politikPada awal abad XXI M, hubungan Amerika dengan sejumlah negara Islam memanas. Hal ini diawali oleh serangan mendadak oleh sekelompok orang terhadap World Trade Center di Washington pada tanggal 11 September 2001 M. Pihak Amerika Serikat segera mengklaim kelompok Fundamentalisme Islam sebagai pelakunya, terutama kelompok Osama bin Laden. Setelah mengetahui Osama bin Laden di Afghanistan, maka pihak Amerika langsung menyerang negara Afghanistan. Serangan ini berhasil meluluh lantakkan negara Islam yang dikuasai oleh rezim Taliban ini, meskipun Osama bin Laden sendiri tidak ditemukan.

Tak lama setelah itu, Amerika Serikat mengklaim negara Iraq memiliki senjata pemusnah masal, karena itu mereka kemudian menyerang negara Iraq pada penghujung tahun 2002 M. Perang ini dimenangkan oleh Amerika, sementara penguasa Iraq dari partai Baath yaitu Saddam Husein telah berhasil dieksekusi mati. Kemenangan-kemenangan ini membuat Amerika berhasil menguasai kawasan Afghanistan dan Iraq secara meyakinkan, bahkan mereka menjadi pengatur pelbagai urusan dalam negeri kedua negara Islam tersebut.

Pada pertengahan Juli tahun 2006 M, Amerika Serikat memberikan mendukung besar kepada Israel untuk menyerang kawasan Selatan negara Libanon yang dikuasai oleh kelompok Hizbullah pimpinan Sayyed Hussein Nashrallah. Perang ini pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok Hizbullah, sementara Israel dan Amerika hanya bisa menahan rasa malu yang besar.

Pada priode ini pula, hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Amerika Serikat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Karena itu, Amerika melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB. Atas laporan Amerika, IAEA sebagai lembaga atom internasional menyelidiki kasus ini, dan mendapati bahwa program nuklir Iran hanya dijadikan sebagai sebuah program bagi peningkatan sumber energi dalam negeri Iran, bukan sebagai program pengembangan senjata nuklir. Ketidakpuasan Amerika terhadap hasil penelitian IAEA tersebut membuat negara Paman Sam ini terus mensponsori rapat di Dewan Keamanan PBB guna menjatuhkan sangsi kepada Iran. Secara berurutan, pada tahun 2006, 2007, dan 2008 M, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sangsi kepada Iran melalui resolusi 1737, resolusi 1747, dan resolusi 1803. Resolusi ini didukung oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis, bahkan termasuk Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Tidak lama setelah resolusi tersebut dikeluarkan, pihak Amerika Serikat terus mensponsori pelbagai rapat dengan sejumlah negara-negara maju. Di antaranya sebuah rapat di kota Shanghai, Cina, untuk membicarakan perkembangan baru program nuklir Iran. Rapat tersebut dihadiri oleh semua anggota Dewan Keamanan PBB, Jerman, dan Uni Eropa.

Pada abad XXI M ini, perhatian Amerika Serikat terhadap Iran begitu besar. Hal ini dikarenakan pemerintah Amerika Serikat menganggap Iran sebagai negara Islam yang sangat membahayakan pelbagai kepentingan mereka di Dunia Islam, khususnya di Timur Tengah. Pelbagai kasus di atas menunjukkan bahwa Kolonialisme Barat terus berlanjut kendati negara-negara Islam berhasil memerdekakan diri dari bangsa Eropa. Hanya saja, pelaku Kolonialisme ini pun diambil alih oleh Amerika Serikat dari bangsa Eropa. Keberadaan kedua Kolonial ini di Dunia Islam pun memiliki kesamaan motif, yakni ekonomi dan politik.

Dalam perspektif lain, kendati Dunia Islam telah berhasil meraih kemerdekaan politiknya, namun sesungguhnya mereka sedang memasuki bentuk penjajahan lain, yakni ketergantungan Dunia Islam kepada Dunia Barat. Dengan kata lain, priode ini ditandai oleh berubahnya bentuk dominasi Dunia Barat atas Dunia Islam, yakni dari pola penguasaan dan kekuatan, menjadi pola ketergantungan Dunia Islam kepada Dunia Barat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan politik tidak bisa menghentikan dominasi Dunia Barat atas Dunia Islam. Pendeknya, kendati Dunia Islam meraih kemerdekaan politik pada paruh kedua abad XX M, namun mereka belum bisa menahan laju hegemoni Dunia Barat atas dunianya. Dunia Islam masih memiliki ketergantungan kepada Dunia Barat dalam berbagai hal, bahkan hingga saat ini. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL