Luas Arabia.

sejarah arabAhli-ahli geografi Arab biasanya mengukir luas suatu daerah dengan waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dari satu ujung ke ujung yang lain. Abul Fida menulis dalam bukunya Taqwimul Buldan bahwa Arabia dapat dilintasi dalam waktu 7 bulan 11 hari. Arabia belum pernah diselidiki secara modern untuk kepentingan itu. Akan tetapi jelas eilayah ini merupakan negeri yang luas,lebih luas daripada Semenanjung India, dan empat kali lebih luas daripada Jerman dan Prancis. Dari utara ke selatan (yaitu Port Said ke Port Said ke Euphrate) selebar 600 mil. Total, luasnya sekitar 1.200.000 mil persegi.

Keadaan alam.

Negeri Arab yang luas yang sebagian besar tidak berpenduduk itu bertanah pasir dan bergunung-gunung. Tanah ini merupakan padang pasir tanpa air. Praktis tidak ada sungai yang pantas disebut. Orang umumnya bergantun pada aliran air yang datang dari gunung, tangki-tangki, serta sumur-sumur di padang terbuka. Iklimnya panas dan kering. Padang pasir luas yang membentang dari Syria ke Arabia oleh orang Arab disebut “padang pasir Syria”, dan oleh orang non-Arab dinamakan “padang pasir Arabia”. Padang pasir paling luas kedua adalah “adh-Dahna” (artinya lautan pasir) yang disebut juga ar-Rub’at Khali (daerah sunyi). Gurun pasir ini terletak pada 1,5° LU dan 2° BT. Luasnya 250.000 mil persegi. Tepat di seberang negeri ini berderet rangkaian pegunungan yang paling panjang dari selatan (Yaman) ke utara (Syria) yang disebut Jabalus Sarat, yang puncak tertingginya 8.000 kaki.

Seperti dikatakan sebelumnya, Arabia tidak memiliki sungai yang berarti. Tetapi kekurangan ini cukup diimbangi oleh arus air yang terus menerus dari pegunungan-pegunungan, yang menjadikan lereng perbukitan serta lembah-lembah tetap subur. Arus-arus yang mengalir berjajar terkumpul menjadi semacam sungai, yang kemudian meresap ke dalam pasir gurun, atau mengalir ke laut. Raja-raja Arabia, pada zaman dahulu, telah membangun bendungan-bendungan untuk mengendalikan aliran arus-arus itu. Sebab bila tidak, bisa terjadi banjir yang tentu sangat menakutkan. Kota-kota dan provinsi Yaman yang terletak di pantai pada umumnya subur. Lebih-leibh provinsi-provinsi di Arabia yang terletak di pantai Lautan Hindia dan Laut Merah. Oleh karena itu di kalangan orang Yunani daerah ini dikenal sebagai “Arabia subur”. Oman, Hadramaut, Nejd, dan Thaif merupakan bagian Arabia yang paling produktif.

Hasil-hasil Arabia.

Hasil-hasil Arabia terutama terdiri dari kurma, apel, dan buah-buahan lainnya. Tanah-tanah pertanian lainnya pun terdapat disana sini. Di kalangan bangsa-bangsa kuno, Arabia dikenal oleh karena tambang-tambang emas dan perak, serta wewangiannya. Catatan tentang tambang emas serta getah kemenyan dari Arabia telah disebut-sebut baik dalam Injil amupun literatur-literatur klasik. Hamdani menulis dengan detail tentang pertambangan Arabia dalam bukunya Shifatu Jaziratil Arab. Sedangkan Burton menulis buku mengenai hal itu dengan judul The Gold Mines of Midion. Pantai-pantai Oman dan Bahrain dapat dikatakan merupakan tambang mutiara. Tiap tahun ribuan penyelam terlibat dalam pencarian mutiara di pantai tersebut. Tetapi saudagar-saudagar Arab sedikit sekali menikmati hasil jerh payah mereka sendiri. Sebagain besar keuntungan masuk ke kantong perusahaan-perusahaan Inggris. Pada 1910, mutiara dari Bahrain diperkirakan berharga £ 1.200.000.

Tentang hewan-hewan, kuda Arab tak terkalahkan kecantikan dan kecepatannya dibandingkan kuda dari negara lain. Dan unta merupakan hewan yang paling bermanfaat dan berharga. Kijang dan singa dan binatang-binatang lain juga terdapat di Arabia. Herodotus juga menyebutkan tentang ular terbang yang sangat berbisa, yang disebutkan dalam khotbah Musa (Deut. Viii. 15). Tetapi ular terbang Arab itu sekarang tidak ditemukan lagi. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL