dinnerJakarta, LiputanIslam.com– Makan malam biasanya baru dimulai berkisar pada pukul 19-20. Namun pakar mengatakan kebiasaan ini sebaiknya  dihindari karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Fakta ini diperoleh peneliti dari Dokuz Eylul University, Izmir, Turki setelah mengamati lebih dari 700 orang dewasa yang mengidap hipertensi. Peneliti juga mencatat pola makan, di jam berapa saja mereka makan, termasuk porsinya, jumlah garam yang dikonsumsi dan apakah mereka rutin sarapan atau tidak.

Hasilnya, sebagian besar responden yang sering makan malam di atas jam 7 malam mengalami apa yang disebut sebagai ‘non-dipper hypertension’, yaitu kondisi di mana tekanan darah seseorang tak bisa turun dalam semalam.

Dikutip dari The Independent, tekanan darah seseorang seharusnya turun sebesar 10 persen setiap malam atau menjelang tidur. Akan tetapi hal ini tidak terjadi pada mereka yang makan di atas jam 7 malam. Inilah yang kemudian diklaim dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena serangan jantung.

“Apalagi jika makan malamnya dua jam menjelang tidur, efek kerusakannya bisa lebih buruk ketimbang terus-terusan makan makanan tinggi garam sekalipun,” tutur peneliti Dr Ebru Ozpelit.

Bila dibandingkan, 24,2 persen responden yang baru makan malam dua jam menjelang tidur mengalami kegagalan penurunan tensi, sedangkan pada mereka yang memilih makan malam lebih awal namun mengalami kegagalan penurunan tensi hanya berkisar 14,2 persen.

Alasannya, telat makan malam membuat tubuh berada dalam kondisi ‘waspada tinggi’, sehingga menghasilkan hormon-hormon stres seperti adrenalin di mana seseorang seharusnya terlelap.

Bahkan bukan hanya makan malam di atas jam 7. Peneliti yang sama juga menemukan bahwa efek serupa bisa terjadi pada mereka yang sering malas sarapan.

“Mereka yang sering melewatkan sarapan juga cenderung mengalami kegagalan penurunan tensi, tetapi tidak sebanyak mereka yang makan malamnya di atas jam 7,” katanya.

Studi-studi sebelumnya juga mengaitkan kebiasaan melewatkan sarapan dengan besarnya risiko untuk terkena penyakit jantung. Itulah sebabnya mereka yang sering makan larut malam juga cenderung melewatkan sarapan karena dirasa masih kenyang.

“Ini semata-mata karena kehidupan modern yang mendorong masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan makan yang ‘tak teratur’, padahal jika dibiarkan, dari ke waktu ini akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh,” tegasnya seperti dilaporkan Telegraph.

Kesimpulannya, lanjut Ozpelit, untuk bisa mendapatkan pola makan yang sehat, seseorang harus rutin sarapan dan makan siang, tetapi bukan berarti harus menghilangkan kebiasaan makan sama sekali, melainkan makan malam dengan menu yang lebih ringan dan tidak dilakukan lebih dari jam 7 malam. (ra/detik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL