al-quranSesungguhnya agama Islam yang berlandaskan Al-Quran selalu terjaga dan tidak akan mengalami perubahan walaupun hanya satu kalimat. Al-Quran, baik secara lahir maupun batin, meliputi segala sesuatu tanpa terkecuali, kitab yang menciptakan manusia sempurna yang selalu memelihara segala sesuatu, baik yang bersifat material maupun spiritual. Al-Quran berkhidmat pada semua kebutuhan umat manusia, baik yang bersangkutan dengan kepribadian manusia itu sendiri, hubungan dengan tuhannya, masalah ilmu akidah tauhidiah, seperti sifat-sifat Allah swt. Dan hari kiamat, maupun masalah politik sosial, perkara hukum, perang menghadapi orang kafir dan sebagainya.

Di dalam Al-Quran tidak sedikit ayat yang memerintahkan umat manusia dan menganjurkan Nabi saw untuk berperang melawan orang-orang kafir dan zalim. Pada intinya kitab datang sebagai pendorong ke arah kemajuan. Oleh karena itu, merupakan suatu kewajiban untuk menjadikannya sebagai pedoman tarbiah, tarbiah Quraniah. Al-Quran merupakan kitab yang cukup konkret di alam dunia ini, terlebih mengenai masalah pendidikan. Maka, khusus hal ini harus direalisasikan, bukan seperti pendapat sebagian orang bahwa siapa yang hafal satu atau dua ayat, dia dikategorikan orang yang pintar Al-Quran dan agama Islam. Bagaimana bisa orang-orang yang tidak dapat membaca Al-Quran dengan benar dan tidak mengerti sedikit pun hukum-hukum agama Islam, seperti perekonomian secara islami dan kebudayaannya, dikatakan mengerti akan Islam? Mereka tidak mengetahui sedikit pun ilmu logika dalam agama Islam sampai-sampai mereka mengatakan bahwa ilmu logika dalam Islam tidak ada. Baikkah orang yang tidak mengerti sesuatu sedikit pun, tetapi mengaku bahwa dirinya mengerti?

Masalah ini perlu dibahas tersendiri secara khusus. Wajib dicari dalam pusat-pusat pendidikan Islam untuk secara bertahap dikembangkan ke dalam universitas-universitas melalui para ulama dan guru-guru besar. Sesungguhnya ilmu yang ada pada manusia tidak memiliki batas, begitu pula yang mendidik manusia pun tidak memiliki keterbatasan. Al-Quran yang merupakan kitab panduan dalam masalah tarbiah tidak terbatas, baik berkenaan dengan materi maupun maknawi.

Titik perbedaan antara universitas Barat dan Islam adalah pada penjabaran mata kuliah yang merupakan kurikulum agama Islam di dalam universitas. Setinggi apa pun tingkatan universitas Barat dan sedetail apa pun pengetahuannya mengenai materi, mereka tidak mampu mengarahkannya sampai tahap maknawi. Begitu juga sebaliknya, Islam yang tidak memfokuskan diri pada materi, setinggi apa pun semua ilmu kebendaan, itu bukanlah sesuatu yang dicari dan diminta. Islam menjadikan semua materi yang ada mengarah kepada Allah Yang Maha Esa dan ketauhidan.

Semua ilmu, tanpa terkecuali, yang dikembangkan dan disusun oleh universitas asing itu hanya selebar daun yang ada di alam dunia ini, bahkan lebih tipis dibanding semua dedaunan yang ada. Sesungguhnya materi secara keseluruhan sejak awal berprinsip kemaslahatan secara mutlak hingga akhirnya merupakan wujud yang satu. Adapun keunggula yang dimilikinya tidak berarti apa-apa dan semua ilmu tanpa terkecuali sangat rendah di hadapan ilmu Allah swt. Begitu pula semua makhluk alam materi sangat hina di hadapan Sang Pencipta. Perbedaan antara Islam dan selain Islam secara umum adalah bahwa Islam menginginkan latar belakang di luar ilmu alam fisik, kedokteran, teknik, dan astronomi. Seseorang yang mengetahui isi kandungan Al-Quran akan mengerti bahwa Al-Quran memakai sudut pandang maknawi untuk semua ilmu materi, bukan dari sisi pandangan materi saja.

Sesungguhnya semua macam rasionalitas ada dalam Al-Quran dan menyeru untuk mengoperasionalkannya, yakni memindahkan sesuatu dari alam indra kepada alam akal yang merupakan inti dari alam materi ini, juga merupakan bayangan dari alam akal. Karena itu, selama kita berada di alam materi maka kita akan menyaksikan bayangan ini berada pada tingkatan yang terendah. Makna yang tersirat dalam hadits, “Sesungguhnya Allah swt melihat pada alam dunia ini atau pada alam materi semenjak penciptaannya dengan pandangan rahmat”, tidaklah bertentangan dengan rahmat-Nya. Akan tetapi sesungguhnya Allah melihat kejadian di balik alam dan sesuatu yang berada di luar alam atau metafisika.

Orang-orang yang mengatakan telah mengetahui dan menguasai alam dengan berbagai jenisnya, sesungguhnya hanya mengetahui selembar daun kecil yang tidak berarti. Mereka telah merasa cukup dengan apa yang diperolehnya. Begitu pula orang-orang yang mengetahui insan dengan berbagai jensinya. Sesungguhnya mereka hanya mengerti bagian dari insan, bukan hakikat insan itu sendiri, bahkan hanya bagian dari binatang yang berbentuk insan. Mereka menyangka bahwa insan itu seperti apa yang mereka ketahui. Orang-orang yang mengatakan telah mengetahui kandungan agama Islam dengan berbagai macamnya pun hanya mengetahui setetes kecil dari agama Islam. Mereka merasa cukup dengan apa yang diketahuinya serta beranggapan telah mengetahui dan mengerti kandungan lautan agama Islam. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL