Oleh : Abu Ikhwan asy-Syatari

merdeka-belum-usaiBangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka, hal itu sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai bangsa, kita telah 69 tahun mengecap kemerdekaan. Kedaulatan bangsa kita telah diakui dunia Internasional. Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Dwi Tunggal Proklamator Soekarno-Hatta membahana dari Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 menandakan bahwa kemerdekaan dan kedaulatan bangsa telah kembali ke tangan kita. Bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat serta sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Rakyat Indonesia sejak saat itu telah menjadi rakyat sebuah negara yang berdaulat, dan masing-masing berkewajiban menjaga serta mempertahankan kedaulatan itu. Rakyat Indonesia sejak saat itu bukanlah Manusia- Indonesia yang Terjajah, tetapi adalah Manusia – Indonesia yang Merdeka. Hal itu tidak diragukan lagi.

Namun, apakah manusianya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Indonesia – sebagai manusia Indonesia-, apakah benar-benar merdeka? Jawabannya adalah : Belum tentu.

Merdeka artinya lepas dari belenggu penjajahan. Sebagai anak bangsa, dia akan terhina bila bangsanya adalah bangsa yang terjajah, kedaulatan negaranya diinjak-injak, wibawa pemimpin-pemimpinnya dilecehkan, kekayaan tanah airnya dikuras demi keuntungan negara penjajah. Karena itulah dia bangkit dan mengadakan perlawanan. Segenap upaya dikerahkan, segala usaha ditempuh dengan dorongan semangat cinta tanah air, mereka bangkit berjuang mengusir bangsa penjajah. Hanya dengan kegigihan dan upaya yang optimal serta keutuhan bangsa, kemerdekaan itu diperoleh.

Dengan kemerdekaan yang dianugerahkan Allah Yang Maha Kuasa, perjuangan dan keinginan yang luhur dari bangsa Indonesia membuahkan hasil. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat. Bangsa ini telah terlepas dari belenggu penjajahan, penistaan, pemerkosaan hak, pemerahan sumber daya yang dilakukan oleh bangsa lain.

Kini bangsa ini telah dipimpin oleh putera-putera ibu pertiwi, pengelolaan kekayaan negara diurus oleh anak-anak bangsa. Walaupun kemiskinan yang dirasakan oleh sebahagian besar rakyat karena dikuras oleh penjajah dan juga karena biaya perjuangan, hal itu tidak membuat anak-anak bangsa menjadi putus asa. Mereka harus bangkit dari keterpurukan. Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa adalah asset yang paling mendasar dalam melakukan perubahan dan perbaikan. Hanya dengan kemerdekaanlah kita dapat mengatur dan mengurus diri sendiri, tanpa dicampuri pihak-pihak lain.

Memang, memerdekakan bangsa dari belenggu penjajahan adalah pekerjaan berat yang telah sukses dilaksanakan oleh para pendahulu kita yang gagah perkasa. Mereka telah mencurahkan segenap kemauan dan kemampuan yang ada pada mereka, bahkan darah dan jiwa telah mereka korbankan dalam merebut dan mempertahankan proklamasi. Tapi bukan berarti dengan kemerdekaan yang telah mereka wariskan, perjuangan bangsa ini telah selesai.

Masih ada perjuangan yang sama atau bahkan lebih berat lagi, walau tidak lagi dengan kekuatan senjata dan tetesan darah. Memerdekakan manusia dari belenggu penjajahan serba kekurangan dan kelemahan, adalah lebih berat daripada memerdekakan suatu bangsa.

Memerdekakan manusia Indonesia berarti membebaskan anak bangsa dari kebodohan, penindasan, kemiskinan, dan ketidakteraturan. Manusia Indonesia yang merdeka adalah manusia yang memiliki kecerdasan berfikir dan kemampuan mengambil sikap secara rasional. Mereka adalah orang-orang yang telah bebas dari belenggu kebodohan dan ketidak pedulian. Ketika akal, jiwa dan nuraninya tercerahkan, dia tidaklah menjadi “pelacur-pelacur” intelektual yang melakukan pembodohan demi keuntungan singkat baik berupa kemewahan maupun kekuasaan. Tetapi dia akan menjadi salah seorang dalam barisan garda pencerahan.

Manusia Indonesia yang merdeka adalah manusia yang berjiwa pahlawan. Sebagai rakyat dia taat kepada aturan, dan ketika dia menerima amanah unutk mengurus kemaslahatan rakyat, dia berbuat sebaik-baiknya. Dia tidak akan menyalahgunakan kekuasaannya demi memperkaya diri. Dia tidak akan bertindak sewenang-wenang memamerkan kekuasaannya. Sebagai pembuat peraturan, dia adalah orang yang di depan menerapkan peraturan itu. Dia adalah pembela kepentingan rakyat dan pembebas rakyat dari ketertindasan.

Manusia Indonesia yang merdeka adalah manusia yang berdikari. Kewibawaannya sebagai anak bangsa membuat dirinya tegar ketika menghadapi kesulitan hidup. Kekayaan yang diperolehnya adalah hasil kerja keras dan upaya sungguh-sungguh serta berkat doanya kepada Tuhan. Dia adalah orang yang membantu melapangkan kesulitan orang lain. Penghasilannya didapat dari sumber yang halal. Bagi dia, penghasilan yang halal walaupun sedikit lebih bermartabat ketimbang banyak tapi hasil korupsi. Dia merdeka dari ketamakan; dan dia memerdekakan orang lain dari kesulitan.

Manusia Indonesia yang merdeka adalah manusia yang berkeperibadian. Segala budaya dan nilai-nilai asing yang destruktif tidak dapat memengaruhi kepribadiannya. Dia bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia, dan dia membuat bangga bangsa ini dengan kepribadiannya.

Menjadikan rakyat Indonesia sebagai Manusia Indonesia yang merdeka adalah perjuangan berikutnya bagi bangsa ini. Kita mesti sungguh-sungguh berperang melawan penjajah-penjajah ini. Perjuangan ini dikatakan lebih sulit, karena musuh itu tidak nampak dengan mata kepala, tetapi nyata terpampang di depan kita. Tanpa perjuangan yang sungguh-sungguh, kemerdekaan yang sesungguhnya akan sulit diperoleh. Malah, jika kita tidak peduli dengan perjuangan ini, kita termasuk orang yang belum merdeka dari keterjajahan. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL