Jakarta, LiputanIslam.com—Baru-baru ini, sebuah riset dari Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2018, menyebutkan jumlah kasus penyakit kronis di Indonesia semakin meningkat.

Jumlah tertinggi di Kalimantan Utara dan Maluku Utara, yakni 3,8 kasus per mil. Jumlah kasus penyakit berbahaya seperti diabetes juga naik dari 1,5 persen menjadi 2 persen.

Peningkatan kasus diabetes terbanyak terjadi di Jakarta dengan prevalensi mencapai 3,4 persen. Kasus obesitas pun naik dari 10 persen pada 2008 menjadi 21 persen tahun ini.

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) MPH, menjelaskan, pencegahan penyakit kronis bisa dimulai dari hal sederhana, yakni memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Saat kekurangan air, tubuh mengompensasi dengan mensekresikan hormon vasopresin yang diproduksi hipofisis posterior di otak. Hormon ini membuat produksi urine sedikit dan darah mengental.

“Jika produksi hormon vasopresin meningkat, maka hormon lain yang erat hubungannya dengan stres, seperti adrenokortikotropik hingga kortisol juga meningkat. Ini memicu terjadinya resistensi insulin dan peradangan organ dalam. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang (10 sampai 20 tahun) akan memicu masalah ginjal dan diabetes,” urai Budi.

Para ibu diminta membiasakan anak-anak minum air putih. Jangan sampai anak kurang asupan air putih dan dehidrasi, yakni minum kurang dari 1,2 liter per hari. Anak usia 4 sampai 6 tahun, kata Budi, mesti mengonsumsi minimal 1,6 liter atau 6 gelas air putih tanpa gula. (ra/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*