takfiriIslam adalah agama dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman, di dalam perjalanan sejarah, Islam merupakan satu agama yang besar memiliki berbagai metode dan cara menyampaikan risalah Tuhan oleh para Nabi-Nabi-Nya, sudah barang tentu kita ketahui para Nabi-Nabi itu memiliki penerus-penerus untuk menyampaikan tugasnya kepada seluruh umat manusia.

Islam adalah agama yang berisi dengan petunjuk-petunjuk agar manusia secara individual menjadi manusia yang baik, beradab, dan berkualitas, selalu berbuat baik sehingga mampu membangun peradaban yang maju, sebuah tatanan kehidupan yang manusiawi dalam arti kehidupan yang adil, maju bebas dari berbagai ancaman, penindasan, dan berbagai kekhawatiran.

Islam merupakan agama dakwah, dakwah merupakan aktivitas yang sangat penting dalam Islam. Dengan dakwah Islam dapat tersebar dan diterima oleh manusia. Sebaliknya, tanpa dakwah Islam akan semakin jauh dari masyarakat dan selanjutnya akan lenyap dari permukaan bumi. Dalam kehidupan masyarakat, dakwah berfungsi menata kehidupan yang agamis menuju terwujudnya masyarakat yang harmonis dan bahagia. Ajaran Islam yang disiarkan melalui dakwah dapat menyelematkan manusia dan masyarakat pada umumnya dari hal-hal yang dapat membawa pada kehancuran. Karena pentingnya dakwah itulah, maka dakwah bukanlah pekerjaan yang dipikirkan dan dikerjakan sambil lalu saja melainkan suatu pekerjaan yang telah diwajibkan bagi setiap pengikutnya.

Dengan merujuk kepada al-Qur’an dan al-Hadist, dalam al-Qur’an terdapat banyak ayat yang secara implisit menunjukkan suatu kewajiban melaksanakan dakwah, antara lain surah an-Nahl ayat 125, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S. an-Nahl : 125)

Ayat di atas di samping memerintahkan kaum muslimin untuk berdakwah sekaligus memberi tuntunan bagaimana cara-cara pelaksanaannya yakni dengan cara-cara pelaksanaannya yakni dengan cara-cara pelaksanaannya yakni dengan cara yang baik yang sesuai dengan petunjuk agama. Di samping ayat-ayat Alquran, banyak juga hadist nabi yang mewajibkan umatnya untuk amr ma’ruf nahi munkar, antara lain hadist populer bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya, jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya; dan jika tidak sanggup, maka cegahlah dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Saat ini, Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar umat manusia di dunia, jumlahnya sekitar seperempat dari jumlah seluruh manusia. Mayoritasnya berada di wilayah Timur Tengah atau wilayah Arab, wilayah Asia terutama Asia Tenggara, Afrika, dan juga dibeberapa wilayah Eropa, Rusia dan pecahannya, dan Amerika.

Di Indonesia khususnya, Umat Islam menjadi mayoritas dan digambarkan sebagai kumpulan pemeluk yang relatif homogen, yaitu umumnya terdiri dari kaum Sunni (ahlussunnah wa al-jama’ah), bahkan hanya dari mazhab Syafi’i. Meskipun tampilnya beberapa organisasi keagamaan dan gerakan Islam, seperti Muhammadiyah, NU, al-Irsyad, Persis, Alwasliyah, HTI, Ijabi, Salafi, DDI, dan lain-lain, ditambah dengan bergulirnya reformasi di Indonesia membuat corak pemeluknya menjadi sedikit lebih berwarna. Namun tidak mengubah kesan homogenitas ke-mazhaban (sunni) di Indonesia.

Memang ada indikasi bahwa aliran Syiah pernah muncul di sebagian daerah tanah air seperti sering digambarkan dari adanya kesan budaya di beberapa daerah di Indonesia, seperti adat perayaan Tabut di Pariaman, Sumatera Barat. Di samping ada petunjuk bahwa kelompok Muslim tertentu, seperti “kaum Alawi” Indonesia konon dari semula adalah penganut setia aliran Syiah. Namun jelas bahwa munculnya Syiisme dalam percaturan keagamaan di Indonesia relatif dianggap “barang baru”, sehingga kebanyakan kaum Muslim Indonesia tidak mengenal struktur pemikiran syiah dan terkesan menganggapnya aliran baru yang merusak pemahaman Islam Indonesia, padahal kasus syiisme di Indonesia, bisa dibilang relatif sedikit, dan seringkali hanya menjadi komoditas orang-orang tertentu yang dibesar-besarkan.

Munculnya perbincangan sekitar syiah dan sunni, tidak lepas dari pergeseran politik dunia Islam yang dengan timbulnya Revolusi Iran menjadikannya salah satu ikon rujukan gerakan Islam kontemporer, dalam pergumulannya melawan hegemoni Barat. Sampai saat ini, kita melihat gerakan revolusioner di Timur Tengah masih terus berlangsung di beberapa negaranya seperti Irak, Suriah, Yaman, Libya, Mesir, dan lainnya, dan karena pada dasarnya, setiap Revolusi adalah bersifat anti kemapanan (establishment), maka bagi masyarakat Indonesia terutama pemerintahnya yang karena berbagai faktor obyektif sekelilingnya, relatif mengedepankan kestabilan dan ketertiban, maka sederetan peristiwa revolusi di luar negeri akan diamati secara kritis sekaligus was-was, khususnya jika mengandung kemungkinan mempunyai dampak ke dalam negeri sendiri. Sederetan revolusi di berbagai negara yang ada di Timur Tengah, memang mengandung kemungkinan mempunyai dampak ke dalam negeri Indonesia, karena revolusi itu dilancarkan atas nama agama Islam, dan kebanyakan rakyat Indonesia mayoritasnya beragama Islam.

Dalam situasi ini, untuk menjaga stabilitas politik dan keagamaan, dengan mengedepankan dakwah yang mengandung persatuan Islam, sekaligus penguatan ke-Indonesia-an dalam bingkai NKRI adalah hal harus diperhatikan oleh semua kelompok gerakan dan ormas keislaman di Indonesia, yang dengan begitu, insya Allah, negara kita akan menjadi negara Islam terbesar dengan stabilitas politik dan keagamaan serta perkembangan intelektual yang maju, jaya, dan menjadi uswatun hasanah bagi negara-negara Islam lainnya. Karena itu, pemerintah, organisasi Islam, dan masyarakat harus dengan jeli mengawasi setiap kelompok dan gerakan Islam, yang berdakwah dengan mengedepankan permusuhan sektarianisme, konflik, dan kekerasan, bahkan makar terhadap negara dengan mengatasnamakan agama. Kita harus mengamputasi setiap model dakwah dan gerakan seperti ini. (hd/liputanislam.om)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL