merdeka 3Kendati Perang Dunia II membuat kekuasaan bangsa Eropa atas Dunia Islam mulai menurun, namun pada masa selanjutnya, negara Amerika Serikat dan Uni Soviet mengambil alih peranan imperialisme yang dimainkan oleh negara-negara Eropa seperti Prancis dan Inggris di Dunia Islam. Dengan kata lain, meskipun sebagian besar negara Islam telah berhasil meraih kemerdekaannya dari bangsa Eropa, namun potret ini merupakan awal dari bentuk imperialisme yang baru, di mana peran Inggris dan Prancis digantikan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menjadi dua negara adidaya pada abad XX M.

Pada masa ini, Amerika Serikat dan Uni Soviet tampil sebagai pesaing utama untuk menyalurkan pengaruhnya atas Dunia Islam, terutama kawasan Timur Tengah. Negara-negara Islam sebagai negara-negara Dunia Ketiga menjadi objek rebutan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mereka berusaha menancapkan pengaruhnya ke dalam negara-negara Islam tersebut. Peranan imperialisme Amerika Serikat dan Uni Soviet terus digulirkan ke berbagai kawasan Dunia Islam, bahkan kedua negara adidaya tersebut menanamkan investasi secara besar-besaran di kawasan Asia dan Afrika.

Persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mencapai puncaknya ketika keduanya meresmikan Perang Dingin. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Amerika Serikat, sehingga kemenangan ini membuat Negeri Paman Sam ini menjadi satu-satunya negara adidaya di dunia. Agar pengaruh Rusia semakin kecil, maka Amerika Serikat mendirikan Central Asia Treaty Organization (CENTO). Anggota CENTO ini terdiri atas Amerika, Inggris, Turki, Pakistan, dan Iran. Letak negara Iran yang sangat strategis, menempatkan Iran memperoleh perhatian yang lebih dari Amerika. Hubungan baik Iran dan Amerika tercipta ketika perdana menteri Iran yakni Mohammad Mosaddeq turun dari jabatannya pada tahun 1953 M. CIA sebagai institusi resmi pemerintahan Amerika membantu Shah Iran untuk menjatuhkan Muhammad Mosaddeq. Sejak itulah, Amerika mulai menancapkan dominasinya di Iran.

Sebagai sekutu Amerika Serikat di Asia Tengah dan Timur Tengah, negara Iran memperoleh bantuan peralatan militer dari Amerika secara besar-besaran. Amerika mengharapkan agar Iran dapat menghadapi kemungkinan invasi Uni Soviet di kawasan Asia Tengah, menjaga perairan Teluk Parsi sebagai jalur pelayaran tangker minyak Iran ke Amerika Serikat, dan menghadapi pelbagai akibat dari ketegangan hubungan Arab-Israil dan India-Pakistan. Pada era ini, Iran menjadi ‘kaki tangan’ Amerika di Dunia Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Bantuan militer ini membuat Iran menjadi negara Islam terkuat di Timur Tengah.

Pada tahun 1979 M, hubungan Amerika dengan Iran ini berakhir, karena Imam Khomeini (1902-1989 M) berhasil menumbangkan rezim dinasti Pahlevi yang sangat pro-kepada Amerika tersebut. Sebagai penguasa Iran yang baru, Imam Khomeini menunjukkan sikap negatif terhadap Barat, terutama Amerika Serikat, sehingga hubungan diplomatik dua negara ini pun diputuskan. Karena Amerika tidak menyukai pemimpin baru Iran tersebut, maka Amerika membantu Iraq menyerang Iran pada tahun 1980 M, dan berakhir pada tahun 1988 M. Dalam perang ini, Iraq di bawah pimpinan presiden Saddam Hussein gagal menguasai Iran. Sejak tahun 1979 M, sebagai salah satu negara Islam, Iran menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat.

Sementara itu, negara-negara Islam lain masih memiliki hubungan yang baik dengan Amerika, karena negara-negara Islam tersebut memiliki ketergantungan politik, ekonomi, dan militer kepada Amerika Serikat. Demikianlah, sejak paruh kedua abad XX M, Amerika Serikat mengambil alih peranan Imperialisme Eropa atas Dunia Islam secara keseluruhan. Barangkali, pada priode ini hanya negara Iran yang mampu melepaskan diri dari imperialisme Amerika Serikat tersebut. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL