mad-at-kidJika kita mengatakan kepada anak kita, “Kamu anak yang jelek”, atau “Kamu anak yang nakal”, atau juga “Kamu anak yang tidak patuh”, si anak akan menganggap ungkapan itu sebagai gambaran sebenarnya tentang dirinya. Kemudian ia akan merasa benar jika melakukan sesuatu yang sesuai dengan julukan yang disandangkan kepada dirinya. Sebaliknya, jika Anda mengatakan kepadanya, “Anak baik seperti kamu tidak akan melakukan perbatan seburuk itu”, atau “Kamu adalah anak pemberani, berakhlak, dan terpelajar”, semua itu memberikan isyarat positif yang sangat tepat bagi anak Anda.

Rasa takut yang menghantui anak-anak kebanyakan disebabkan orang dewasa. Ketika Anda mengatakan, “Jangan takut tidur di tempat yang gelap”, kalimat itu sesungguhnya mengisyaratkan bahwa ada hal yang menakutkan dari tempat yang gelap.

Oleh karena itu, kita harus selalu menggunakan isyarat-isyarat positif terhadap anak. Masih banyak orang tua yang membicarakan perihal anaknya, sementara si anak mendengar percakapan itu. Lain halnya jika yang dibicarakan itu adalah hal-hal positif tentang anak. Misalnya, “Kalau mau tidur, si Salim tidak pernah merepotkan. Anaknya kalem.” Isyarat positif itu akan memberi pengaruh positif pada kehidupan anak dan perilakunya. (liputanislam.com)

*dikutip dari buku “20 Kesalahan dalam Mendidik Anak” oleh Muhammad Rasyid Dimas.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL