muslim-childrens-in-usLiputanIslam.com–Akhir-akhir ini banyak berkembang metode pendidikan anak (parenting), antara lain hypnoparenting. Apakah yang dimaksud hypnoparenting itu?

Hypnoparenting terdiri dari dua suku kata yaitu hypnosis dan parenting. Hypnosis adalah fenomena alamiah yang dialami oleh setiap manusia, yang mengacu pada proses penurunan kesadaran. Sedangkan parenting adalah segala sesuatu hal yang berhubungan dengan cara orang tua mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Jadi, hypnoparenting adalah suatu ilmu yang menggabungkan pengetahuan mendidik dan membesarkan anak dengan metode hipnosis.

Kita tidak bisa mendidik anak, hanya berdasarkan pengetahuan cara mendidik orang tua kita atau berdasarkan perkataan teman dan tetangga. Mengapa demikian? Karena kondisi dan lingkungan saat ini berbeda dengan keadaan kita dahulu. Dan yang paling utama, terutama karena setiap anak merupakan pribadi yang unik.

Menurut Ariesandi Setyono, penulis Buku Hypnoparenting (seperti dikutip seputaranakdankeluarga.com), kunci proses pendidikan anak sebenarnya terletak pada kualitas pemikiran anak. Yang kemudian ditentukan oleh proses “pemrograman” pikiran yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan terhadap anak.

Orang tualah yang bertanggung jawab apabila anak berlaku kurang baik, seperti berbohong, tidak percaya diri, tidak sopan, tidak mempunyai motivasi dan perilaku negatif lainnya. Karena sikap dan tingkah laku orang tua sebagai programmer, akan menjadi program pikiran bagi anak, baik yang positif maupun yang negatif.

Hampir 90% pikiran anak-anak didominasi oleh pikiran bawah sadarnya. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk membentuk program bawah sadar anak. Berikut ini, beberapa cara hypnoparenting yang dapat dilakukan oleh orang tua :

  1. Biasakan berkomunikasi dengan anak menggunakan kata-kata positif yang membangun.
  2. Hargai apa yang telah dilakukan oleh anak. Penghargaan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.
  3. Gunakan bahasa tubuh yang mendukung ucapan orang tua. Tataplah matanya, sentuh bahunya atau tangannya. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua tulus mengatakannya.
  4. Bertindaklah konsisten dengan ucapan yang telah diberikan pada anak. Ketika orang tua meminta anak belajar dan tidak menonton TV, sebaiknya orang tua pun tidak menonton TV.
  5. Orang tua jangan malu meminta maaf bila melakukan kesalahan, karena meminta maaf adalah hal positif yang perlu dicontohkan.

Sementara itu, Septian el Syakir, penulis buku Islamic Hypnoparenting menjelaskan bagaimana mendidik anak dengan teknik hypnoparenting dengan menggunakan Rasulullah sebagai role model (teladan) bagi anak. Caranya, dengan mengenalkan anak kepada Rasulullah melalui cerita-cerita, kata-kata sugesti, dan mengarahkan agar anak menjadikan Rasulullah sebagai idolanya. Sehingga akhlak anak, insya Allah, akan mengikuti akhlak Rasulullah. Antara lain metode yang diajarkan Septian dalam bukunya adalah repetition, yaitu dalam mendidik anak, ortu harus melakukan metode-metode yang baik secara konsisten, berulang-ulang, tanpa kenal lelah. (dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL