tas-gucciLiputanIslam.com–Bunda, jangan mudah tergiur merk mewah dan terkenal ya! Tidak dijamin, tas yang sangat mahal pasti terbuat dari bahan yang memang mahal. Siapa sangka, tas mahal bermerk Gucci yang harganya hingga belasan juta ternyata dibuat di Tiongkok dan menggunakan bahan seharga 24 Euro.

Berdasarkan program dokumenter yang ditayangkan oleh televisi Italia, RAI, terungkap bahwa para perajin Gucci di Tiongkok dipaksa bekerja tiga kali lipat dari jam kerja normal demi memenuhi permintaan aksesori dari konsumen. Aturan resmi waktu kerja para perajin ini adalah empat jam per hari.

Seperti diberitakan Kompas, dalam film dokumenter itu juga terungkap bahwa material yang digunakan untuk tas Gucci hanya senilai 24 euro atau lebih kurang Rp 365 ribu. Padahal Gucci membanderol koleksinya rata-rata dengan harga 1000 dolar AS atau setara dengan Rp 15 juta.

Mengenai hal ini, perwakilan Gucci mengatakan bahwa para perajin mereka yang berada di Tiongkok tersebut adalah karyawan kerja lepas dan dipekerjakan oleh yayasan penyalur tenaga kerja bernama Mondo Libero. Nah, yayasan inilah yang memaksa perajin bekerja selama 14 jam dalam satu hari untuk menyelesaikan pesanan berupa tas tangan.

Pihak Mondo Libero yang diwakili oleh Aroldo Guidotto berdalih bahwa mereka tidak tahu menahu soal hal ini. Sebab, proses dan kontrak tenaga kerja lepas diurus oleh manajemen lokal yang kemudian memberikan laporan hasil akhir pada Mondo Libero.

Namun demikian, Gucci menegaskan bahwa kantor pusat mereka di Italia siap membayarkan ganti rugi pada pihak perajin yang merasa dirugikan akibat eksploitasi waktu kerja. Untuk itu, Gucci akan melakukan investigasi menyeluruh agar tidak terjadi hal serupa di waktu mendatang.

Bukankah lebih baik membeli tas produksi dalam negeri, Bunda? (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*