Jakarta, LiputanIslam.com—Tak banyak yang tahu, mainan tak hanya digunakan sebagai hiburan anak, tapi kini juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Sebagai catatan, untuk mendapatkan manfaat tambahan tersebut, orangtua tidak boleh meninggalkan si kecil main sendiri.

Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan orangtua agar mainan dapat membantu mendongkrak kecerdasan anak.

  1. Ketahui ketertarikan anak

Sebelum membelikan anak mainan, ketahui dulu apa yang menarik bagi anak.

Untuk mengetahui ketertarikan itu, dapat dimulai saat si kecil berusia 18 bulan – dua tahun. Sebab, pada fase tersebut, anak sudah mulai bisa berbicara. Jadi dia tahu, kalau dia tertarik, dia menyebut apa yang dia suka. Misalnya anak laki suka bola, mobil, robot, atau lainnya.

Ketertarikan ini penting agar dia dapat lebih mudah belajar, karena dia bermain dengan yang dia suka.

  1. Sesuai rentang usia

Setelah tahu apa yang anak sukai, pastikan mainan sesuai dengan rentang usianya.

Untuk anak berusia 18 bulan sampai dua tahun, karakteristik si anak baru pada tahap belajar membaca, mengenal huruf, warna hingga angka. Di tahap ini kita bisa menggunakan flash card.

  1. Interaksi

Terakhir, langkah terpenting berupa interaksi antara orangtua dan anak saat bermain.

Jika tanpa interaksi, permainan akan monoton dan tidak mendapatkan benefit.

Jika ada kehadiran orangtua, maka bisa tercipta interaksi dua arah seperti, ‘Ini mobil. Oh kalau mobil kamu warna apa? Mobil kamu jenis apa?’ atau ‘Eh ekskavator keren, fungsinya apa sih?’.

Komunikasi dua arah amat berguna untuk memperkaya imajinasi anak. (ra/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*