bad-moodJakarta, LiputanIslam.com– Mood yang jelek di pagi hari tentunya bukan awal yang bagus untuk memulai hari. Anda akan sulit berkonsentrasi ketika bekerja, tak fokus saat belajar atau mudah marah kepada orang lain.

Mood jelek di pagi hari tak hanya berhubungan dengan kondisi psikologis Anda di hari sebelumnya. Beberapa penelitian menyebut kebiasaan yang dilakukan setelah bangun tidur juga menentukan mood Anda untuk satu hari.

Lalu, apa saja kebiasaan buruk yang membuat mood jelek di pagi hari? Berikut 3 di antaranya:

1. Cek ponsel saat bangun tidur

Menurut psikolog di Cherry Hil, New Jersey, Joanna Kleinman, PhD ketika seseorang memeriksa ponselnya di pagi hari, maka secara tidak langsung ia merangsang pikirannya untuk melakukaan sebuah penilaian atau kritik. Baik email, pesan teks, atau pesan suara menurut Kleinman memaksa seseorang untuk menanggapi atau mengatur hal tersebut.

“Bahkan ketika Anda membuka halaman Facebook lalu melihat info terbaru tentang aktivitas teman Anda, bisa saja Anda membandingkan diri dengan kehidupan orang lain dan itu merangsang kecemburuan. Pastinya, hal itu tidak baik untuk kondisi psikologis Anda bukan?” tutur Kleinman.

2. Salah pilih pakaian

Sekelompok peneliti di University of Queensland mengamati bagaimana pakaian yang digunakan bisa meningkatkan emosi seseorang. Pemimpin studi, Dr Alastair Tombs mengatakan cukup banyak orang yang mengatakan pakaian bisa mengubah suasana hati mereka. Misalnya, ketika bangun tidur mood dirasa jelek, dengan memilih pakaian kesukaan, setidaknya mood mereka menjadi lebih baik.

konsultan pencitraan Julie Zanes mengatakan ia selalu meminta kliennya untuk memanfaatkan pakaian yang dinilai bisa memberi energi positif dan membuat pemakainya senang. Dengan begitu, ketika mood dirasa tidak baik, minimal pemilihan pakaian bisa memperbaiki suasana hati Anda kala itu.

“Kadang saat bangun tidur orang tidak merasa baik. Jika seperti itu, saya mendorong klien saya untuk menggunakan pakaian yang bisa membuat mereka lebih baik, entah itu pakaian favoritnya, pakaian yang penuh kenangan, atau pakaian yang jika digunakan bisa membuat ia dipuji orang lain. Dengan begitu, dampak terhadap harga diri si pemakai bisa dirasakan dan emosi negatif yang ada bisa berubah menjadi energi positif. Di mana hal ini pun berpengaruh pada kinerja orang tersebut selama satu hari ke depan,” papar Zanes.

3. Kurang makan serat

Prof Gary L Wenk, PhD dari Ohio State University and Medical Center mengatakan bahwa sebenarnya, pengaruh asupan makanan terhadap mood’ seseorang sangat besar.

Mereka yang sering mengonsumsi daging, susu dan memiliki kandungan lemak dalam darah yang tinggi rata-rata memiliki mood yang jelek. Sementara mereka yang mengonsumsi lebih banyak air, serat, magnesium dan mineral lainnya memiliki mood yang lebih bagus.

Prof Wenk menyimpulkan bahwa makanan yang tinggi serat serta kecukupan kebutuhan air memiliki peranan penting dalam menjaga mood seseorang tetap bagus. Ia pun menyarankan agar orang yang moodnya sering jelek untuk lebih banyak memakan sayur dan buah agar tak depresi di masa depan. (ra/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL