org tuaaPerintah untuk memperhatikan kedua orang tua jika keduanya mencapai usia lanjut dan berkata dengan lemah lembut, tidak membentak apalagi menghardiknya, menjadi kekhususan, sebab mereka berdua secara fisik sudah semakin lemah dan banyak membutuhkan perhatian serta bantuan orang lain, khususnya bantuan dari anak-anaknya. Sebagaimana mereka merawat, memperhatikan dan mendidik anak-anaknya ketika masa kecil dahulu, di mana seorang anak sama tidak berdayanya dan membutuhkan bantuan kedua orang tuanya.

Dari penjelasan tersebut, menunjukkan wajibnya memuliakan, merawat, berkata lemah lembut saat bergaul dan menemani kedua orang tua disepanjang waktunya. Inilah makna dari firman-Nya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Sementara Ibnu Katsîr berpendapat tentang makna firman-Nya: “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya.” Maksudnya ialah Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua setelah perintah untuk berpegang teguh pada tauhîdullâh disebabkan kedua orang tua menjadi sebab terlahirnya manusia. Bapaknya memberi nafakah untuknya, sementara ibunya memberi kasih sayang untuknya, sebagaimana firman Allah: “dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Ayat tersebut di atas menunjukkan perintah yang berbanding lurus dengan ayat sebelumnya (al-Ankabût: 8), yakni perintah untuk menyayangi, mengasihi dan berbuat kebaikan kepada kedua orang tua.

Sebaliknya, jika kedua orang tua itu memaksa untuk mengikuti agama mereka (musyrik), maka tidak ada lagi kewajiban mentaatinya (perintah keduanya), sebab manusia kelak akan kembali kepada Tuhannya, demikian merupakan maksud dari firman-Nya: “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. hanya kepada-Ku-lah kembalimu.”

Ketiga, dalam bentuk perintah untuk bersyukur. Allah Swt. berfirman: Artinya: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, karena hanya kepada-Ku-lah kembalimu.”  (QS. Lukman : 14)

Ulama salaf berbeda pendapat mengenai Lukman, apakah dia seorang nabi atau orang saleh dan bukan termasuk nabi. Kebanyakan dari ulama salaf berpendapat, Lukman adalah orang saleh dan bukan nabi.

Lukman adalah orang yang diberi hikmah oleh Allah swt. secara khusus, yang tidak diberikan kepada orang lain pada masanya. Menurut Ibnu Katsir dengan mengutip pendapat Abdullah bin Wahab, bahwa Lukman mendapat hikmah karena beberapa hal yang dia lakukan yaitu menjaga pandangan, menjaga lidah, menjaga kesucian makanan, memelihara kemaluan, berkata jujur, memenuhi janji, menghormati tamu, memelihara hubungan baik dengan tetangga, dan meninggalkan perkara yang tidak penting.

Di dalam surat Lukman ayat 14 ia memerintahkan anaknya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Menurut Ibnu Katsir, Allah swt. memerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tua karena untuk menghormati jasa ibu yang telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, yakni semakin bertambah lemah . Selain itu juga untuk menghargai pengorbanan ibu yang telah menyapih anaknya dengan merawat dan menyusui selama dua tahun.

Ibnu Abbas dan yang lainnya menyimpulkan bahwa masa minimal kehamilan ialah enam bulan, sebab dalam ayat lain Allah swt. berfirman , “mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” Allah swt. menceritakan bahwa  perawatan ibu, keletihan, dan kesulitannya terjadi siang dan malam selama berbulan-bulan tersebut ini dimaksudkan agar anak senantiasa teringat akan kebaikan ibu yang telah diberikan kepadanya. Karena itu, Allah swt. berfirman: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya Akulah tempat kembali.”

Dengan demikian, ketika seseorang bersyukur kepada kedua orang tuanya, pada hakikatnya ia sebenarnya telah bersyukur kepada Allah swt. (hd/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL