Jakarta, LiputanIslam.com—Semakin berkembangnya informasi, orangtua zaman sekarang punya banyak alternatif dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Bukan hanya memasukkan anak ke sekolah formal, orangtua juga bisa melirik konsep sekolah rumah (homeschooling) yang sedang tren dewasa ini.

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Eneng Sugiarti mengatakan setidaknya ada tiga jenis homeschooling yang dapat dijadikan acuan para orangtua dalam memilih pendidikan terbaik untuk sang buah hati.

Eneng menjelaskan, homeschooling jenis pertama yaitu homeschooling tunggal, di mana untuk jenis homeschooling ini, proses belajar mengajar dilaksanakan oleh orangtua dalam suatu keluarga tanpa bergabung dengan yang lainnya. Biasanya, lanjut Eneng,  homeschooling jenis ini diterapkan karena adanya tujuan atau alasan khusus.

“Umumnya orangtua yang dengan tujuan tersendiri semisal ada hal-hal yang tidak dapat sepaham atau dikompromikan dengan komunitas homeschooling lainnya,” urai Eneng.

Ia melanjutkan, pada jenis homeschooling kedua dikenal dengan homeschooling majemuk. Dikatakan Eneng, jenis homeschooling majemuk ialah homeschooling yang dilakukan oleh dua keluarga atau lebih untuk kegiatan tertentu, sementara kegiatan pokok tetap dilakukan oleh orangtua masing-masing. Adapun di antara alasan yang dikemukakan orangtua, Eneng mengaku, setidaknya terdapat kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama.

“Contohnya saja melakukan kegiatan olahraga (misalnya berasal dari keluarga atlet), keahlian musik, atau seni, kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan secara bersama-sama,” tandasnya.

Sementara itu, pada jenis homeschooling yang terakhir, Eneng menuturkan, yakni homeschooling komunitas. Peminat jenis homeschoolingini merupakan gabungan dari beberapa homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok baik olahraga, musik atau seni, bahasa, sarana dan prasarana, serta jadwal pembelajaran disepakati bersama.

“Jenis homeschooling apapun yang dipilih orangtua, saat ini sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi masalah legalitasnya, karena berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 129 Tahun 2014 Tentang Homeschooling baik proses belajar maupun lulusannya sudah sama seperti sekolah formal umumnya,” tutup Eneng. (ra/ depok.go.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*