Oleh : Ibnu L’ Rabassa

Hadad Alwi dan Sulis - Cinta Rasul (http://leojuliawan.com)Saat ini, cukup gencar kampanye pengkafiran terhadap Syi’ah yang dilakukan oleh pengikut-pengikut Wahhabi. Slogan #Syi’ahKafir tak laku, lalu diganti dengan slogan #Syi’ahBukanIslam yang memiliki makna yang sama.

Bagi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), adanya beragam macam aliran Syi’ah memiliki tingkat penyimpangan yang berbeda-beda sehingga Aswaja tidak mengkafirkan secara membabi buta seperti yang dilakukan orang-orang jahil dari Wahhabi.

Sikap anti Syi’ah yang berlebihan membuat mereka phobia terhadap hal-hal dianggap dekat, mirip atau seakan-akan Syi’ah. Bahkan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) sudah sangat sering pula dituduh sebagai Syi’ah oleh mereka, baik terkait dengan Asyuro, Maulid Nabi, dan sebagainya.


Lagu “Indung-Indung” yang dituduh syi’ah

Phobia akut mereka bahkan ditunjukkan dengan menuduh lagu “Indung Indung” sebagai lagu Syi’ah yang menjelekkan Sayyidatuna ‘Aisyah hanya karena ada penyebutan nama Siti Aisyah dalam lirik lagunya. Sebagaimana disebarkan dalam situs Wahhabi syiahindonesia.com . Padahal sebagai diketahui, nama Siti Aisyah sudah sangat membumi di Nusantara atau Melayu sehingga dipakai oleh siapapun, termasuk dalam sajak, puisi dan lagu.

Umat Islam perlu memahami, bahwa tuduhan seperti itu hanya muncul akhir-akhir ini seiring dengan proyek Wahhabi kampanye kafirkan Syi’ah secara membabi buta. Ini adalah proyek untuk menciptakan konflik sektarian di Nusantara seperti di Timur Tengah yang tak pernah berkesudahan dan membawa penderitaan umat manusia. Lirik lagu “Indung-Indung” sejak lama tak pernah dikait dengan Syi’ah, kecuali oleh Wahhabi akhir-akhir ini. Sebaliknya lagu tersebut mendapat sambutan baik dari orang-orang Islam di Indonesia karena indahnya lirik dan nasehat yang terkandung dalam isi liriknya.

Indung-Indung
Cipt. Ilin Sumantri

Indung Indung Kepala Lindung

Hujan Di Udik Di Sini Mendung

Anak Siapa Pakai Kerudung

Mata Melirik Kaki Kesandung

La Haula Wala Kuwwatta

Mata Melihat Seperti Buta

Tiada Daya Tiada Upaya

Melainkan Tuhan Yang Maha Esa

Aduh Aduh Siti Aishah

Mandi Di Kali Rambutnya Basah

Tidak Sembahyang Tidak Puasa

Di Dalam Kubur Mendapat Siksa

Duduk Goyang Di Kusi Goyang

Beduk Subuh Hampir Siang

Bangunkan Ibu Suruh Sembahyang

Jadilah Anak Yang Tersayang

Lagu “Ummy” yang Dituduh Syi’ah Dan Syirik

Bukan hanya lagu “Indung-Indung” yang dituduh Syi’ah tetapi juga lagu favorit umat Islam, khususnya anak-anak, berjudul “Ummy” yang di Indonesia dibawakan oleh Haddad Alwi dan Sulis juga tidak luput dari tuduhan, bahkan dituduh bermuatan syirik.

Hal itu sebagaimana disebarkan di facebook wahhabi Asrizal Nasution (Pekan Baru) https://www.facebook.com/photo.php?fbid=789063494483331&set=a.253955207994165.61810.100001390620797&type=1  . Lagu “Ummy” dituduh Syi’ah hanya karena dibawakan oleh Haddad Alwi yang dianggap Syi’ah oleh mereka, dan ada situs Syi’ah yang juga memuat lantunan lagu tersebut.

Mereka tidak mengerti bahwa syair lagu “Ummy” sifatnya umum, siapapun yang merasa sebagai anak pasti akan menyajung ibundanya dan senang dengan lagu tersebut, kecuali mungkin sebagian jahil anak-anak remaja Wahhabi yang memang dalam banyak kasus sampai ada yang membid’ah – sesatkan orang tuanya sendiri. Anak seperti itu tentu tidak akan memahami makna cinta seorang anak kepada ibunya. Lebih jauh lagi, sebagian Wahhabi memang ada yang anti terhadap lagu.

Di mata wahhabi, lagu sanjungan dan pujian seorang anak kepada ibunya itu berubah menjadi lagu Syi’ah berbau syirik yang harus diwaspadai. Untuk semakin menyakinkan umat Islam, Wahhabi lalu menakwili makna “Ummy” yang berarti Ibundaku dengan berarti Fathimah (Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra, purti Nabi Muhammad SAW). Tentu saja, takwilan / tafsiran yang konyol dan mengada-ada.

Lirik Lagu “Ummy”

امي يالحنا اعشقه

امي امي

امي يالحنا اعشقه ونشيداً دوماً انشده

في كل مقام اذكره واضل أضل اردده

امي ياروحي وحياتي يابهجة نفسي ومناتي

انسي في الحاضر والاتي انسي في الحاضر والاتي

الله تعالى اوصاني في الجهر ووقت الإعلان

بالبر لك والاحسان بالبر لك والاحسانِ

اسمك منقوشٌ في القلب حبك يهديني في درب

ودعائي يحفظك ربي ودعائي يحفظكِ ربِ

Tuduhan mengandung syirik tentu karena mereka tidak memahami lirik lagu, mereka tidak memahami sastra dalam bait-bait lagu sebab mereka sangat tekstualis. Lebih jauh lagi, nampak banyak kekeliruan dalam menterjemahkan. Misalnya sebagaimana dikomentari oleh anggota LBM NU Surabaya,

“انسي في الحاضر والاتي Diartikan: Aku lupa saat hadir dan akan datang…. Hehehe terlalu tampak tak faham belajar bahasa sastra Arab. Disitu saja sudah keliru, apalagi tuduhan syiriknya“, tulis Ust. M. Ma’ruf Khozin.

Tidak menutup kemungkinan, bait-bait dalam banyak lagu-lagu yang mengungkapkan rasa cinta seorang kekasih kepada kekasihnya pun akan mereka anggap syirik. Sebagai contoh, seorang pecinta yang berkata kepada kekasihnya “Duhai sandaran hatiku, kaulah belahan jiwa, aku tak mampu hidup tanpamu”, bisa jadi di syirikkan juga oleh orang jahil Wahhabi.

Itu karena mereka tidak paham bahasa cinta, sehingga ungkapan “Duhai ruh/jiwaku, duhai hidupku” dalam lagu ‘Ummy”, mereka anggap syirik. Dan ungkapan ” حبك يهديني في درب / Cintamu telah menunjukkanku/membimbingku pada sebuah jalan yag terang” pun mereka anggap ghuluw. Mungkin mereka butuh sebuah pelajaran lain, seperti kehilangan kedua orang tua atau orang-orang yang mereka sangat cintai disekitar mereka, barulah mereka bisa merasakan hidup.


Lagu “Ya Thaibah” yang juga dituduh sy’ah dan syirik

Ternyata lagu “Ya Thaibah” juga tidak luput dari tuduhan sesat dan syirik Wahhabi. Bahkan lagu itu dituduh sebagai lagu Syi’ah hanya karena dibawakan oleh Haddad Alwi dan Sulis secara tidak lengkap. Memang, sangat disayangkan pemotongan yang dilakukan dalam album Haddad Alwi dan Sulis.

Tetapi versi lengkap lagu Ya Thaibah juga terdapat pujian terhadap Sayyidina Abu Bakar al-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khaththab, Sayyidina Utsma bin Affan dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, serta Sayyidina Hasan wal Husain. Maka jelas bukanlah lagu milik Syi’ah.

يَا طَيْبَةْ

يَا طَيْبَةْ 2 يَا ذَوَالعَيَانَا # أُسْتُغْنَاِلكَ وَالْهَوَى نَدَانَا
سَيِّدِيْ يَا اَبَا بَكْرٍ # حُبُكُمْ فِى الْقِيَامِ ذُخْرِىْ
يَا عُمَرْ اِقْضِهِ بِعُمْرِىْ # وَكَذَا يَا سَيِّدِيْ يَا عُثْمَانْ
صَاحِبُ الْقَبْضَةِ اْلَاصْلِيَّةْ # وَذَوِى الْبَهْجَةِ السَّنِيَّةْ
وَلَهُ الرُّتْبَةُ الْعَالِيَّةْ # مَنْ اِلَيْهِ بَابُ الرَيَّانْ
يَا عَالِى يَا ابْنَ اَبِىْ طَالِبْ # مِنْكُمُ الْمَصْدَرُ الْمَوَاهِبْ
هَلْ تُرَا هَلْ اُرَى لِحَاجِبْ # عِنْدَكُمْ اَفْضَلُ الْغِلْمَانْ
اَسْيَادَ الْحَسَنْ وَالْحُسَيْنِ # اِلَى النَّبِيْ قُرَّةُ عَيْنِيْ
وَيَا شَابَ الْجَنَّتَيْنِ # جَدُكُمْ صَاحِبُ الْفُرْقَانْ
وَصَلَاةُ اللهِ تَعَالَى # عَلَى مَنْ كَلَّمَ الْغَزَالَةْ
وَاْلآل اَصْحَابِ الْكَمَالْ # وَالْاَصْحَابِ مَنْ عَلَوْ شَانَا

Kita nantikan saja orang-orag lebay lainnya, lagu apa lagi yang akan dituduh syi’ah, disyirikkan dan disesatkan oleh wahabi. Mungkin nanti lagunya Benyamin Sueb yang berjudul “Fatimeh” juga akan difitnah oleh Wahhabi karena dala lagunya ada bait “Fatimeh jande mude…. Fatimeh jande kaye….Bikin rusak ati pemude….”. [sumber]  Sedangkan salah satu putri Nabi bernama Fatimah Az-Zahra’.

Mungkin pula, nanti lagu Sulis lainnya dalam Album Cinta Rasul 1 yang berjudul “Shalawat Badar” akan disyirikkan dan disesatkan oleh Wahhabi, atau lagu Ya Nabi Salam Alaika dan Ya Rabbii Bil-Musthofa disesatkan karena mengandung tawassul kepada Nabi Muhammad Saw.  Atau dalam Album Cinta Rasul 2, yang berjudul Ya Abaz-Zahro, Nurul Musthofa, Ya Sayyidi Ya Rasulullah, Annabiy Shollu ‘Alaih, dan Assalamu ‘Alaik aka disesatkan oleh Wahhabi karena tidak sesuai dengan paham mereka.

Gunakanlah anugerah akal yag telah diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya, jangan mengikuti orang-orang sakit yang masih butuh berobat dan bertaubat untuk memperbaiki pemahamannya. (hd/liputanislam)

*sumber: http://www.muslimedianews.com/2015/04/astaghfirullah-lagu-indung-indung-ummy.html#ixzz3XqFS1C65

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL