Oleh: Elly Risman, S.Psi

Salah satu kunci penting pengasuhan anak adalah bagaimana pola komunikasi kita pada anak kita. Berikut kekeliruan komunikasi orangtua kepada anak :

  1. Bicara tergesa-gesa
  2. Orangtua tidak mengenal diri sendiri, sehingga tidak mampu menahan diri ketika bicara pada anak di kondisi-kondisi yg kurang baik
  3. Orangtua lupa apabila setiap Anak itu unik
  4. Kebutuhan dan kemauan masing-masing anak yang berbeda
  5. Tidak membaca bahasa tubuh anak
  6. Tidak mendengar perasaan anak
  7. Kurang mendengar aktif
  8. Bicara dengan menggunakan ’12 gaya populer’ yang melemahkan mental anak :

@ memerintah

@ menyalahkan

@ meremehkan

@ membandingkan

@ mencap / label

@ mengancam

@ menasehati tidak pda tempatnya

@ membohong

@ menghibur

@ mengeritik

@ menyindir

@ menganalisa di situasi yg tak tepat

 

Kekeliruan pola pengasuhan dan komunikasi membuat anak menjadi sosok yang BLAST :

Boring (bosan)

Lonely (kesepian)

Angry (marah/dendam)

Stress (stres)

Tired (lelah)

Sehingga membuat pundi-pundi hatinya kosong. Dan akhirnya lari pada kegiatan-kegiatan yang salah: terjebak di pergaulan yang salah, merokok, miras, narkoba, kecanduan pornografi, pacaran yang mudah melewati batas dan perilaku menyimpang lainnya.

Produsen pornografi jeli melihat peluang ini, apalagi di zaman digital seperti ini dengan kemudahan akses, dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.

 

Siapa yang menjadi sasaran utama produsen pornografi?

Ada 3 Sasaran utamanya yaitu:

  1. Anak laki-laki. Mengapa?

@ otak laki-laki lebih dominan kiri, sehingga gampang fokus dengan sesuatu hal

@ cairan otak/hormon seks lebih banyak pada otak laki-laki

@ kemaluan laki-laki diluar jadi gampang distimulasi

Dan ketika semakin dini anak laki-laki kecanduan pornografi maka dia akan jadi pelanggan produk porno seumur hidupnya sekaligus dengan anak-anak perempuan. Betapa banyak anak-anak perempuan yang rusak karena bergaul dngan anak-anak lelaki yang rusak.

 

  1. Anak yang belum baligh.

Anak yang belum baligh bagian otaknya belum terbentuk sempurna terutama yang berhubungan dengan karakter, menilai baik buruk, mengambil keputusan. Bila anak yang belum baligh terpapar pornografi, maka akan lebih cepat kecanduan. Dan bila sudah kecanduan akan sangat sulit mengendalikan hasrat seksualnya.

Bu Elly memberi contoh kasus anak-anak yang kecanduan seks akibat pornografi, seperti 8 org anak laki2 yang melakukan hubungan seks sejenis di bawah tenda hajatan tetangganya, anak SD yang kecanduan masturbasi setiap hari, anak SD yang melakukan hubungan seksual suka sama suka dengan om-om, anak laki-laki usia 8 tahun yang menyodomi adik sepupunya yang berusia 5 tahun, dll.

Hal itu nyata terjadi disekitar kita!

 

  1. Anak anak yang 3S , yaitu :

@ Smart (anak itu lebih pintar daripada kita)

@ Sensitive (anak gampang sensitif jika kita menerapkan ‘kekeliruan dalam berkomunikasi’ tadi)

@ Spiritual khusus ibadah saja (anak hanya tau bahwa agama hanya sekedar ibadah ritual : shalat, puasa, dll tanpa tau esensinya. Ortunya tidak hadir untuk memberikan pemahaman agama yang baik pada anaknya)

 

Apa yang diinginkan produsen pornografi terhadap anak-anak kita?

Yang mereka inginkan adalah :

@ Anak dan remaja kita memiliki perpustakaan pornografi (mental model porno yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja)

@ Kerusakan otak permanen, yang membuat anak-anak kita tidak bisa lagi membedakan baik buruk, pantas tidak pantas.

@ Akhirnya menjadi pelanggan pornografi seumur hidup.

 

Dari mana saja anak kita dapat terpapar pornografi ?

@ Film

Banyak film-film yang mengandung pornografi yang ditonton anak-anak kita misal Glee (ada selipan kampanye seks sejenis), lalu saya teringat Harry Potter 7, Twiligth, Alvin & chipmunks, kartun naruto, one piece, kartun disney, dll.

@ Video Klip

Banyak video clip jorok-jorok yang beredar yang diketahui anak-anak kita, bisa dengan mudah diakses di medsos, youtube, dll. Hati-hati sekali dengan idola penyanyi anak-anak kita yg sangat mereka contoh gaya hidup dan style nya.

Bu Elly juga memberi contoh kasus-kasus anak TK,  SD dan SMP yang meniru adegan dalam video clip seperti itu misal anak TK yang main pukul-pukul bokong, anak SMP yang melakukan seks  di motor dengan pacarnya, dll.

@ Media Sosial (Line, IG, Facebook, Twitter, Tumblr, dll)

Mereka bisa sharing link situs/video porno, pembicaraan/chat menjurus porno, sexting, kirim mengirim foto selfie seksi/telanjang, emoticon,  LGBT, dll.

@ Gadget/HP/Smartphone

Anak-anak sudah punya smartphone canggih di saat mereka belum bisa bertanggung jawab menggunakannya. Orang tua yang menfasilitasi bahkan tidak tau cara mmbuka aplikasi/ fitur-fiturnya. HP anak di pasword dan kita tenang-tenang saja dengan itu padahal kita tidak tau anak kita sedang buka apa, chat dengan siapa, dsb.

@ Komik

Banyak komik yang buku maupun online mengandung pornografi dan mudah diakses anak di HPnya dengan harga murah. Seperti halnya Naruto, One Piece, Yugi Oh, bahkan Conan juga ada unsur pornografinya.

@ Games

Banyak juga games yang mengandung kekerasan dan pornografi seperti Sims 4, GTA 5, Clash of Kings, bahkan ada juga games untuk balita yang juga mengandung pornografi

@ Novel/cerpen

Banyak juga novel-novel cinta yang dibaca anak-anak kita tanpa kita sadari, baik yang buku ataupun digital mengandung unsur-unsur pornografi. Meskipun tidak ada gambarnya, namun kata-kata itu bisa membuat anak jadi penasaran dan ingin mencari tau. Anak-anak perempuan lebih banyak terpapar pornografi lewat media ini.

 

Ciri-ciri kecanduan pornografi :

  1. Mengurung diri dan menghabiskan waktu dengan games dan internet dalam kamar
  2. Bila ditegur dan batasi bermain gadget: dia marah, melawan, berkata kasar dan keji
  3. Mulai impulsif, berbohong, jorok dan mencuri
  4. Sulit berkonsentrasi
  5. Prestasi akademik menurun
  6. Jika berbicara menghindar kontak mata
  7. Malu tidak pada tempatnya
  8. Menyalahkan orang lain
  9. Main dengan kelompok tertentu saja
  10. Hilang empati, apa yang diinginkan harus dituruti saat itu juga.

 

Pola pornografi merusak otak :

 

Tidak sengaja melihat 👉🏻 jijik tapi penasaran 👉🏻 ingin melihat lagi / mencari tau 👉🏻 pelepasan dopamin dlm otak, menyukai, hilang rasa jijik 👉🏻 ingin melihat lagi 👉🏻  kecanduan 👉🏻 tingkat pornografi meningkat 👉🏻 melakukan aksi pornografi (seks bebas, LGBT, penyimpangan seksual lainnya). Mereka bahkan tidak dapat lagi menahan keingianan seksual dan kemaluannya. Karna itu tidak malu lagi bila melakukannya disekolah, di jalan, dll.

 

Fakta kasus penyimpangan seksual, pornografi di Kaltim:

Tahun 2014 ada 17 kasus dan tahun 2015 meningkat jadi 95 kasus. Dan Samarinda urutan 1 terbanyak.

 

Langkah-langkah menjadi terapis untuk anak sendiri yang terpapar pornografi :

  1. Tenang, jangan panik
  2. Bermusyawarah dengan pasangan
  3. Sadari bahwa anak adalah amanah Allah dan kita akan dimintai pertanggungjawabannya bukan orang lain
  4. Pupuk kedekatan dengan Allah, perdalam ibadah kualitas dan kuantitas
  5. Terima anak kita, jangan marah, maafkan dia dan bermusyawarahlah dengannya
  6. Perbaiki komunikasi
  7. Maksimalnya peran kita sebagai ayah dan ibu beneran untuk anak kita

 

Cara berkomunikasi yang baik pada anak :

@ bersikap tenang

@ turunkan tensi suara

@ baca bahasa tubuhnya

@ tebak perasaannya, dan setujui perasaannya

@ dengar tumpahan emosinya, biarkan mengalir

 

Inti pencegahan dan penanggulangan adiksi pornografi pada :

@ Pola komunikasi anak dan orangtua.

@ Peran Ayah dan Ibu yang maksimal, jangam sampai anak kita yatim piatu padahal ayah ibunya masih hidup

@ Bu Elly menekankan peran Ayah dalam pengasuhan.

Hasil penelitian: tidak ada figur Ayah menyebabkan anak laki-laki menjadi terjebak pada narkoba, agresif, seks bebas dan kenakalan remaja. Sedangkan pada anak perempuan menjadi mudah depresi dan terjerat seks bebas. (liputanislam.com)

 

*tulisan ini adalah rangkuman seminar Elly Risman, S.Psi yang tersebar di Whatsapp.

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL