LiputanIslam.com — Ghalibnya, musibah dipikul seorang laki – laki lantaran dirinya harus bekerja di luar rumah demi memenuhi kebutuhan primer (sandang pangan papan) keluarga. Dalam pekerjaannya ia senantiasa menghadapi berbagai masalah sulit lagi pelik. Kalau dirinya seorang karyawan perusahaan atau pegawai sebuah instansi pemerintah, tak jarang ia harus menelan ucapan menyinggung hati dari pimpinannya. Jika ia seorang pedagang, maka pada waktu- waktu tertentu dagangannya kurang laku sehingga menjadikannya rugi.

Ala kulli hal, permasalahan yang dihadapi kaum laki – laki bukan cuma satu dua saja. Sebagaimana diketahui, dalam setahun saja ia mengahadapi ratusan masalah yang sedikit banyak akan memenuhi jaringan syarafnya. Karenanya, bukan isapan jempol belaka kalau dikatakan bahwa kebanyakan laki – laki berumur pendek ketimbang perempuan. Bagaimana mungkin seutas syaraf sanggup menanggung beban tanggung jawab untuk menafkahi beberapa orang? Belum lagi harus menanggung berbagai kejadian serta musibah yang menderanya setiap hari.

Dalam keadaan demikian, dirinya tentu memerlukan kehadiran seorang berwatak lembut yang mengasihi serta menyayanginya. Dirinya benar – benar membutuhkan hiburan dan ketentraman demi mendapatkan kembali kekuatan dan kesanggupan untuk melanjutkan hidup dan kehidupan keluarganya.

Wahai para nyonya yang terhormat! Sesungguhnya suami dan teman hidup Anda mengalami keterasingan dan kesendirian yang begitu getir. Ia ingin melarikan diri dari berbagai masalah yang mengepungnya di luar rumah, jauh di lubuk hatinya, hanya ada satu keinginan kuat; beristirahat dalam dekapan keluarganya yang hangat dan damai. Dirinya hanya ingin Anda menjadi pelipur laranya. Ia berharap betul pada kelembutan hati Anda.

Janganlah Anda bersikap kikir kepadanya; kembangkan senyuman manis di hadapannya, ucapkan kata- kata indah, sajikanlah makanan yang lezat serta jauhkanlah berbagai hal yang bermasalah saat dia tidak ada di rumah. Janganlah Anda menjadikan kehidupan serta waktunya tidak karuan lantaran permintaan atau tuntutan yang bermacam- macam.

Biarkanlah dirinya beristirahat demi menghilangkan kepenatan yang dialaminya seharian di luar rumah. Kalau ia merasa lapar, kenyangkanlah. Kalau gelisah, tenangkan dan bantulah. Janganlah Anda menjadi wanita yang bawel. Janganlah Anda menggerutu ketika dirinya meminta Anda melakukan sesuatu. Apabila Anda memahami bahwa untuk menghiburnya, tak  ada cara lain kecuali mengajaknya berbincang – bincang, lakukanlah itu. Namun kalau keadaannya tidak mengizinkan (suami nampak letih), janganlah Anda memulianya terlebih dahulu. Anda harus menjadi wanita yang cerdas dan bersikap peduli.

Wahai para nyonya yang terhormat! Sesungguhnya suami Anda amat memerlukan Anda di saat dirinya terbelit musibah. Oleh sebab itu, Anda harus segera mendampinginya di saat – saat kritis. Jadilah teman hidup yang benar – benar mengasihi, membelai lembut, dan menghormati dirinya. Berlakulah sebagai seorang dokter yang merawat jiwanya. Bentuklah kepribadian Anda dengan segenap perbuatan baik ini. Siapakah yang layak menjadi dokter sekaligus perawat nan lembut bagi jiwanya selain Anda sendiri?

Imam Ja’far bin Muhammad berkata, “Seorang laki – laki tidak memperoleh manfaat yang lebih besar daripada seorang istri yang  shalihah, yang apabila dia melihat istrinya, ia merasa senang dan gembira dan apabila pergi, istrinya akan menjaga harta bendanya.”

Imam Ali bin Musa berkata: “Wanita itu ada tiga jenis, (a) yang banyak melahirkan anak, bersikap lemah – lembut dan menolong suaminya dunia akhirat; (b) wanita mandul yang tidak memiliki kecantikan dan enggan menolong suaminya; (c) wanita keras kepala, sering mengumpat, selalu menjadikan hal yang banyak mnnjadi sedikit, dan tidak mau menerima yang banyak.”

Dikutip dari buku Hak Suami dan Istri karya Prof Ibrahim Amini (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL