politikBentuk ketergantungan Dunia Islam atas Dunia Barat tersebut memang cukup beragam, mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi hingga industri militer. Ketergantungan Dunia Islam kepada Dunia Barat sangat terlihat nyata dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai imbas logis dari kebangkitan Dunia Barat, terutama setelah terjadinya Revolusi Industri, bangsa Barat berhasil menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelbagai ilmu pengetahuan dan teknologi baru terus diciptakan. Kondisi seperti ini terus berlangsung di Barat, bahkan hingga sekarang.

Sementara di lain pihak, umat Islam masih tertinggal jauh dari bangsa Barat dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Meskipun mereka telah meraih kemerdekaan politiknya dari Barat mulai pertengahan abad ke-20 M, namun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Dunia Islam masih belum begitu menggembirakan. Mereka masih sangat tertinggal jauh dari Barat. Ini tidak lain karena umat Islam kalah dalam “Start. Bangsa Barat telah mulai menyemai benih-benih ilmu pengetahuan dan teknologi sejak lahirnya gerakan Averoisme di Barat, yang kemudian diikuti oleh zaman Renaissance, dan zaman Pencerahan (Aufklarung). Pelbagai masa ini menjadikan bangsa Barat semakin ‘sakti’ di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara umat Islam baru memulainya ketika mereka berhasil meraih kemerdekaan politik sekitar kurang lebih enam puluh tahun lalu. Walhasil, ilmu pengetahuan dan teknologi lebih berkembang di Dunia Barat daripada di Dunia Islam. Dengan kata lain, pada masa pasca-Kolonialisme Barat, negara-negara Islam masih belum mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, sehingga kondisi ini membuat mereka ‘bertekuk lutut’ di hadapan bangsa Barat, berharap agar mereka berkenan mengajarkan atau bahkan tetap menjual produk ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka ciptakan itu. Kondisi ini akhirnya membuat Dunia Islam harus mengimpor ilmu pengetahuan dan teknologi dari Dunia Barat.

Sebagai imbas ketergantungan pertama di atas, Dunia Islam masih bergantung terhadap industri militer dari Dunia Barat. Sebagai alat bantu pertahanan negara, perlengkapan militer sangat dibutuhkan oleh sebuah pemerintahan. Karena perkembangan teknologi militer di Dunia Islam belum menggembirakan, maka mereka masih belum mampu menciptakan peralatan militer canggih. Ketidakmampuan ini membuat negara-negara Islam harus mengimpor perlengkapan militernya dari Dunia Barat. Kelemahan ini sebenarnya sangat serius. Betapa tidak, jika Dunia Barat menghentikan pengiriman peralatan militer ke Dunia Islam, maka hal ini akan membuat pertahanan negara-negara Islam terancam. Tak pelak, Dunia Islam sebetulnya masih terancam dengan invasi militer negara-negara non-Muslim. Demikianlah, ketergantungan Dunia Islam terhadap teknologi militer sangat membahayakan kemerdekaan negara-negara Islam di masa mendatang. (hd/liputanislam.com)

 

Bahan Bacaan

Afzal Iqbal, Contemporary Muslim World, New Delhi: Adam Publisher & Distribution, 2007.

Anthony Reid, Asia Tenggara dalam Kurun Modern; 1450-1680, Jilid I,terjemahan Mochtar Pabotinggi, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992.

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam; Dirasah Islamiyah II, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994.

Dilip Hiro, Iran Under Ayatollahs, London: Routledge & Kegan Paul, 1987.

Edward W. Said, Penjungkirbalikan Dunia Islam, Jakarta: Pustaka, 1986.

Erwin I.J. Rosenthal, Islam in the Modern National State, Cambridge: Cambridge University Press, 1965.

Farid Gaban, dkk, Apa dan Siapa Hizbullah & Nasrallah, Jakarta: Misbah, 2006.

Hasan Asari, Modernisasi Islam; Sejarah, Gerakan, dan Tokoh, Bandung: Citapustaka Media, 2002.

Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.

Ira M. Lapidus, A History of Islamic Societies, Cambridge: Cambridge University Press, 1988.

MuktiAli, Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan, Bandung: Mizan, 1996.

Maulana Akbar Shah Najeebabadi, History of Islam, Vol. 3, New Delhi: Adam Publishers & Distribution, 2007.

Philip K. Hitti, History of the Arabs; From the Earliest Times to the Present, New York: Macmillan Press, 2002.

Riza Sihbudi, Dinamika Revolusi Islam Iran; Dari Jatuhnya Syah hingga Wafatnya Ayatullah Khomeini, Jakarta: Pustaka Hidayah, 1989.

Riza Sihbudi, Biografi Politik Imam Khomeini, Jakarta: Gramedia, 1996.

Wilfred Cantwell Smith, Islam in Modern History, New York: The American Library of World Press, 1957.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL