sejarah arab2. Provinsi Nejd

Nejd, yang merupakan dataran tinggi yang subur di tengah-tengah Arabia, terletak 1.200 meter di atas permukaan laut. Tiga sisinya dikelilingi padang pasir, karena itu terhindar dari serangan musuh serta pengaruh asing. Di bagian utara Nejd dibatasi oleh padang pasir Syria. Di barat, padang pasir Hijaz. Di timur, padang pasir Ahqaf. Dan di selatan oleh provinsi Yamama. Wilayah ini dulu merupakan tempat tinggal suku Bakr bin Wa’il, di bawah pimpinan Kulaib. Karena pembunuhan Kulaib, timbul perang dahsyat antara suku Bakr dan Taghlib selama empat puluh tahun.

Negara bagian Arab Kindah, yang mengaku setaraf dengan kerajaan Hirah, termasuk provinsi Nejd. Ketika Qabad, bapak dari Nausherwan masuk agama Mazdak, penguasa-penguasa Kindah (kecuali sedikit yang memihak Kaisar Persia untuk memusuhi Manadhira) juga memeluk agama itu. Akibatnya, kemudian, Kindah mengalami kemunduran. Keturunan Adnan telah menduduki Nejd sejak lama. pada periode yang lebih akhir, cabang Tai dari suku Kahlani bermukim di daerah-daerah pegunungan Nejd.

Di provinsi ini juga tinggal kaum Gatfani (kaum yang pada tahun ke-4 H mendapat hukuman dari Nabi Muhamamd). Suku-suku Hawazin dan Salim menduduki bagian barat Nejd. Salah satu marga suku Htim, juga tinggal disini.

3. Provinsi Yaman

Yaman merupakan provinsi Arabia yang paling subur dan paling berbudaya. Sebelum dan juga sesudah Islam. Yaman merupakan pusat pendidikan serta kebudayaan. Tapi, masa lampau Yaman tertutup kegelapan. Puing-puing bangunan dan benteng-benteng, yang menunjukkan kejayaan masa lampau, banyak ditemukan di daerah ini. kekaisaran-kekaisaran di sekitarnya, Roam, Persia, dan Abyssinia berkali-kali menyerbu Yaman, kadang-kadang, serbuan itu berhasil. Ahli-ahli sejarah Yunani dan Romawi mengetahui benar tentang Yaman. Dan ahli-ahli arkeologi mereka banyak menyumbangkan informasi tentang provinsi ini.

Perbatasan adiminstratif provinsi Yaman selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu, tergantung siapa yang berkuasa. Di sebelah selatan dibatasi oleh Laut Arabia. Di barat, Laut Merah. Di utara oleh Hijaz, Nejd, dan Yamama. Dan di timur oleh Oman dan Bahrain. Sepanjang pengetahuan kita mengenai masa lampaunya, dulu Yaman terbagi menjadi beberapa negara bagian. Dan beberapa suku seperti Amalek, Minae, Ad, Saba, dan suku Himyar mendirikan kerajaan-kerajaan mereka di Yaman dari masa ke masa. Suku-suku itu mendirikan bangunan-bangunan yang mengagumkan (bekas-bekasnya masih tersisa). Bendungan-bendungan dibangun disini guna mengatur aliran mata air dari gunung-gunung untuk irigasi. Yang paling termasyhur adalah bendungan Ma’rib, yang disebut-sebut dalam Quran. India, Persia, Abyssinia, Mesir, dan Mesopotamia mempunyai hubungan dengan Arabia melalui penduduk Yaman. Provinsi ini memang merupakan pusat perdagangan wewangian ke negeri-negeri maju di dunia.

Orang-orang Abyssinia, sekitar seabad sebelum Islam, menguasai dan memerintah Yaman selama tujuh puluh tahun. Akhirnya mereka disingkirkan oleh orang-orang Persia. Badhan, gubernur Persia di Yaman, memeluk Islam pada 7 H. penduduknya, yang kebanyakan orang Yahudi, menerima Islam melalui Ali bin Abi Thalib pada 10 H. Suku Yaman yang terkenal, Hamdan, kemudian juga menerima agama baru, yaitu Islam.

Sejumlah besar kota kuno Yaman hancur atau tenggelam dalam pasir. Beberapa diantaranya kembali dihuni penduduk, tetapi nama kota diganti. Luas serta kepadatan penduduknya, menurut ahli sejarah Ya’qubi, dapat dilihat dari terbaginya provinsi ini dalam 84 distrik. Distrik-distrik terkenal adalah sebagai berikut:

  1. Hadramaut. Terletak di pantai Lautan India. Batas-batasnya, sebelah utara Lautan Hindia, selatan Rub’al Khali, dan Ahqaf. Di sebelah barat, San’a. Hadramaut adalah tempat tinggal asal dari Qahtan (Yoktan atau Joktan), bapak orang-orang Arab Yaman. Perjanjian Lama menyebutkan salah seorang dari 12 putra Qahtan sebagai “Hazamaveth”. Karena itu diperkirakan, dataran ini dinamakan menurut penghuni pertamanya. Disini, sebuah negara bagian yang merdeka telah didirikan, yang secara singkat diceritakan oleh Ibn Khaldun. Hadramaut juga merupakan asal kaum Ad dan Tsamud. Tetapi kemudian Ad pindah, dan tinggal di Ahqaf.
  2. Kotakota Ahqaf. Rub’al Khali yang memanjang melalui Oman, Yamama, Bahrain, Hadramaut, dan bagian barat Yaman, tidak dapat ditinggali penduduk. Namun di daerah pinggiran terutama sepanjang tepi Hadramaut ke Najran, ditemukan bebearpa penghuni. Meskipun sekarang merupakan padang pasir, dulunya adalah tempat tinggal suku terkenal Ad yang mendapat kemurkaan Allah dan musnah.
  3. San’a. ini merupakan jantung provinsi Yaman dan pusat kebudayaan Arab kuno. San’a terletak di pantai Lautan Hindia dan Laut Merah, di ujung barat daya Arabia. Di sini suku-suku Minae, Himyar, dan Saba mendirikan kerajaan-kerajaan besar mereka, dan disinilah dibangun bendungan yang terkenal. Zafar, Uzal, dan Ma’rib merupakan pusat-pusat pemerintahan yang berbeda-beda. Ratu Shaeba juga berasal dari sini. Kastil-kastil terkenal seperti Ghamdan, Na’it, Rubdah, Sarwah, dan Madar didirikan di San’a (puing-puingnya disasksikan sendiri oleh Hamdani pada abad keempat Islam).
  4. Najran. Merupakan kota kecil antara Ahqaf dan ‘Asir. Dahulu, bajilah bin Nazar, keturunan Ismail, tinggal disini. Sebelum Islam lahir, agama Kristen dikembangkan disini oleh orang-orang Romawi dan Abyssinia. Kerajaan Yahudi di Yaman juga mencoba memasukkan agama Yahudi ke Najran, tetapi kekaisaran Kristen dari Roma dan Abyssinia selalu berhasil merintanginya.

Di Najran ada sebuah gereja yang sangat indah yang di kalangan orang Arab dikenal sebagai Ka’bah-i-Najran. Pada tahun ke-9 Hijrah, sebuah delegasi Kristen menemui Nabi Muhammad, dan mereka diizinkan menginap di masjid Nabi. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL