love3LiputanIslam.com — Pertengkaran dalam rumah tangga dapat diibaratkan sebagai hentakan-hentakan perjalanan. Jika mengendarai mobil atau motor di atas jalan yang mulus, justru pengendara sering dininabobokkan atas kenyamanan itu. Oleh karena itu, tak sedikit kecelakaan disebabkan faktor human error alias kesalahan manusia, seperti mengantuk, kurang hati-hati, atau tidak menaati rambu lalu lintas. Dengan kondisi kenyamanan itu, justru tersimpan bahaya yang luar biasa.

Berdasarkan kondisi itu, seakan kita perlu bersyukur jika kita mengendarai kendaraan di atas jalanan yang berbatu. Hentakan-hentakan itu justru dapat menyadarkan pengendara agar mata selalu mewaspadai situasi. Pengendara tidak akan mengebut sekaligus mengawasi situasi jalanan tanpa menoleh kanan-kiri. Begitulah analogi untuk menggambarkan sebuah keluarga.

Berikut beberapa tips agar istri betah berada di rumah:

1. Tanyakan Keinginan Istri
Biasanya istri merasa malu untuk meminta sesuatu secara langsung kepada suami. Sang istri hanya bersikap pasif seraya menunggu suaminya untuk menanyakan keinginannya. Oleh karena itu, seyogyanya suami bersikap aktif seraya menanyakan keinginan istrinya. Cobalah bincang-bincang dibuka tanpa disertai sikap arogan karena takut harga dirinya jatuh. Suami yang baik justru berani membuka diri atas beragam permintaan yang disampaikan istrinya.

2. Berikanlah Kejutan Kepada Istri
Setiap keinginan tidak harus dituruti seketika. Keinginan istri itu pun dapat dilakukan pada waktu tertentu, semisal ulang tahun tengah malam, diajak memilih keinginannya dan lain-lain. Pada intinya, hadiah itu diberikan untuk memberikan kejutan sehingga istri mendapatkan perhatian “plus” dari suaminya. Dengan hadiah istimewa pada kesempatan istimewa, tentu hadiah itu akan memberikan efek istimewa pula.

3. Hargai Kinerja Istri
Kesalahan atau kekurangan sangat mudah ditemukan. Kita tak boleh menutup mata bahwa semua manusia pasti memilikinya. Oleh karena itu, hendaknya suami tidak mudah mencacat pekerjaan sang istri. Seburuk apapun kinerja istri, hendaknya suami menghargai kinerja istrinya seraya berkenan memberikan pujian atau sanjungan. Jika toh ditemukan kekurangan, hendaknya suami menyampaikan kekurangan itu pada saat yang tepat, seperti sambil bercanda, membetulkan kesalahan di depan istri, atau mengajak istri untuk melihat kesalahan itu secara tidak langsung sambil bepergian.

4. Jalin komunikasi
Apapun yang terjadi dalam rumah tangga, baik suami maupun istri tidak boleh diam saja, semua harus dikomunikasikan, meskipun pahit. Sebab kejujuran dan keterbukaan adalah kunci sukses dalam berumah tangga. Jika istri adalah ibu rumah tangga, suami hendaknya selalu menelpon istri dari tempat kerjanya, walaupun hanya sekedar menanyakan “Sudah makan?” dan lain sebagainya. (ba)

Sumber: Istriku Bidadariku

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL