SickBabyLiputanIslam.com–Ayah Bunda sering mengompres anak-anaknya ketika demam panas. Biasanya, Ayah Bunda mengompres dengan cara menempelkan kain lap atau handuk kecil di dahi. Sebelumnya, kain itu direndam di dalam air dingin, bahkan kadang dengan air es. Atau, kadang Ayah Bunda menggunakan alat bantu Plester Kompres Jel Dingin yang lebih praktis. Tapi rupanya, cara tersebut tidak tepat.

Seperti dilansir kompas.com, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, dr Herbowo Soetomenggolo, SpA, menjelaskan, untuk mengatasi demam sebaiknya lakukan kompres dengan air hangat. Caranya, rendam kain handuk atau washlap dalam air hangat, lalu gunakan untuk mengompres pada area leher, bukan dahi. Cara lain, gunakan washlap yang direndam di air hangat untuk membasuh seluruh badan, bukan hanya bagian tertentu saja.

“Di badan kita ada reseptor yang memberi tahu otak bahwa badan sedang demam atau tidak. Kalau kompres dingin yang diberikan, hanya suhu kulit dingin. Otak berpikir tubuhnya dingin sehingga otak tidak memerintahkan melepaskan zat-zat yang bisa menurunkan demam,” jelasnya.

Mengapa area leher yang harus dikompres? Karena di area inilah terdapat pembuluh darah terbanyak, selain daerah lipatan seperti ketiak. Saat demam, area tubuh yang terdapat pembuluh darah inilah yang semestinya dikompres, bukan dahi.

Selain itu Ayah Bunda perlu juga mengenali jenis-jenis  demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain obat dari dokter, dapat dibantu dengan kompres. Sedangkan demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 38°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.  (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*