kanker payudaraLiputanIslam.com — Kanker payudara dan kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang penduduk di Indonesia, dan jumlah penderitanya di berbagai rumah sakit menunjukkan angka tertinggi. Pada awal tahun 2014, berdasarkan Sistem Informasi RS (SIRS), jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap pada kanker payudara terbanyak yaitu 12.014 orang (28,7%) dan kanker serviks 5.349 orang (12,8%).

Apa penyebab kanker payudara?

Gaya hidup moderen dengan makanan yang serba praktis dan siap saji disinyalir menyebabkan peningkatan terjadinya kanker. Oleh karena itu, pencegahan kanker payudara bisa dilakukan lewat pola makan.

Makan dan minum adalah bagian penting dalam kehidupan kita. Bahan yang terkandung dalam makanan dan minuman itu mempengaruhi kesehatan kita. Ketika sedang sakit seperti kanker payudara atau melindungi diri dari kanker payudara, tentu kita harus memperhatikan asupan setiap hari.

Para ahli gizi merekomendasikan pola makan dengan gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan. Mereka menganjurkan kita agar mengonsumsi makanan bervariasi setiap hari dengan jumlah secukupnya untuk mendapatkan tubuh sehat. Makanan itu juga tak pernah melupakan sayuran dan buah yang kaya akan serat, vitamin dan mineral.

Fahma Sunarja, ahli gizi senior dari Parkway Cancer Center Singapore punya 10 rekomendasi untuk mengurangi risiko kanker. “Rekomendasi ini terkait dengan lemak tubuh, aktivitas fisik, makanan kaya energi, makanan dari tumbuhan serta makanan dari hewan, minuman beralkohol, suplemen diet dan makanan awetan,” ujarnya, seperti dilansir Kompas, 23 Februari 2015.

Berikut ini adalah langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah kanker payudara:

Lemak Tubuh
Pembatasan konsumsi lemak diperlukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Para ahli percaya bahwa penurunan konsumsi lemak dapat memperlambat perkembangan kanker payudara. Kurangnya konsumsi lemak ini membatasi kebutuhan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumor.

Lemak tubuh bukan hanya didapat dari konsumsi makanan berminyak. “Kelebihan konsumsi karbohidrat akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak,” kata Fahma. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan konsumsi karbohidrat harian kita. Sering tanpa disadari kita mengasup terlalu banyak nasi, gula, mie dan tepung-tepungan.

Hidup Aktif
Gaya hidup yang malas bergerak akan membuat tubuh jadi mudah gemuk. Fahma menyarankan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. “Hindari gaya hidup yang jarang bergerak,” katanya.

Hindari Makanan Kaya Energi
Jenis makanan kaya energi ini harus diakui sangat disukai kebanyakan orang. Makanan seperti ini hanya memberi energi secara instan tapi miskin gizi. Kalau kebanyakan, badan jadi mudah gemuk. “Jenisnya berupa makanan kaya gula dan lemak seperti yang ada di restoran fast food. Juga makanan berminyak yang digoreng secara deep fried,”ujar Fahma. Jenisnya seperti kentang goreng kesukaan Anda, bisa juga berupa tempe mendoan atau tahu goreng.

Hindari Makanan Awetan
Makanan yang termasuk jenis ini adalah makanan yang diawetkan dan diasinkan. “Batasi makanan yang diproses seperti sosis, nugget dan lain-lain. Hindari zat penyebab kanker bernama aflatoksin yang ada di kacang. Hindari juga sereal yang sudah berjamur,” kata Fahma.
Waspadai juga ikan atau daging yang diawetkan karena mengandung N-Nitroso. Dalam jangka panjang tentu zat ini merugikan kesehatan.

Perbanyak sayur dan buah
Sajian yang disarankan untuk buah dan sayur adalah dua porsi buah dan dua porsi sayur. “Makan dari sumber tumbuhan itu kaya akan fitokimia, karotenoid dan serat,” kata Fahma. Semua zat gizi itu berguna membantu tubuh memerangi zat radikal bebas yang merugikan kesehatan tubuh kita.

Batasi konsumsi makanan bersumber hewani
Untuk melindungi tubuh dari kanker, Fahma menyarankan agar kita membatasi konsumsi makanan bersumber hewan dengan kandungan lemak tinggi. Boleh konsumsi daging namun dipilih yang tidak berlemak. Sedangkan untuk susu, ia menyarankan konsumsi susu rendah lemak.

Suplementasi vitamin dan mineral
Sumber gizi terbaik untuk tubuh kita tetap berasal dari tanaman segar. “Coba penuhi kebutuhan gizi dari makanan segar, bukan dari pil suplemen. Usahakan kita memvariasikan makanan setiap hari agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi,” kata Fahma. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL