Oleh : Ja’far Umar

ja'farDi dalam al-Quran al-Karim, Allah SWT menyeru kepada hamba-hambanya agar menjauhi perbuatan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Tidak hanya itu, Allah SWT menjanjikan kepada hamba-Nya bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukan hamba-Nya ketika para hamba-Nya tersebut menjauhi dosa-dosa besar. Allah SWT berfirman, :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S. An-Nisa: 48).

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (Q.S. An-Nisa: 31)

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga); (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan-mu) ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (Q.S. An-Najm: 31-32)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, secara tegas dapat dikatakan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukan para hamba-Nya, ketika para hamba-Nya menjauhi dosa-dosa besar. Dalam kasus dosa besar, Allah SWT tetap memberikan ampunan asalkan hamba-hamba-Nya telah bertaubat sebelum hamba tersebut mati.

Sementara itu, Nabi Muhammad SAW telah merinci sejumlah dosa-dosa besar, di mana setiap Muslim wajib menjauhinya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yakni:

Dari Abu Hurairah, katanya: “Rasulullah SAW bersabda “Jauhilah 7 macam dosa besar yang membinasakan”. “Apa saja wahai Rasulullah?”, tanya para sahabat. Rasulullah SAW menjawab, “menyekutukan Allah, menyihir, membunuh tanpa alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita yang baik berzina. (H.R. Bukhari dan Muslim).(Al-Baghawi1993: 32).

Demikianlah bahwa ada tujuh macam dosa besar yang mesti dijauhi oleh setiap Muslim. Sementara itu, menurut riwayat dari Ibn ‘Abbas, sebagaimana dikutip Az-Zahabi (1993: 1) bahwa dosa-dosa besar itu berjumlah 70 macam. Tujuh puluh macam dosa besar tersebut tertera di dalam al-Quran maupun hadits.

Tujuh puluh macam dosa-dosa besar tersebut, sebagaimana dikatakan az-Zahabi ini, antara lain adalah menyekutukan Allah SWT, membunuh manusia, sihir, meninggalkan shalat, tidak mengeluarkan zakat, tidak berpuasa pada bulan ramadhan, tidak berhaji bagi yang mampu, durhaka kepada orang tua, memutuskan hubungan silaturahmi, zina, homoseksual, memakan harta anak yatim, senggama melalui dubur istri, berdusta atas nama Allah, melarikan diri dari medan perang, pemimpin yang menipu dan kejam terhadap rakyatnya, sombong, bersaksi palsu, minum khamar, judi, tuduhan zina terhadap perempuan baik-baik, menipu harta rampasan perang, pencurian, perampokan, sumpah palsu, zalim dan perbuatan kejam, pemungut bea cukai yang tidak amanah, memakan makanan yang diperoleh dengan jalan haram, bunuh diri, berkata dusta, hakim durhaka, menyuap dalam masalah hukum, wanita menyerupai lelaki dan lelaki menyerupai perempuan, menjadi mucikari, cinta buta.

Berikutnya adalah, tidak bersuci sehabis buang air, riya, mempelajari ilmu untuk dunia, berkhianat, mengungkit-ungkit pemberiannya kepada orang lain, mengingkari takdir, mencari kesalahan orang lain, fitnah, mengutuk orang Islam, ingkar janji, percaya dukun, durhaka terhadap suami, gambar pada baju, tembok, dan batu yang diperintahkan untuk disingkirkan, menampar pipi sambil meratap ketika ditimpa musibah, mengganggu orang lain, berbuat buruk terhadap orang lemah, istri, dan binatang, mengganggu tetangga, menyakiti dan memaki orang Islam, durhaka terhadap hamba Allah, berpakaian untuk sombong, lelaki yang memakai emas dan sutera.

Selanjutnya adalah, budak yang melarikan diri dari tuannya, menyembelih untuk selain Allah, menyebut sebagai ayahnya pada orang yang bukan bapaknya, memusuhi orang lain, enggan memberikan kelebihan air, mengurangi takaran dan timbangan, merasa aman dari kemurkaan Allah, putus asa dari rahmat Allah, meninggalkan shalat jum’at, meninggalkan shalat jama’ah, mengurangi wasiat, menipu, memata-matai orang Islam dan membeberkan rahasianya, dan mencela sahabat nabi. Demikian tujuh puluh dosa besar yang mesti dijauhi oleh umat Islam.(Az-Zahabi, 1993: 1)

Sebagaimana dijelaskan kedua ayat al-Quran di atas, ketika seorang Muslim menjauhi dosa-dosa besar di atas, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dibuatnya. Dari sini, muncul sebuah pertanyaan bahwa jika Allah SWT menjamin bahwa setiap hamba yang menjauhi dosa-dosa besar, dan Allah SWT akan menghapus-kan dosa-dosa kecilnya, maka bagaimana setiap hamba melakukan dosa besar?. Apakah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya tersebut atau tidak?.

Jawaban atas pertanyaan di atas sangat jelas bahwa Allah SWT akan mengampuni setiap dosa para hambanya, baik dosa-dosa besar maupun dosa-dosa kecil. Namun dengan catatan bahwa setiap hamba-Nya harus bertaubat atas segala dosanya sebelum hamba tersebut menghadapi sakaratul maut. Sebab, sebagaimana dinyatakan dalam Q.S. An-Najm: 31 di atas, Allah SWT memberikan ampunan seluas-luasnya kepada para hambanya yang bertaubat. (hd/liputanislam.com)

*Ja’far Umar adalah kandidat doktor UIN Sumatera Utara

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL