tanggung jawabLiputanIslam.com — Rasulullah saw telah bersabda, “Seluruh makhluk adalah keluarga Allah. Maka sebaik-baiknya makhluk di sisi Allah adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada keluarga Allah dan membahagiakan mereka.”

Imam Ja`far Shadiq as berkata, “Engkau harus memberi nasihat dan menginginkan kebaikan bagi hamba Allah, karena engkau tidak akan dapat membawa amal yang lebih baik dari itu di sisi Allah Swt.”

Rasulullah saw telah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia.”

Imam Musa bin Ja`far as telah berkata, “Allah mempunyai hamba di muka bumi yang senantiasa berusaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka inilah yang akan selamat dari siksa pada hari kiamat.”

Imam Ja`far Shadiq as berkata, “Rasulullah saw pernah ditanya, ‘Siapakah orang yang paling dicintai Allah?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Orang yang paling bermanfaat bagi manusia.’”

Allah Swt berfirman dalam al-Quran, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. al-Maidah:2).

 

Tanggung jawab terhadap Orang Muslim

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bangun di pagi hari dalam keadaan tidak menaruh perhatian terhadap urusan kaum Muslim maka dia bukan bagian dari mereka. Dan barangsiapa yang mendengar teriakan minta tolong dari seseorang namun dia tidak menolongnya maka dia bukan seorang Muslim.”

Imam Ja`far Shadiq as berkata, “Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslim maka dia bukan seorang Muslim.”

 

Tanggung jawab terhadap Orang Mukmin

  Allah Swt berfirman di dalam al-Quran, Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. al-Hujurat:10).

 Pada ayat lain Allah Swt berfirman, Dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. at-Taubah:71).

Rasulullah saw telah bersabda, “Engkau melihat orang-orang mukmin dalam kecintaan dan kasih sayang kepada sesama mereka adalah seperti sebuah tubuh, yang jika salah satu anggotanya sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain turut demam dan tidak bisa tidur.”

 Seorang perawi menceritakan, “Saya bertanya kepada Imam Ja`far Shadiq as, ‘Apa hak seorang mukmin atas mukmin lainnya?’ Imam menjawab, ‘Aku takut engkau mengetahui tapi tidak mengamalkannya, malah menyia-nyiakan dan tidak menjaganya.’ Saya berkata, ‘La Hawla wala Quwwata illa Billah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).’ Beliau as melanjutkan perkataannya, ‘Seorang mukmin mempunyai tujuh hak yang harus dilaksanakan atas orang mukmin lainnya, dan jika salah satu dari hak ini diabaikan maka dia telah keluar dari kepemimpinan Allah, sudah tidak taat lagi kepada-Nya, dan tidak lagi memiliki bagian dari kepemimpinan Allah. 

Adapun yang paling kecil darinya ialah, apa yang engkau sukai untuk dirimu maka engkau juga harus sukai bagi saudaramu dan apa yang engkau benci untuk dirimu maka engkau juga harus benci untuknya.

Kedua, engkau harus membantunya dengan diri, harta, lidah, tangan dan kakimu.

Ketiga, mengikuti keinginannya, menghindari kemarahannya dan menuruti perintahnya.

Keempat, menjadi mata, petunjuk dan cermin baginya.

Kelima, jangan engkau kenyang sementara dia kelaparan atau kehausan, dan jangan engkau berpakaian sementara dia telanjang.

Keenam, jika kamu punya pembantu sementara dia tidak, maka kamu kirim pembantumu supaya mencucikan pakaiannya, memasakkan makanannya, dan mengamparkan permadaninya.

Ketujuh, membenarkan kesaksiannya, memenuhi undangannya, menjenguknya manakala sakit dan mengurusi jenazahnya. Jika ia mempunyai keperluan maka segeralah memenuhinya, dan jangan paksa ia sampai meminta-minta darimu.

Jika kamu telah memenuhi hak-haknya ini maka wilayah-mu dengan wilayah­-nya, dan wilayah­-nya dengan wilayah Allah telah tersambung.’”

 

Disalin dari website resmi Prof Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL