quranApakah doa yang kita sampaikan untuk orang yang telah mati bermanfaat? Buya Hamka dalam buku “Hamka Membahas Soal-Soal Islam” (1990, penerbit Gerhana) menjawab:

Ayat yang biasa dipakai orang untuk meniadakan faedah doa orang yang telah mati adalah ayat 39 dari surat An Najm:

“Dan bahwa tidaklah ada untuk manusia, hanyalah apa yang diusahakannya.”

Banyak dalil yang menunjukkan bahwa doa dan hadiah atau sedekah yang dilakukan oleh orang yang masih hidup untuk orang yang telah mati sampai untuk mereka. Antara lain:

  1. Mayat wajib disembahyangkan: Dalam sembahyang itu dibaca: “Allahummaghfirlahu (laha) Warhamhu dan seterusnya. Apa guna si mati dimintakan ampun kalau permintaan itu tidak akan sampai?
  2. Setelah jenazah selesai dikuburkan: Rasulullah SAW meminta kepada yang turut menghantarkan supaya berhenti sebentar, mendoakan moga-moga orang yang telah dalam kubur itu ditetapkan hatinya: “Mohonkanlah kepada Tuhan agar hatinya ditetapkan, karena diasekarang mulai ditanya.” (hadits Shahih). Kalau doa itu tidak sampai apa gunanya kita disuruh mendoakan.
  3. Kalau kita ziarah ke kuburan, kita disuruh Nabi SAW mengucapkan salam kepada orang-orang yang beriman yang berkubur di kuburan itu. Kalau salam itu tidak sampai, apa gunanya Rasulullah menyuruh kita berbuat demikian? (hadits Shahih)
  4. Pada suatu hari Nabi SAW lalu di dekat pekuburan. Lalu beliau mendengar rintih dan tangis serta pekik orang yang berkubur di sana, maka Rasulullah mengambil dua pelepah daun kurma dan beliau letakkan di atas pekuburan yang kedengaran oleh beliau memekik-mekik itu, ketika ditanya orang apa sebabnya, beliau SAW menjawab: “Yang pertama suka membicarakan keburukan orang dan yang seorang lagi kalau habis kencing tidak dibersihkannya.” Rasulullah SAW mengatakan bahwa selama dua pelepah kurma itu belum kering keduanya masih akan mendoakan orang-orang itu. Kalau doa daun kurma bisa menolong meringankan azab kubur, mengapa doa manusia tidak?
  5. Nabi SAW berkata bahwa orang yang mati menderita azab karena diratapi oleh keluarganya yang ditinggalkan. Kalau ratap orang hidup dapat membawa siksa bagi yang mati, bagaimana doa kebajikan dari orang yang masih hidup tidak akan menolongnya?
  6. Nabi SAW memanggil-manggil satu demi satu nama kafir-kafir Quraisy yang telah tewas terbunuh berperang dengan kaum Muslimin, lalu ada sahabat-sahabat yang bertanya: Apakah mereka mendengar panggilan engkau iu, ya, Rasulullah? Beliau menjawab: Bahkan mereka dengar dengan jelas, Cuma mereka tidak dapat bercakap lagi.”
  7. Nabi pernah memotong kurban di Mina, satu untuk atas nama dirinya sendiri, dan yang satu lagi dikurbankannya atas anama umatnya. Di antara ummat beliau waktu menyembelih kurban itu adayang telah mati dan ada yang belum lahir! Kalau itu tidak sampai, guna apa Nabi mengerjakannya?
  8. Dalam Surat Al-Hasyr ayat 10 ada dituliskan satu doa meminta ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa kita dan dosa Yang telah menddahului kita itu adalah orang yang telah mati. Apa guna didoakan orang yang telah dahulu dari kita, kalau doa itu tidak sampai?
  9. Dalam Surat Asy-Syura ayat5 tersebut pula bahwa malaikat mengucapklan tasbih untuk Tuhan dan memohonkan ampun untuk segala yang di bumi.
  10. Di Surat Ibrahim ayat 41, Nabi Ibrahim meminta ampun untuk kedua orangtuanya  dan orang-orang beriman di Hari Kiamat nanti.

Cukup 10 ini saja kita kemukakan alasan bahwa doa orang yang hidup sampai untuk orang yang telah meninggal dunia. Di samping itu ada hadits Shahih tentang menghajikan ayah yang telah tua, ibu yang telah mati, atau saudara yang telah mati (kisah Syibirmah yang dihajikan oleh saudaranya.)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL