tanggungjawabLiputanIslam.com — Allah Swt telah berfirman di dalam al-Quran, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa-apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. at-Tahrim:6).”

Rasulullah saw telah bersabda, “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya.”

Tanggung jawab terhadap sanak-kerabat

 Rasulullah saw bersabda, “Aku berpesan kepada umatku baik yang hadir maupun yang tidak hadir, maupun yang kini mereka masih berada dalam tulang sulbi ayah atau rahim ibu mereka hingga hari kiamat, hendaklah mereka menjalin silaturahmi dengan sanak-kerabat mereka, karena silaturahmi merupakan bagian dari agama.”

Imam Muhammad Baqir as berkata, “Silaturahmi itu menyucikan amal perbuatan, menolak bencana, memperbanyak harta, memperbanyak umur, memperluas rezeki, dan menumbuhkan kecintaan di antara keluarga. Oleh karena itu, hendaklah engkau takut kepada Allah dan bersilaturahmi.”

Tanggung jawab terhadap Tetangga

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata tatkala hendak wafat, “Takutlah engkau kepada Allah, takutlah engkau kepada Allah dalam masalah tetangga, karena Nabi engkau senantiasa berpesan dalam masalah ini. Beliau sedemikian rupa berpesan dalam masalah tetangga sampai-sampai aku hampir mengira beliau telah menempatkan mereka sebagai penerima waris.”[34]

 Imam Ja`far Shadiq as telah berkata, “Sungguh terkutuk, sungguh terkutuk orang yang menyakiti tetangganya.”

Rasulullah saw telah bersabda, “Siapa saja yang mengkhianati tetangganya meskipun hanya sejengkal tanah maka Allah akan jadikan tanah itu hingga tingkat ketujuhnya sebagai tali pelana di lehernya hingga Allah menghinakannya pada hari kiamat kecuali jika dia bertobat. Siapa saja yang menyakiti tetangganya maka Allah haramkan wangi surga baginya dan tempatnya adalah neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruknya tempat. Dan siapa saja yang menelantarkan hak tetangganya maka dia bukan dari kami. Jibril telah sedemikian rupa berpesan kepadaku tentang masalah tetangga sampai-sampai aku hampir mengira mereka juga termasuk penerima waris.”

Tanggung jawab terhadap Ayah dan Ibu

Allah Swt telah berfirman di dalam al-Quran, Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. al-Isra:23-24).

Tanggung jawab terhadap Anak

Imam Sajjad as telah berkata, “Adapun yang menjadi hak anakmu ialah, engkau harus tahu bahwa ia adalah darimu, dan kebaikan dan keburukannya di dunia ini dikaitkan kepadamu. Engkau juga berkewajiban membantunya dalam masalah akhlak yang baik, mengenal Allah dan ketaatan kepada-Nya. Maka berkenaan dengannya hendaklah engkau seperti orang yang yakin akan mendapat pahala jika berbuat kebajikan kepadanya dan mendapat siksa jika berbuat jelek kepadanya.”

Selain itu, masih terdapat berpuluh-puluh tanggung jawab sosial lainnya, seperti tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat dan tanggung jawab rakyat terhadap pemerintah, tanggung jawab guru terhadap murid dan tanggung jawab murid  terhadap guru, tanggung jawab orang kaya terhadap orang miskin dan tanggung jawab orang miskin terhadap orang kaya, tanggung jawab ulama terhadap masyarakat dan tanggung jawab masyarakat terhadap ulama, tanggung jawab atasan terhadap bawahan dan tanggung jawab bawahan terhadap atasan, tanggung jawab yang tua terhadap anak-anak dan para muda dan sebaliknya, tanggung jawab di antara teman, tanggung jawab kaum Muslim terhadap kafir ahlu dzimmah, tanggung jawab terhadap anak-anak yatim dan para janda, dan tanggung jawab terhadap orang-orang cacat dan para lansia.

Disalin dari website resmi Prof Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL