Jakarta, LiputanIslam.com—Menjalani ibadah haji yang panjang dan melelahkan memang beresiko kesehatan yang buruk bagi para jemaahnya seperti masalah dehidrasi. Maka dari itu, kini di Arab Saudi, diadakan gerakan minum bersama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul akibat dehidrasi.

Tim Dokter Jaga KKHI Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Edy Ramdhani, mengatakan gerakan minum bersama akan diterapkan kepada jemaah calon haji Indonesia setiap dua hingga tiga jam.

“Nanti di setiap kloter akan diberikan penguatan seperti itu sehingga dengan minum bersama konsumsi cairan benar-benat bisa diukur dan dilakukan,” katanya.

Pihaknya melihat ada kecenderungan selama ini jemaah calon haji asal Indonesia kurang sadar untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup. Padahal asupan cairan sangat diperlukan, terlebih saat puncak musim haji 2019 ini diperkirakan suhu panas ekstrem akan terjadi hingga lebih dari 50 derajat Celsius.

Ungkapan senada juag disampaikan Novita Silvana yang juga Tim Dokter Jaga KKHI Mekkah. Menurutnya, gerakan minum bersama harus menjadi bagian tak terpisahkan dan disadari bersama oleh jamaah calon haji Indonesia.

“Jangan nunggu haus dan jangan takut sering kencing,” kata Novita.

Beberapa tips yang disampaikan oleh KKHI yakni jemaah harus mampu mengelola dan mengukur kemampuan diri serta mengatur dengan baik aktivitas fisik, terlebih yang memiliki penyakit bawaan.

“Gunakan selalu alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata, dan sandal,” katanya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya jemaah calon haji untuk selalu mengonsumsi buah dan sayur yang disediakan katering resmi.

“Seringkali mereka tidak makan buahnya, mereka simpan dan akhirnya tidak terkonsumsi, padahal ini harus dimakan. Dan jangan lupa untuk konsumsi kurma,” katanya. (ra/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*