Foto: fotobayilucu.blogspot.com

Foto: fotobayilucu.blogspot.com

Stres bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, anak pun bisa mengalaminya. Bedanya anak tidak punya cukup cara untuk mengatasi, sehingga orang tua harus peka dan bisa membantunya.

Ciri stres pada anak bisa dikenali dengan anak mulai cenderung menarik diri, prestasi akademis menurun, murung, berbohong, reaksi berlebihan terhadap sesuatu, tiba–tiba melakukan hal–hal yang tidak biasa dilakukan di usianya ( misal : rewel, mengompol, cengeng, dan sebagainya). Ciri–ciri fisik pun bisa mulai muncul, seperti sering sakit perut, pusing, sering buang air kecil.

Mengenali penyebab stres penting agar orang tua bisa menempatkan diri di posisi anak, sehingga tidak lantas justru menganggap remeh masalah yang dihadapi anak.

Macam–macam penyebab stres pada anak adalah sebagai berikut

  1. Masalah dengan anggota keluarga
    Bertengkar dengan kakak atau adik adalah hal yang wajar. Namun bagi anak, ini tidak selalu mudah. Apalagi jka orang tua terkesan lebih membela saudaranya.
  2. Lingkungan baru
    Memasuki lingkungan baru dimana anak belum mempunyai teman memang tidak mudah.
  3. Kehilangan sahabat
    Kehilangan sahabat  akan menjadi suatu masalah jika tergolong pemalu dan tidak mudah memiliki sahabat baru
  4. Sekolah
    Tugas sekolah memang lebih berat dibandingkan zaman dulu. Apalagi jika orang tua tidak memberi dukungan dan perhatian. Lebih parah lagi kalau orang tua membanding-bandingkankan prestasi anak dengan saudara atau temannya.
  5. Guru
    Anak merasa guru tidak suka padanya karena anak melakukan kesalahan, dan tidak berprestasi.
  6. Persaingan dalam pergaulan
    Persaingan disini tidak hanya persoalan akademis, bisa juga persaingan memiliki mainan, barang, penampilan, ataupun yang lain.

Berikut adalah cara–cara pengatasi stres pada anak.

  1. Katakan terus terang
    Misalnya ketika anak bertengkar dengan saudaranya, tanyakan : “Marahan dengan kakak ya ?” , dengan nada yang lembut. Ini akan membuatnya terbuka untuk bercerita.
  2. Tunjukan anda peduli dan mengerti
    Mendengar keluh kesah akan membuat anak menjadi nyaman, bukan malah menasehati anak dengan marah–marah.
  3. Ajak anak untuk mencari pemecahan masalah
    Hal ini mendorong anak untuk kreatif dan menjadi percaya diri.
  4. Jadilah Teladan
    Berilah teladan yang baik kepada anak ketika orang tua menghadapi suatu masalah. Jangan memberi contoh marah–marah atau emosi ketika orang tua menghadapi masalah. (ba/LiputanIslam.com)

 

Disalin dari http://artikelduniawanita.com/tips-menghadapi-anak-yang-tiba-tiba-menjadi-pemurung.html

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL