Jakarta, LiputanIslam.com–Mudik merupakan ritual khas orang Indonesia setiap tibanya Hari Raya Idul Fitri. Mudik, konon berasal dari kata “menuju udik” atau berarti juga pulang ke kampung halaman. Ini adalah tradisi tahunan yang berlangsung di kota-kota besar, ketika para penghuninya pulang kampung menuju daerah asal masing-masing.

Ketika menjelang Lebaran, waktu libur pun dimanfaatkan banyak orang untuk pulang ke kampung halaman. Setiap tahun, jutaan orang yang merantau di kota-kota besar atau bahkan luar negeri, menempuh perjalanan sekian ratus kilometer menuju daerah asal mereka.

Namun, tradisi mudik bukanlah ritual tanpa biaya. Menempuh perjalanan sekian jauh ke kampung halaman, bukan cuma membutuhkan alokasi waktu dan energi khusus. Mudik juga membutuhkan uang tidak sedikit.

Bagaimana pengelolaan keuangan agar mudik 2017 ini tidak membuat kondisi keuangan berantakan? Simak jurus-jurus berikut ini:

 

  • Buatlah rencana anggaran

Mudik menjadi satu rangkaian yang sulit dipisahkan dengan kedatangan puasa Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Supaya pengelolaan keuangan tidak berantakan karena kehadiran serentetan perayaan ini, ada baiknya kamu menyusun terlebih dulu rencana anggaran. Hal ini penting supaya kamu tahu persis apa saja pengeluaran yang akan kamu lakukan dan berapa anggaran yang tersedia.

Berkaitan dengan perayaan Lebaran dan mudik 2017, ada beberapa pos pengeluaran yang umum ada, antara lain:

 

  • Biaya konsumsi lebaran

Termasuk di sini adalah kebutuhan dana untuk pembelian suguhan Lebaran sebagai antisipasi ketika ada sanak kerabat bertandang ke rumah. Biaya ini dibutuhkan bila kamu memutuskan tidak mudik ke kampung halaman.

 

  • Biaya transportasi mudik

Ketika kamu memutuskan pulang ke kampung halaman untuk perayaan Lebaran, biaya mudik paling besar kemungkinan akan tersedot untuk biaya transportasi. Bila kamu memakai transportasi publik, biaya yang harus kamu keluarkan meliputi biaya pembelian tiket pulang pergi untuk sendiri atau seluruh keluarga yang turut. Belum lagi biaya konsumsi selama perjalanan mudik bila waktu tempuh mudik cukup lama.

Bila kamu mudik memakai kendaraan pribadi, ada biaya perawatan kendaraan yang perlu kamu siapkan agar kendaraan kamu prima mengantar hingga kampung halaman. Belum lagi ongkos bahan bakar atau BBM selama perjalanan.

 

  • Biaya selama di kampung halaman

Ketika kamu mudik, status kamu memang bersinggah di kampung, apakah itu di rumah orangtua atau saudara. Kendati begitu, kamu tetap harus menyiapkan biaya sendiri selama di sana, apakah untuk kebutuhan makan atau penginapan bila rumah kerabat tidak memadai. Usahakan tidak merepotkan orangtua ataupun kerabat yang kamu datangi, ya.

 

  • Biaya buah tangan alias oleh-oleh

Ini tradisi yang sangat khas Indonesia, yaitu memberi buah tangan pada para sanak saudara di kampung halaman. Perhitungkan berapa kebutuhan biaya untuk pos ini. Jangan lupa pula menimbang kebutuhan angpau Lebaran yang akan kamu bagi-bagikan pada sanak saudara di sana.

 

  • Biaya pasca mudik

Hidup setelah rangkaian perayaan selesai, mulai Ramadan hingga mudik Lebaran, tetap harus berjalan normal. Pastikan kamu memiliki persiapan dana untuk biaya hidup sekembalinya ke kota. Apalagi Lebaran tahun ini, masyarakat Indonesia menikmati cuti bersama sampai 4 hari, sehingga libur Lebaran bisa sepekan penuh!

Pastikan kamu tidak menghabis-habiskan semua dana yang kamu miliki sekadar untuk acara berlebaran dan  mudik ini. Siapkan dana untuk kebutuhan selepas mudik berakhir dan pastikan mencukupi hingga saatnya penghasilan kamu kembali bertambah.

 

  • Hitung kesiapan dompet

Mudik memang menjadi harapan hampir semua orang perantau yang memiliki ikatan kuat dengan kampung halaman mereka. Namun, selalu ingat, mudik bukan hal yang wajib kamu lakukan. Bila kondisi kantong tidak memungkinkan bagi kamu untuk pulang ke kampung halaman, tidak perlu memaksakan diri.

Kamu bisa mengukur kesiapan dompet melalui penyusunan anggaran mudik tersebut sehingga kamu bisa melihat pos mana yang bisa kamu hemat atau bahkan dihapus.

Misalnya, membawa oleh-oleh atau angpao sebenarnya bukanlah hal wajib bila memang dompet tidak memungkinkan. Tapi, bila kamu sungguh-sungguh ingin memberi sesuatu bagi kerabat di kampung, pilihlah yang sederhana saja atau dalam jumlah secukupnya. (ra/ pakarinvestasi.com)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL