ular 2Peristiwa luar biasa yang tidak berdasarkan pada sebab-sebab yang lazim dan alamiah dapat bersumber dari empat hal, yaitu :

  1. Ruh, yaitu substansi non-material yang berhubungan dengan jasad. Jika ruh manusia memiliki keyakinan dan kemauan yang kuat maka akan mampu memunculkan suatu kejadian sesuai dengan yang dikehendakinya.
  2. Jin atau setan, yang merupakan makhluk non-material yang diberikan beberapa kemampuan untuk melakukan peristiwa-peristiwa luar biasa, seperti sihir.
  3. Malaikat, yang juga makhluk non-material yang diberikan tugas mengatur tatanan alam semesta.
  4. Iradah Allah (iradah rabbaniyah) yang tidak terbatas dan tidak kondisional. Kekuatan yang lahir dari iradah rabbaniyah mengalahkan segala kekuatan lainnya.

Mukjizat pada hakikatnya merupakan kemampuan Nabi yang dengan kedekatannya pada Allah swt mampu melakukan tindakan luar biasa. Jika melihat keempat sumber di atas, maka kekuatan luar biasa yang dilakukan nabi dapat bersumber dari tiga hal yaitu ruh, malaikat, dan iradah rabbaniyah. Hanya saja, perbuatan yang dilakukan oleh ruh dan malaikat tersebut bersifat terbatas dan pengaruhnya sangat kondisional (mahdudat al-quwwah muqayyad al-atsar), Sedangkan iradah rabbaniyah yang merupakan kehendak suci yang dipenuhi dengan keyakinan kepada Allah dan hanya bergantung pada Allah yang bersifat tidak terbatas dan tidak kondisional. Dan mukjizat lebih berhubungan pada iradah rabbaniyah meskipun pelaksanaannya adakalanya berhubungan dengan para malaikat dan ruh.

Dengan demikian, mukjizat ini bisa terjadi setidaknya melalui beberapa cara diantaranya :

  1. Kerjanya malaikat yang merupakan sebab bagi peristiwa-peristiwa di alam dunia, sehingga siapa yang dekat dan bisa berhubungan dengan malaikat tersebut akan mendapat bantuan untuk membuat peristiwa-peristiwa yang luar biasa di alam dunia.
  2. Dipercepatnya waktu kejadian untuk terealisasinya mukjizat dikarenakan kondisi yang sangat mendesak sehingga terlihat luar biasa. Seperti berubahnya tongkat Nabi Musa as menjadi ular, yang mana Nabi Musa as melakukannya dengan waktu yang sekejap.

Sebagai ilustrasi kita dapat menjelaskan peristiwa mukjizat Nabi Musa as, yang merubah tongkat menjadi ular besar, sebagai berikut :

“Satu fenomena dapat muncul dengan dua jalan: sebab alami dan sebab non alami. Karena itu, berubahnya tongkat menjadi ular besar juga dapat dijelaskan dengan dua jalan tersebut, yaitu :

  1. Melalui sebab-sebab alami, yakni dengan berlalunya masa, jejak dan reaksi-reaksi alami (sepeti membusuk dan kemudian tumbuh tanaman yang dimakan ular), maka tongkat itu mengalami keadaan yang memungkinkan untuk menjadi ular, karena sudah di makan ular. Kemudian Allah swt, menambahkan rupa dan nyawa sehingga menjadi ular secara nyata. Ini bukanlah mukjizat, sebab bisa dilakukan oleh siapapun.
  2. Melalui sebab-sebab non-alami, yakni tongkat itu berpotensi menjadi seekor ular, melalui ruh nabi yang kuat dan kehendak serta keyakinan pasti seorang nabi yang menyebabkan potensi itu teraktual pada tongkat tersebut. Maka pada saat itu juga, dengan waktu yang singkat tongkat berubah menjadi ular dengan izin Allah swt. Inilah mukjizat para Nabi.

Jadi, para nabi dengan ruh yang suci dan keyakinan yang tidak tercemari dengan keraguan mampu melakukan perbuatan luar biasa serta mukjizat dengan izin Allah Swt. Keyakinan ini sama sekali tidak syirik dan tidak pula bertentangan dengan status kehambaan para Nabi itu. Karena, meskipun mukjizat merupakan tindakan dan urusan nabi secara langsung dan dengan kehendaknya, tetapi dalam mewujudkannya kerealitas nyata, nabi tidaklah mandiri, melainkan dengan izin dan kehendak serta pertolongan Allah swt.Allah berfirman : “Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah…” (Q.S. al-Mukmin: 78).

Nabi Isa as misalnya, sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran, dengan tegas mengatakan bahwa atas izin Allah swt, ia dapat menciptakan burung, menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit.Allah berfirman : “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu akau membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit belang; dan aku menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. (QS. Ali Imran :49). (hd/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL