Arabia Menurut Literatur Klasik (500-200 SM)

Sejarah Jazirah ArabOrang Yunani pertama yang diakui mempunyai pengetahuan geografi adalah Homer, yang hidup pada 1000 atau 800 SM. Ia adalah seorang penyair, yang sajak0sajaknya menceritakan beberapa kota dan negeri. Ia menceritakan orang-orang Syria dengan nama “Arimi” (berhubungan dengan nama Aram dalam Injil), dan orang-orang Arab dengan nama “Erembi”.

Ahli sejarah dan geografi pertama Yunani, Herodotus ( 484-425 SM), mengetahui sesuatu tentang Arabia dan penduduknya. Tetapi pengetahuannya sangat terbatas. Misalnya, ia menganggap bahwa Arabi merupakan daerah paling selatan yang dihuni manusia, dan bahwa Sungai Nil merupakan perbatasan barat daya negeri itu. Bahkan ia pun tidak dathu, di sebelah timur negeri itu terletak Teluk Persia yang memisahkan Arabia dengan Persia. Ia tahu ada sebuah sungai di sebelah barat Arabia, yang disebutnya Teluk Arabia. Padahal itu adalah Laut Merah.

Batas-batas Arabia.

Pengetahuan Yunani mengenai geografi Arabia bertambah cukup banyak, setealh kemenangan Alexander di Timur pada abad ke-3 SM. Mereka memastikan bahwa Arabia dibatasi di bagian barat oleh Laut Merah, di timur oleh Teluk Persia, di selatan oleh Lautan Hindia, di timur laut oleh Euphrate, dan di barat laut oleh Syria dan Mesir. Mereka juga memasukkan sebagian besar Sinai ke dalam Arabia. Orang-orang Yahudi dan Kristen di masa itu juga mempunyai pandangan yang sama dengan orang Yunani, tentang Arabia seperti terlihat dari sebuah surat St. Paul. Tetapi ahli-ahli geografi berbeda pendapat, dan perbedaan ini terutama karena tidak adanya batas yang nyata di bagian barat laut Arabia. Herodotus dan Pliny memperluan perbatasan barat laut Arabia sampai ke semenanjung Sinai dan Laut Tengah. Sementara ahli geografi lainnya menetapkannya dari Laut Mati ke Busra dan Tadmur. Tetapi menurut kenyataan, karena kesamaan alam dan kemiripan administratif, daerah-daerah yang disebutkan itu sebenarnya telah termasuk sebagai bagian Arabia.

Pembagian Arabia

Penulis-penulis klasik terdahulu seperti Erostothenes, Strabo, dan Pliny membagi Arabia menjadi dua menurut keadaan alamnya. Yaitu bagian selatan dan bagian utara. Pembagian yang memadai dibuat oleh Ptolemy pada abad kedua Masehi, yang diikuti oleh ahli-ahli geografi Eropa sampai sekarang. Ptolemy membagi Arabia menjadi: (1); Arabia Petra. (2). Arabia Deserta; (3) Arabia Felix.

Arabia Petra mencakup bagian barat laut. Memanjang, di barat dari perbatasan Mesir sampai Busra melalui semenanjung Sinai. Garis itu menyinggung, di bagian barat laut, Tadmur, Yahudia, dan Palestina.

Arabia Deserta meliputi seluruh padalaman Arabia yang kurang diketahui. Daerah ini di timur laut mempunyai perbatasan mulai dari Euphrate dan Mesopotamia, dan berakhir di garis batas barat laut Arabia Petra.

Arabia Felix adalah wilayah sisa dari semenanjung Arabia setelah dikurangi daerah yang dibatasi oleh Laut Merah di bagian barat, Teluk Persia di sebelah timur, Lautan Hindia di sebelah selatan, dan di utara oleh Arabia Petra dan Arabia Deserta. Termasuk Arabia Felix adalah Hijaz, Yaman, Hadramaut, Oman, Bahrain, Yamama dan Nejd.

Orang-orang Yunani dan Romawi menaklukkan Arabia Petra dan Arabia Deserta. Karena itu mereka mengenal baik daerah-daerah itu. Dan karena mereka tidak dapat mengalahkan Arabia Felix (yang selamanya tetap bebas dari penjajahan asing), pengetahuan mereka tentang daerah ini benar-benar miskin. Menurut penelitian Dr. Sprenger, Ptolemy dalam geografinya menyebutkan 54 suku, 164 kota, 50 pegunungan, dan 4 sungai di Arabia Felix. Stephenus dan Pliny juga telah memerinci beberapa kota dan suku Arabia dalam buku-buku mereka, tetapi sebagian besar kota dan suku itu tidak mungkin lagi ditelusuri.

Penulis-penulis klasik telah menerangkan dengan terperinci tentang Arabia Petra dan Arabia Deserta, karena memang mereka mengenalnya dengan baik. Tetapi keterangan itu sering kali sulit dilacak kembali. Sebab, para penakluk sesudah menghancurkan kota-kota tua Arab mendirikan kota-kota baru, dan memberikan nama-nama Yunani, seperti terlihat dibawah ini:

  1. Tadmur. Ini adalah sebuah kota dekat Palestina, yang menandai batas bagian utara dari Arabia. Menurut Perjanjian Lama kota ini mula-mula dibangun oleh Sulaiman. Bangsa Romawi menguasainya pada 20 Masehi, dan mengganti namanya menjadi Palmyra.
  2. Ribat-i-Moab. Kota ini terletak di Arabia Petra dekat Laut Mati, merupakan pusat suku Arab Moab. Orang-orang Romawi mengubah nama itu menjadi Aeropolis (yang hancur oleh gempa pada 315 Masehi).
  3. Busra. Sebuah kota yang terletak dekat Ribat-i-Moab dan merupakan pusat suku Arab Edom. Orang Romawi mengubahnya menjadi Bostra.
  4. Ar-Raqim. Disebut “Shiloh” dalam bahasa Yahudi, dan “Petra” dalam bahasa Yunani. Ini merupakan ibu kota dari Arabia utara. Mula-mula kota ini dikuasai oleh suku Midian, dan sesudahnya di bawah kekuasaan suku Nabata. Pada zaman penjajahan Romawi tempat ini juga merupakan kota penting.
  5. Ribat-i-Ammon. Merupakan ibu kota dari suku Arab Ammon di bagian timur laut Arabia Deserta. Orang-orang Yunani menyebutnya Philadelphia, karena kota ini dibangun kembali pada abad ke-3 SM oleh Raja Philadelpheus. (hd/liputanislam.com)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL