AlquranAgama Islam saat ini sangat teraniaya. Al-Quran berikut tatanan hukumnya telah diasingkan dan dibatasi ruang lingkupnya sebatas telinga dan shalat saja. Sangat minimnya perhatian akan tatanan hukum Islam yang berkaitan dengan politik tidak menyelesaikan masalah Al-Quran dari pengasingannya. Untuk itu, membaca Al-Quran dan mengikutsertakannya dalam semua sendi kehidupan merupakan hal yang wajib. Al-Quran benar-benar wajib berperan dalam semua persoalan kehidupan. Hal tersebut tersirat di dalam ayat Al-Quran berikut: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran 3: 103).

Ayat tersebut mengajak kita untuk melaksankan undang-undang dan tatanan hukum politik yang matang. Konsekuensinya, perjalanan alam dunia berada di genggaman tangan kita. Namun, kenyataan bahwa kita telah menggampangkan Al-Quran serta ketidakpedulian kita terhadap kandungannya menjadikan perjalanan alam dunia sebagai lawan kita. Al-Quran sangat berperang dalam semua masalah, senantiasa dibaca, dan menjadi pengingat bagi semua orang di setiap tempat. Al-Quran wajib diikutsertakan dalam kehidupan setiap individu muslim tanpa terkecuali, bukan hanya bagian tertentu.

Sebagai contoh, dalam tatanan politik, Al-Quran menyuruh kita memerangi orang yang menyerang kaum muslimin. Kenyataannya pada zaman sekarang ini kita dapati Israel membantai kaum muslimin. Allah swt jauh sebelumnya telah menyuruh kita untuk memerangi para pembantai kaum muslimin secara mutlak. Sesungguhnya jika negara-negara Islam dan masyarakatnya bersandar pada agama Islam, menjadikan mutiara Al-Quran sebagai pelajaran sekaligus cahaya yang menyelamatkannya serta mau mengamalkannya, alih-alih bersandar pada dunia Timur dan Barat, maka kaum muslimin tidak akan terjerumus dan teraniaya dalam tawanan Zionis, tidak menjadi incaran pesawat tempur Amerika.

Agama Islam dan sejarah para nabi tidak berbeda jauh dari kita. Coba perhatikan apakah Islam datang untuk menakut-nakuti umat manusia atau melalaikan tanggung jawabnya? Ataukah Al-Quran justru kitab yang memberikan semangat juang tanpa rasa takut dan gemetar sedikit pun dalam memerangi orang-orang musyrik yang menindas seperti dalam firman-Nya “… Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya.” (QS. At-Taubah: 9:36).

Sebenarnya musuh-musuh Islam mengetahui bahwa agama merupakan suatu kebutuhan yang pokok. Mereka juga mengetahui bahwa Al-Quran merupakan fondasi, sandaran, dan referensi dalam semua masalah tanpa terkecuali. Andaikata kaum muslimin berpegang teguh serta konsekuen menjalankan ajarannya, dunia beserta isinya akan merasakan ketenangan dan ketentaraman karena berada di tangannya. Sebagaimana kita ketahui, musuh-musuh Islam sangat berambisi penuh untuk menguasai dunia beserta isinya. Hal ini telah disinggung Al-Quran bahwa Allah tidak akan membiarkan orang kafir memegang tampuk kekuasaan dunia seluruhnya untuk menguasai kaum mukminin, “Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’ : 141).

Karena itu, musuh-musuh Islam berusaha menjauhkan umat Islam dari Al-Quran yang memberikan spirit perjuangan dan penguasaan bumi secara manusiawi dan penuh perdamaian. Ketika musuh-musuh Islam membaca dan mempelajari Al-Quran beserta kandungan mutiaranya, mereka sangat khawatir. Mereka berupaya agar kaum muslimin mengetahui isi kandungan Al-Quran, apalagi berpegang teguh serta berkonsekuen padanya. Untuk itulah, mereka mencurahkan segala daya upaya untuk menjauhkan umat manusia dari Al-Quran dan agama Islam. Pada intinya mereka ingin meniadakan kemuliaan dan keagungan Islam, menjauhkannya dari umat manusia, dan mengosongkannya dari hati mereka. Kemudian, mereka akan mengisinya dengan propaganda bahwa sesungguhnya Islam datang untuk mengesampingkan manusia agar para penguasa kejam dan zalim dengan leluasa memegang tampuk kekuasaan atas manusia secara keseluruhan, tanpa terkecuali. Pada hakikatnya, menurut pandagan mereka, agama samawi tidak memiliki arti dan manfaat sama sekali.

Tujuan dari ini semua adalah untuk memecah-belah kita dengan propaganda bohong yang ditujukan pada agama Islam. Masih adakah generasi kita yang menganggapnya sebagai hal sepele yang tidak berarti? Hal ini jelas telah keluar jauh dari fitrah agama Islam dan hati nurani setiap insan. Secara fitrah setiap insan ingin selalu mencari kejelasan dan kepastian terhadap sesuatu yang belum diketahui dengan jelas dan tidak begitu saja dapat menerimanya. Alangkah baiknya kita belajar untuk mengetahui kandungan agama Islam yang berfondasikan Al-Quran dan hadits. Apakah sesungguhnya yang terprogram di dalam tubuh Islam? Apakah Al-Quran membawa manusia pada ketakutan dan keterbelakangan sehingga dengan mudah bisa dikelabui dan dikuasai? Kemudian, dengan leluasanya para penguasa mewujudkan keinginannya untuk menggenggam tampuk kekuasaan yang didambakannya? Ataukah memang sesungguhnya Al-Quran jauh dari itu semua?

Menjauhnya negara-negara Islam dari Al-Quran telah mengantarkan mereka pada kesengsaraan dan kebinasaan. Hal itu menjadikan nasib kaum muslim dan negara-negara Islam terdiskreditkan dalam genggaman politik para penjajah sayap kanan dan sayap kiri. Wahai para generasi muda Islam yang mulia, wahai harapan kaum muslimin, wajib bagi kita semua untuk menyadarkan masyarakat. Kemukakan hasil-hasil konferensi para penjajah pembawa bencana. Bersungguh-sungguhlah dalam memahami agama Islam. Pelajarilah ajaran Al-Quran yang suci berikut pengamalannya. Berusahalah untuk menyebarluaskan ajaran Islam pada masyarakat serta merealisasikan tujuan Islam yang mulia. Pusatkan perhatian pada tatanan undang-undang islami dan diskusikan masalah-masalahnya. Mari kita bersihkan jiwa, bersiap siaga, bersatu, dan rapatkan barisan. Jadilah kaum cendekiawan yang berani mengorbankan dirinya untuk orang lain. (hd/liputanislam.com)     

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL