapkali harus dialami. Meskipun demikian, kesulitan bahkan kegagalan itu tidak mampu menghentikan mereka. Kepribadian yang pantang menyerah tersebut pada akhirnya mampu membawa mereka pada keberhasilan dalam hidupnya.

5. Kemampuan belajar lewat pengalaman
Pengalaman adalah salah satu sarana belajar yang berharga. Dalam pendidikan formal di sekolah, para siswa telah difasilitasi untuk belajar lewat berbagai pengalaman baik pengalamannya sendiri ataupun pengalaman orang lain yang pada umumnya telah distrukturkan sehingga relatif lebih mudah dipelajari. Berbeda dengan para siswa tersebut, para pembelajar mandiri tidak difasilitasi oleh pengalaman yang terstruktur. Mereka yang juga memiliki pengalaman dalam hidupnya sendiri atau lewat melihat pengalaman orang lain harus membuat struktur yang cocok untuk mereka sendiri sehingga kemudian dapat dijadikan suatu pelajaran dalam hidupnya. Kemampuan ini menjadi kemampuan yang sebenarnya membutuhkan kecerdasan yang relatif tinggi.

6. Kepercayaan diri yang tinggi
Di beberapa kelompok masyarakat, orang yang tidak atau minim mengenyam pendidikan formal di sekolah pada umumnya menduduki posisi sosial dan ekonomi yang relatif rendah. Mereka yang sering diberi label “orang yang tidak berpendidikan” tersebut banyak dipandang sebelah mata. Posisi dan label tersebut bagi banyak orang sering menimbulkan perasaan minder dan menghambat pekerjaan mereka. Hal ini tidak terjadi pada para pembelajar mandiri. Label negatif yang sering mereka dapatkan tersebut mampu mereka kompensasikan sehingga bukannya menghambat namun justru melipatgandakan kerja mereka.

7. Memiliki kemampuan sosial yang tinggi
Para pembelajar mandiri yang berhasil dalam area hidup yang berhubungan dengan orang lain memiliki sebuah modal berharga yakni kemampuan sosial. Dalam banyak kasus, mereka awalnya memang sering dianggap sebagai orang yang unik bahkan sulit. Pandangan ini muncul karena umumnya para pembelajar mandiri terbiasa bekerja dengan standar yang berbeda, biasanya lebih tinggi. Meskipun demikian, para pembelajar mandiri yang pada akhirnya mencapai keberhasilan biasanya mampu menunjukkan bahwa cara kerjanya dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan yang lainnya. Hal ini akan menjadi salah satu bukti yang akan membuat mereka pada akhirnya akan dihargai secara sosial termasuk dalam tim kerjanya sendiri. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL