ketoJakarta, LiputanIslam.com– Sering disebut diet low carb high fat atau LCHF, metode diet Ketogenic  adalah metode diet yang mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat; umumnya kurang dari 20 gram sehari dan malah memperbanyak makanan berlemak, agar tubuh kita berada dalam keadaan ketosis.

Keadaan ketosis adalah ketika tubuh tidak lagi menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi, melainkan menggunakan menggunakan ketone. Ini adalah asam dalam darah yang dihasilkan tubuh, hasil pembakaran lemak ketika kita tidak lagi mengonsumsi karbohidrat atau gula. Dengan keto diet, selain diminta mengonsumsi karbohidrat secara minimum, kita diharapkan memberi asupan lemak yang cukup tinggi pada tubuh. Tujuannya untuk membantu agar tubuh terdukung lebih cepat untuk kebutuhan Anda sehari-hari.

Tunggu dulu, asupan lemak tinggi? Rasanya sulit menghapus dogma yang dihantamkan oleh media dan petugas kesehatan yang sejak dulu mengatakan kalau lemak tidak baik untuk dikonsumsi. Malah lemak berbahaya dan bisa menyebabkan kegemukan dan tersumbatnya pembuluh darah, ujungnya adalah sakit jantung koroner.

Pikir ulang semua kepercayaan itu, karena menurut Nina Teicholz di bukunya The Big Fat Surprise, rekomendasi untuk mengonsumsi diet rendah lemak dan tinggi “serat dan karbohidrat kompleks” ternyata basisnya sangat lemah. Dan melihat keadaan kesehatan masyarakat Amerika serikat sejak piramida makanan (yang bercermin dari pola makan tersebut) dilansir USDA pada 1982, obesitas justru semakin banyak. Keadaan kesehatan bukannya membaik malah semakin buruk, tidak hanya di Amerika tapi juga di seluruh dunia.

Apa kelebihan dari melatih tubuh dengan menggunakan ketone sebagai “bahan bakar” tubuh, dan bukan glukosa? Ketika tubuh membakar gula, cadangan energy kita hanya-lah gula yang kita konsumsi dan disimpan tubuh setelah disintesa oleh insulin. Begitu habis, kita akan merasa lapar dan perlu makan gula kembali untuk mendapatkan energi. Karena begitu cadangan habis, tubuh kita tidak terlatih untuk menggunakan lemak yang ada di tubuh sebagai energi. Karena itu selama kita masih mengonsumsi karbohidrat (yaitu tak lain dan tak bukan adalah gula), lemak di tubuh kita tidak akan berkurang. Jangan terbuai dengan janji karbohidrat kompleks, karena hasil akhir ketika diurai di dalam tubuh kita tetap saja gula, hanya proses penguraiannya yang lebih panjang.

Kelebihan lain diet keto disebutkan dalam buku Keto-Adapted oleh Maria Emmerich yang mengatakan bahwa sistem pencernaan akan membaik, energi bertambah, dan kulit akan terlihat lebih cerah. (ra/ dewimagazine)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL