Provinsi-provinsi di Arabia

sejarah arabAhli-ahli geografi Arab membagi negeri mereka, kecuali Mesopotamia dan Syria Arab, ke dalam lima provinsi. Yaitu Tihamah, Hijaz, Nejd, Yaman dan Arud. Banyak ahli geografi modern menganggap Tihamah sebagai bagian dari Hijaz. Rangkaian pegunungan terbesar di Arabia, Jabalus Sarat, membentuk garis demarkasi. Rangkaian itu, yang mulai dari ujung utara (Syria) dan berakhir di ujung perbatasan Arabia (Yaman) membelah Arabia menjadi dua bagian. Bagian timur dan bagian barat.

Bagian barat, yang lebih kecil daripada bagian timur, memanjang dari perbatasan-perbatasan Syria sampai perbatasan Yaman, dan melebar dari lereng pegunungan tadi sampai ke pantai Laut Merah. Bagian ini lebih dikenal sebagai Hijaz. Tanah rendah di bagian selatan Hijaz (bersebelahan dengan Yaman) dikenal sebagai Tihamah atau Ghor (yang arti harfiahnya tanah rendah). Bagian timur, yang umumnya tinggi, meluas dari pegunungan “Sarat” ke Mesopotamia, dikenal sebagai Nejd (tanah tinggi). jalur berbukit yang terletak antara Tihamah dan Nejd disebut Hijaz karena merupakan pemisah antara kedua negeri itu (Hijaz atau Hijaz secara harfiah berarti tirai atau penghalang). Yamama, Oman, Bahrain, dan kota-kota lain yang terletak antara Irak di batas selatan Nejd dan Teluk Persia, dikenal sebagai Arud, karena seluruh jalur ini membentuk garis lengkung. “Arud” berarti garis lengkung. Bagian selatan yang memanjang dari pantai-pantai Laut Merah sampai ke pantai-pantai Teluk Oman (kecuali Hijaz dan Arud) disebut Yaman, karena tanah disitu subur dan memberkati (Yumn, berarti karunia).

1. Provinsi Arud

Provinsi ini terdiri dari tiga distrik: Yamama, Bahrain, dan Oman.

  1. Yamama. Dibatasi di bagian timur oleh Oman dan Bahrain. Di bagian selatan oleh Ahqaf (gurun pasir). Di bagian barat oleh Hijaz dan sebagian Yaman. Dan di utara oleh Nejd. Bagian utara Yamama sangat subur. Pada zaman kuno, Yamama merupakan tempat tinggal suku Tasm dan Jad. Kota-kota terkenal di distrik ini adalah Hijr (atau Qariah), dan Ja’da. Puing-puing bangunan serta benteng-benteng dari kedau suku itu masih ada di Yamama sampai zaman kelahiran Islam. Kota Hijr, yang dikenal juga sebagai Qariah, menjadi pusat kegiatan provinsi ini. Zarqa, wanita bermata biru yang konon memiliki pandangan begitu tajam sehingga dapat menerawang musuh sejauh tiga hari perjalanan (yaitu 30 mil), adalah orang Yamama. Beberapa waktu sebelum kelahiran Islam, Yamama adalah tempat tinggal suku terkenal Banu Hanifah (anak suku dari Bakr bin Wail). Seorang utusan dari suku ini menunggu Nabi pada tahun ke-8 Hijriah dan memluk Islam. Tokoh licik Musailamah yang terbunuh dalam perang pada zaman pemerintahan Abu Bakar, juga berasal dari suku ini.
  1. Bahrain. Yang juga dikenal sebagai “al-Ihsa”, adalah sebuah kota pantai. Kota ini dibatasi di sebelah barat oleh Yamama dan Teluk Persia. Di sebelah timur dengan Irak di utara, dan Oman di selatan. Seperti sudah disebutkan, Bahrain dikenal oleh karena mutiaranya. Ribuan penyelam beramai-ramai mencari benda berharga itu di pantainya, tiap tahun. Dalam sejarah kuno dikisahkan, suku Jad (yang telah menduduki Yaman setelah mengalahkan suku Tasm) diusir oleh raja Hisan dari Yamama, dan mengungsi ke Bahrain. Kemudian, suku ‘Abdul Qais (keturunan dari Adnan) berhasil menduduki kota mutiara ini. beberapa keturunan Rabi’ah juga tinggal di sini. Pada abad keenam Masehi, Bahrain berada di bawah kekuasaan kerajaan Persia. “Manadhira”, raja muda Persia untuk Irak dan sekitarnya, memerintah distrik ini. penyair Arab termasyhur, Tarafah, dibunuh di Bahrain atas pemerintah keturunan Manadhira. Pada tahun ke-6 Hijriah, penguasa Bahrain, Mundhir, putra dari Sawi, memeluk Islam beserta seluruh warga Arabnya. Seorang utusan suku Abdul Qais dari Bahrain bertemu dengan Nabi. Peristiwa paling unik yang terjadi di Bahrain pada zaman Islam, adalah suku Qaramatah (Carmathians), yang separuh Muslim dan separuh majusi, memilih tempat ini sebagai pusat kegiatan politik mereka.

 

  1. Oman. Di timur, Oman dibatasi oleh Teluk Oman. Di sebelah selatan oleh Bahrain. Di sebelah barat oleh Ahqaf. Dan di utara oleh Yaman. Daerah-daerah pantai umumnya subur dan makmur. Pegunungan terbesar di provinsi ini adalah Akhdar, dengan ketinggian 3.000 meter. Pegunungan-pegunungan Oman kaya akan barang-barang tambang, sungai-sungainya menyimpan batu-batu permata, dan lembah-lembahnya merupakan tanah subur untuk jagung, buah-buahan, serta rempah-rempah. Oman juga dikenal karena kudanya, sapi, dan domba. Ahli-ahli sejarah Arab beranggapan, nama kota Oman berasal dari Uman bin Qahtan. Tetapi menurut Kitab Perjanjian Lama, nama itu berasal dari Uman bin Lut. Keturunan suku Azd, atau Asad, tinggal disini sebelum Islam. (hd/liputanislam.com)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL