polisi jual bakso

Sumber foto: Vivanews

LiputanIslam.com — Brigadir Wawan Mulya, demikian dia disebut telah setahun lamanya melakoni dua profesi, yaitu anggota polisi dan tukang bakso.

Berjualan bakso terpaksa dia lakukan karena gajinya sebagai polisi tak cukup membiayai obat anaknya, Rema Akelia. Sejak lahir sembilan lalu, kelenjar tiroid anak perempuannya itu tak berfungsi. Gangguan ini baru diketahui saat Rema berusia tiga tahun.

Akibat penyakitnya ini,  pertumbuhan tulang dan juga syaraf  si kecil sangat terpengaruh, seperti yang disampaikan Wawan.

Wawan dan istrinya harus terus membawa Rema berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Sekali membawa ke dokter, Wawan harus menyiapkan uang Rp3 juta untuk obatnya. Gajinya yang sebesar Rp2,4 juta sebulan tidak cukup untuk membeli obat untuk anaknya.

Kalau tak ada usaha sampingan, Wawan tak yakin bisa membiayai pengobatan anak semata wayangnya itu. Apalagi, harga-harga kebutuhan pokok pun serba naik. “Kalau tidak punya usaha sampingan, bagaimana nasib anak saya,” ujarnya sambil menitikkan air mata.

Akhirnya, Wawan dan istrinya pun kemudian membuka warung di depan rumahnya untuk berjualan bakso, nasi goreng, hingga sate. Wawan sengaja memilih waktu berjualan sore hari selepas jam kantor, untuk menggantikan istrinya Lala (30) yang berjualan baso sejak pagi pukul 09.00 WIB.

“Saya hanya berharap usaha saya tetap lancar, agar anak saya bisa segera disembuhkan dengan memenuhi kebutuhan obatnya,” kata Wawan. Sumber: Vivanews (LiputanIslam.com/ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL