Anak-anak di Jakarta bermain-main saat banjir

Anak-anak di Jakarta bermain-main saat banjir

LiputanIslam.com — Entah karena sudah terbiasa, kadangkala banjir yang terjadi di Jakarta ataupun wilayah-wilayah lainnya di Indonesia disikapi dengan biasa-biasa saja oleh warga. Bahkan tak jarang, kita menemukan anak-anak yang menjadikan banjir sebagai kesenangan sendiri. Dengan bertelanjang dada, mereka bermain-main diantara genangan air bersama teman-temannya.

Apakah hal itu berbahaya?

Tentu saja! Pada bulan Februari 2015, jumlah kasus penyakit kencing tikus (leptospirosis) di DKI Jakarta meningkat. Dan hal ini selalu terulang tiap bulan Februari. Penyebabnya, karena bulan Februari merupakan puncak musim hujan dan sering terjadi saat banjir melanda Ibu Kota.

Kepala Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi, Jumat (13/2/2015), menjelaskan, ada satu kasus leptospirosis di Jakarta Barat pada banjir tahun ini. Adapun pada Februari 2013 jumlah penyakit kencing tikus sebanyak 31 kasus. Seperti dilaporkan Kompas, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya yang berjumlah 0-27 kasus.

Pada Februari 2014, jumlah penyakit kencing tikus sebanyak 69 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya yang berjumlah 0-16 kasus.

Leptospirosis wajib diwaspadai karena menular melalui air atau tanah yang tercemar urine hewan. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan ginjal, gangguan jantung, keguguran, dan menyebabkan kematian.

Jakarta Barat adalah wilayah yang paling rawan penyakit tersebut. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Dewi Setiasari, mengatakan, kasus leptospirosis terjadi berulang dari tahun ke tahun. Wilayah yang paling rawan adalah Kalideres dan Cengkareng karena ada banyak gudang.

Seseorang yang terluka dan berkontak langsung dengan air yang terkontaminasi kuman leptospira dapat terancam penyakit leptospirosis. Masa penularan penyakit ini biasanya 7-10 hari. Pasien akan mengeluh gejala panas dingin, kulit ngilu di bagian otot, nyeri betis, ada bercak-bercak merah, dan mata menjadi kuning.

Bagaimana cara mencegahnya?

Dewi mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, antara lain menghindari bermain air pada saat banjir. Saat banjir, warga lebih baik menggunakan sepatu sebagai pelindung.

Jadi, Ayah, Bunda dan seluruh rakyat Indonesia, sebisa mungkin, hindarilah bermain-main di dalam kubangan air kotor saat banjir. Mencegah, lebih baik daripada mengobati, kan? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL