marketing-emotion12LiputanIslam.com – Mungkin kita acapkali melihat orang yang kemampuan akademisnya sedang-sedang saja, namun meraih sukses melebihi orang dengan kemampuan jauh diatasnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah kecerdasan emosi.

Untuk sukses dalam membina hubungan sosial, kita wajib cerdas secara emosi. Salah satu cirinya adalah dengan memiliki rasa empati atau kemampuan seseorang memahami perasaan, keinginan dan pikiran orang lain.

Psikolog Dr Rose Mini, AP, MPsi mengungkapkan untuk memiliki empati seseorang perlu menempatkan dirinya pada diri orang lain. “Misalnya saat ibu marah pada kita. Kita harus pahami mengapa ibu kita bertindak seperti itu,” ujarnya.

Rose mengatakan, kecerdasan emosi berperan 80 persen dalam kesuksesan hidup seseorang dalam masyarakat. “Sukses di masyarakat tidak hanya berdasarkan IQ. IQ hanya berperan 20 persen, sementara 80 persen lainnya disumbang oleh kecerdasan emosi,” katanya, seperti dilansir Republika, 15 Agustus 2014.

Selain empati,  menurut Rose, seseorang dapat dikatakan cerdas secara emosi apabila menguasai empat hal lainnya, yakni mampu mengenali emosi diri. “Saya lagi sedih, bahagia, harus dideteksi oleh dirinya. Kalau enggak, dia bakal gampang bete, galau, mudah depresi.”

Yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan mengendalikan emosi. Menurutnya, seseorang yang sulit mengontrol emosi saat marah akan melampiaskannya pada benda atau orang lain secara langsung. Hal lain adalah kemampuan memotivasi diri yang seringkali hilang dalam diri orang.

“Kalau orang tidak bisa memotivasi diri, dia bisa jadi apatis, namun motivasi itu terkadang suka hilang. Tugas kita membangkitkan hal itu,” kata Rose.

Kecerdasan emosi juga berhubungan dengan cara seseorang membangun hubungan antar sesamanya. Sekalipun seseorang pintar namun bila tak mampu berinteraksi atau bekerjasama dengan orang lain, maka kesuksesanya sosialnya akan lambat. Menurut Rose, tak semua orang memiliki kecerdasan emosi. Oleh karena itu peran lingkungan sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang memiliki masalah dalam kecerdasan emosinya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL