karena bu risma 3

Sumber foto: Islam is fun

LiputanIslam.com — Para kakak, para orang dewasa, mau kah kita berjanji untuk melindungi adik-adik kita, anak-anak masa depan bangsa? Men-support mereka untuk menjadi yang terbaik dari diri mereka sendiri.

Orang bijak bilang, “Jangan kamu tarik anakmu dari dunia bermain terlalu cepat karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang jiwanya kekanak-kanakan.

Soal gadget, terlalu dini dan tanpa kesepakatan bersama antara orangtua dan anak dalam memberikan gadget juga merupakan isu krusial. Hanya dengan satu buku jarinya, kita mengantar mereka yang kita sayangi berselancar ke dunia tanpa batas. Dimana didalamnya 4200 situs porno diunggah oleh pebisnis pornografi tiap minggunya. Belum lagi film kartun yang mengandung konten porno seperti spongebob, dan konten acara TV kabel yang banyak menayangkan adegan orang dewasa.

Anak, pada saat usia SMP, menunjukkan perubahan seksual sekunder yang nyata pada fisiknya. Ini artinya, hipotalamus telah mengomando kelenjar pituitary untuk mekanisme pelepasan testosterone ke dalam darah. Mekanisme ini secara alami terjadi pada anak sebagai perkembangan seksualitasnya. Namun, stimulus dari luar (baca : video porno dan games dengan konten porno) akan mempercepat releasenya testosteron tadi. Sehingga anak tidak perlu lagi mimpi basah untuk ejakulasi. Mereka telah sexually active dan ironisnya kebanyakan orangtua tidak tahu kapan pertama kali anak laki-lakinya ejakulasi. Bahkan orangtua belum menyiapkan anak untuk menghadapi masa ‘mimpi basah’ untuk pertama kali. Orangtua masih saja terus berfokus pada PR-dan-les. Bagaimana mungkin orangtua tiba-tiba akan membicarakan konten “Pornografi” pada anak?

Saya cerita sedikit deh yang Mark B Kastleman bilang dalam bukunya “The Drugs of Millennium Era”. Siapa sih pebisnis pornografi itu? Apa yang mereka mau? Siapa target mereka?

Misal kita ambil contoh majalah pria dewasa, yang mereka mau ya dapat uang lah. Targetnya? Pria dewasa eksekutif muda. Games GTA meraup keuntungan 3 Juta USD setelah dilaunching hanya selama 3 HARI. Siapa yang main? Kan itu mature games, ya yang udah 17+ lah. Itu mainan favorit murid-murid saya sejak mereka SD. Itu game favorit anak-anak. Yang disasar pebisnis pornografi itu adik-adik laki kita, yang belum baligh, yang umurnya baru 8 – 10 tahun.

Kenapa? Kenapa anak? Karena neuron di otaknya belum bersambungan. Masa ini adalah masa kritis dimana otak mereka sedang membuat sambungan-sambungan informasi. Dan sudahlah, seluruh dunia tahu kalo ngobrolin soal seksualitas pada anak adalah hal yang sangat tabu. Sehingga orangtua tidak menyiapkan anaknya mengalami masa baligh. Kenapa anak laki? Karena ketika sambungan yang diciptakan pebisnis pornografi itu sudah terbentuk dalam otak anak kita, ketika baligh, ketika testosteronnya melejit di masa-masa awal dan mereka tidak mengerti apa yang terjadi karena orangtuanya tidak mengajarkan, konten soft porn dan hard porn disebarkan.

Apa yang mereka inginkan?

Mereka menginginkan terciptanya “perpustakaan porno” dalam kepala anak laki-laki kita, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, sehingga mereka akan terus mencari konten porno dari manapun untuk menambah koleksi perpustakaannya. Inget sifat dopamin –> Hujan uang untuk pebisnis pornografi.

Segitu? Belum, mereka tahu PFC rusak jika terus-terusan kebanjiran dopamin saat anak-anak koleksi informasi untuk perpustakaannya. Maka, mereka benar-benar menginginkan PFC, sang direktur, mati. Rusak. Supaya apa? Ingat pertanyaan dari hasil riset yang bertanya kenapa pas nonton yang porno bisa terangsang? Pebisnis ini menargetkan anak mengalami ejakulasi hingga 33-36 kali, karena setelah itu mereka akan menjadi pelanggan seumur hidup sehingga tidak perlu susah payah create market lagi. Minimalisir cost marketing.

Yang menyedihkan, matinya sang Direktur ini bahkan bisa membuat anak kehilangan atau kebingungan orientasi seksualnya. Maka muncul generasi LGBT. Lesbian. Gay. Biseksual. Transgender (kecuali yang sindrom Klinefelter). Cek lah, kalau disuruh cerita, sudah bisa dipastiin perasaan “penyimpangan seksual” ini mulai dirasa anak sejak kecil walau ga jelas umurnya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Anak akan menjadi future. Untuk apa? Bisnis pelacuran. Mereka sudah punya demand yang dipupuk sejak anak masih kecil, masih belum baligh. Sampai disini sudah? Demand pasti butuh supply. Maka, tercipta satu unit bisnis lagi: women trafficking.

Lah, bisnis pelacuran kan dari jaman nabi juga sudah ada. Coba baca lagi deh, memangnya pebisnis jaman hong itu tidak pakai trik yang sama? Yang beda cuma medianya. Jaman dulu tidak ada internet. Produknya mah sama saja. Tuh di kota Kaum Soddom, patung sama pahat-pahatannya porno semua.

Apa yang bisa kita lakukan?

Dekat lah pada keluarga. Allah bilang, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6) Kita yang lebih dahulu sadar, kita yang punya tanggungjawab soal ini. Jangan sampe adik-adik kita, anak-anak kita menemukan orang yang salah ketika mereka merasa blasted. Jadilah orangtua psikologis mereka.

Banyak cari ilmu buat bikin kita pede ngobrol soal seksualitas ke anak-anak dan adik-adik kita. Tempat saya kerja ada workshop dan pelatihannya. Gimana caranya mengajarkan anak mengenal bermacam sentuhan, supaya anak punya sikap asertif terhadap perlakuan orang lain. Kasusnya anak-anak korban pencabulan dan perkosaan dimulai dari dia tidak tahu bagaimana caranya menolak ajakan orang lain dan bagaimana caranya tahu kalau orang yang dia hadapi punya nafsu busuk.

Yang berhubungan dengan anak dan remaja, entah itu sebagai orangtua, guru, kakak, om, tante, obrolin bahaya pornografi pada mereka. Ajari caranya membatasi diri dari konten-konten seperti itu. Dukung mereka untuk fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan masa depan dan passion mereka. Buat mereka sibuk mempersiapkan diri menjadi Their Best in The Future.

Sebagai penutup, saya kutipkan satu surat cintaNya :

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa : 9)

Bagian pertama bisa dibaca di sini.

Bagian kedua bisa dibaca di sini

Bagian ketiga bisa dibaca di sini  (LiputanIslam.com/ba)

Oleh: Miftahul ‘pipichan’ Hidayah, Alumni Biologi ITB angkatan 2004
Kita & Buah Hati Foundation

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL