Foto: www.kesekolah.com

Foto: www.kesekolah.com

LiputanIslam.com – Kemandirian perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Namun banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mengajarkannya. Berikut ini delapan tips yang bisa digunakan supaya anak bisa segera melepaskan ketergantungannya kepada orang tua.

Jadilah zona nyaman. Sebagian anak mencoba hal baru tanpa rasa takut, sementara sebagian lain memilih untuk mundur karena mereka malu atau tidak mau mencoba melakukan apapun hingga merasa yakin 100 persen bahwa mereka dapat melakukan hal tersebut dengan benar. Ubah harapan Anda untuk mengakomodasi anak yang pemalu. Daripada Anda terganggu karena si kecil terus memegang kaki Anda di kelas senam, misalnya, lebih baik Anda biarkan dia duduk di pangkuan Anda hingga dia merasa nyaman meskipun hal itu memakan beberapa sesi laihan. Jika Anda tidak memaksa, Anda memberi ruang bagi anak untuk memahami konsep mencoba sesuatu yang baru. Dan ketika saatnya tiba, dia akan memiliki kepercayaan diri untuk menjajal gerakan-gerakan senam.

Sentuhan imajinasi. Jika Anak takut dengan kegelapan atau monster itu karena kemampuan kognitifnya belum cukup matang untuk berpikir logis. Namun Anda bisa memetik keuntungan dari imajinasi liar anak untuk membantu dia mengatasi rasa takut. Tanyakan kepada si balita atau anak yang lebih besar, “Apa warna rasa takutmu?” dan “Apa warna rasa beranimu?” Lalu katakan kepada dia setiap kali dia merasa takut, dia bisa menarik napas dan mengisi tubuhnya dengan warna berani. Visualisasi warna berfungsi sebagai tameng penangkal rasa takut, plus tarikan napas dalam dapat mengurangi stress dan melepaskan serotonin (senyawa kimia yang membawa rasa bahagia).

Tanamkan etika. Anak si kecil sedang dalam tahap belajar membedakan hal yang benar dan yang salah, dan memahami alasan orang merasa sedih. Namun butuh keberanian untuk menyuarakan sesuatu yang dia yakini benar ketika semua orang di sekitarnya melakukan hal-hal yang sebaliknya. Anda bisa membantu dengan memuji si kecil ketika dia membela temannya yang sedang dijahili atau dia mengembalikan mainan kepada pemiliknya.

Pupuk keberanian sebelum tidur. Ini memang terdengar aneh, tapi motivator dan trainer performance Jim Fanin mengatakan, kiat berikut sangat manjur bagi anak usia 2 tahun ke atas. Ketika Anda menidurkan anak dan dia sudah nyaris tertidur bisikkan kalimat ini dengan suara rendah ke telinga anak: mama…percaya…kepadamu. Keesokan pagi sapa dia dengan pesan ceria seperti, “Selamat pagi juara.” Ulangi kiat tersebut tiga hingga empat kali dalam satu minggu. Studi menunjukkan bahwa pikiran paling mampu menyerap sugesti positif sesaat sebelum tidur.

Daripada memaksa anak memasuki suasana baru, lebih baik biarkan dia mencoba lebih dulu. Jika dia canggung bertemu teman baru, buat kelompok bermain yang terdiri atas teman lama dan teman baru. Si kecil tidak suka makanan baru? Hidangkan menu baru selain menu favorit anak. Rasa kedekatan menciptakan jaring pengaman emosional bagi anak yang tertutup.

Biarkan dia punya benda kesayangan. Secara alami Anda ingin si kecil merasa nyaman keluar rumah tanpa membawa selimut atau boneka favoritnya dan tentu saja, Anda tidak ingin benda itu hilang entah kemana. Namun sebenarnya Anda bisa membiarkan dia membawa sahabat dekat kemana pun dia mau selama membutuhkannya. Benda-benda tersebut memberikan kekuatan melawan rasa takut. Mengenakan kostum atau jubah dan bahkan bicara dengan teman khayalan juga punya dampak yang sama. Anda hanya perlu mengawasi si benda kesayangan agar tidak tertinggal.

Lewat permainan. Petak umpet adalah permainan sempurna untuk membantu anak mengatasi ketakutan terpisah dan menghadapi hal yang tidak terduga. Permainan itu membawa anak selangkah meninggalkan rasa nyaman.

Dengarkan dia. Daripada membujuk anak melakukan olahraga baru atau menaiki sepeda minta dia memaparkan alasan ketidakinginannya mencoba. Dengarkan tanpa perlu menghakimi atau mencoba mengubah pola pikirnya. Cobalah berkata,”Mama lihat kamu begitu takut menurutmu apa yang mungkin terjadi?” Dengan membiarkan dia menyatakan perasaannya, Anda telah membantu dia mengembangkan kesadaran emosional sehingga dia mampu membuat keputusan dengan penuh percaya diri. Langkah tersebut membangun jalan menuju kehidupan yang mandiri, bertanggung jawab dan penuh petualangan. (ba/LiputanIslam.com)

Disalin dari artikel http://parentsindonesia.com

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL