Oleh : Ardat Ahmad*

ardatMatematika adalah ilmu pengetahuan yang yang timbul karena adanya aktivitas manusia, fikiran manusia yang dinyatakan dalam bahasa simbol. Cara kerja matematika meliputi tahap observasi, menebak, menguji hipotesis, mencari analogi, dan akhirnya merumuskan teorema-teorema. Matematika merupakan suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika dan intuisi, analisis dan kontsruksi, generalitas dan individualitas, serta mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis.

Pada bagian kedua telah dijelaskan bahwa tujuan  dari penciptaan manusia adalah menjadi khalifah Allah. Dalam pandangan falsafah asfar al-arba’ah, Mulla Sadra mengatakan bahwa ada empat perjalanan yang harus dilakukan oleh manusia dalam rangka mencapai tujuan menjadi manusia sempurna (insan kamil). Menjadi khalifah Allah berada pada perjalanan keempat. Perjalanan pertama hingga perjalanan keempat merupakan pelaksanaan syariat Islam dan pengenalan terhadap Allah. Pengenalan terhadap Allah tersebut dapat dilakukan dengan akal atau tafakur maupun syuhud atau penyaksian. Upaya mengenal Allah melalui akal mengharuskan akal tersebut benar-benar terlatih sehingga mampu mentafakuri alam semesta serta juga mampu memahami dan menyusun proposisi-proposisi logis untuk menjelaskan keberadaan alam semesta dan Penciptanya.

Sebagai ilmu yang memegang cara berfikir deduktif matematika memberikan sumbangan pada Islam melalui latihan berfikir logis dan sistematis dalam melihat permasalahan. Dalam Islam ketaatan seseorang ditentukan kelurusan akal mereka.

Dalam Islam, banyak terdapat aktivitas maupun syariat yang mengharuskan pemahaman matematika yang baik untuk dapat melaksanakan syariat tersebut dengan tepat. Beberapa aktivitas maupun syariat Islam yang menghendaki pengetahuan matematika yang baik bagi seorang muslim diantaranya adalah:Ketika akan melaksanakan shalat seorang muslim harus mengetahui kemana arah kota Ka’bah yang menjadi kiblat setiap muslim dalam melaksanakan shalat. Dalam menentukan arah kiblat tersebut, selain ilmu astronomi seorang muslim juga harus mengetahui trigonometri yang merupakan cabang matematika yang membahas pengukuran sudut. Kita bisa membayangkan bagaimana pembangunan mesjid di seluruh dunia tanpa pengetahuan ilmu ukur sudut untuk mengetahui kemana arah kiblat.

Cabang matematika geometri, memberikan sumbangsih dalam terbentuknya bangunan mesjid. Berkembangnya matematika dalam dunia muslim pada abad pertengahan yang menjadikan fokus pembahasan pada permasalahan geometri seperti Omar Khayam menunjukkan kesadaran dari para ahli matematika muslim bahwa geometri merupakan cabang matematika yang terpenting dalam dunia islam.

Dalam karya seni lukisan, terciptanya objek dengan nol dimensi melalui vanishing point (titik-titik yang semakin lama semakin hilang) menyebabkan gambar dua dimensi dapat menjadi tiruan sempurna dari gambar tiga dimensi. Pengetahuan tersebut memberikan sumbangan pada pembuatan gambar miniatur bangunan dalam kegiatan arsitektur bangunan mesjid maupun bangunan lainnya.

Aritmatika dan aljabar memberikan sumbangan dalam pelaksanaan hukum mawaris dan pemberian zakat.  Apabila kita melihat pada cabang matematika yang dikembangkan oleh ahli matematika muslim kita akan menemukan cabang-cabang yang menjadi bahasan mereka menyangkut pada cabang-cabang yang di pandang memiliki nilai praktis untuk kemajuan Islam pada saat itu. Cabang-cabang matematika tersebut memberikan kemudahan bagi dunia Islam dalam melaksanakan syariat agama dan menambah keimanan kepada Allah. Jadi tidak heran apabila setiap ahli  matematika muslim juga merupakan ulama yang juga ahli dalam  bidang fiqih dan lainnya.  Sehingga dapat disimpulkan perkembangan matematika di dunia Islam pada abad pertengahan begitu pesat di antaranya karena umat Islam menyadari bahwa matematika memiliki nilai praktis bagi pelaksanaan syariat Islam.

Salah satu menyebabkan perkembangan matematika di dunia Islam dikarenakan matematika melatih kemampuan berfikir seorang muslim, dan Islam sangat menganjurkan agar seorang muslim kuat dalam berfikir, seperti dalam fiqih ada cara penentuan hukum dengan cara membandingkan suatu kondisi dimana hukumnya telah terdapat dengan kondisi yang akan ditentukan hukumnya sehingga didapat hukum yang baru. Matematika juga dipandang perlu untuk mengasah kemampuan berfikir logis dan berargumentasi filosofis. Interaksi yang terjadi antara dunia Islam dengan Yunani menyebabkan filsafat Yunani berkembang pesat di dunia Islam, pada saat yang sama para ilmuwan Islam melihat bahwa matematika adalah sarana yang tepat untuk mengasah akal sehingga mampu berfikir sesuai argumentasi logika.

Singkatnya, para ahli matematika Islam tersebut menyadari bahwa matematika dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah melalui pengenalan Allah melalui dalil akal. Karena Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini tidak lain adalah untuk mengenal keagungan dan kekuasaan Allah yang diaplikasikan melalui ibadah kepada-Nya. Dalam konteks ini berarti semua yang kita lakukan untuk mengenal Allah adalah ibadah. Ilmu yang di tujukan untuk mengenal Allah adalah ibadah, karena semua aktivitas yang kita lakukan dengan tujuan untuk mengenal Allah adalah ibadah.

Karena itu, seharusnya, tidak ada satu aktivitaspun yang kita lakukan yang tidak berujung pada pengenalan pada kebesaran dan keagungan Allah. Karena seorang muslim ketika melakukan sesuatu maka semakin bertambahlah keimanannya kepada Allah yang disebabkan karena ia merasa semakin mengenal akan keagungan Allah. Dan ternyata semakin tinggi pengenalan seseorang terhadap kekuasaan Allah, maka pada saat itu juga ia akan semakin haus akan pengenalan terhadap Allah dan semakin merasa sebagai orang masih perlu harus terus mengenal Allah. Sehingga usaha dan perjuangannya dalam pengenalan kebesaran dan kekuasaan Allah tidak pernah surut, justru semakin bertambah. Jadi mempelajari matematika adalah ibadah yang bisa mendekatkan diri seorang muslim kepada Allah. (hd/liputanislam.com)

*Ardat Ahmad adalah dosen Pendidikan Matematika UIN Sumut

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL