Oleh: Dewi Yulia

Dalam Al Quran, orang pintar disebut ulul albab. Ulul albab atau ulil albab (orang-orang yang berpikir atau berakal) disebutkan dalam Al Quran sebanyak 16 kali, yaitu dalam QS Al Baqarah ayat 179, 197, dan 269, Ali Imran ayat 7, 190, Al Maidah ayat 100, Yusuf  ayat 111, Ar-Ra’d ayat 19, Ibrahim ayat 52,  Shaad ayat 29, 43, Az-Zumar ayat 9, 18, 21;  Al Mukmin (Al Ghafir) ayat 54, dan Ath-Thalaq ayat 10.

Misalnya, dalam QS Shaad ayat 39, Allah berfirman, “Inilah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya kamu memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang- orang yang mempunyai pikiran (ulul albab).”

Dalam QS Az-Zumar ayat 9, 18, dan 21, Allah menjelaskan lebih detil siapa yang dimaksud dengan ulul albab, yaitu orang yang berzikir, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya,  dan memperhatikan alam semesta (bagaimana Allah menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman).

Saya ingin menyoroti karakteristik kedua dalam ayat di atas ‘yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya’. Sikap seperti ini terasa semakin penting di era cyber atau era internet yang membuat informasi bisa disebarluaskan dengan sangat mudah. Anak-anak muda sekarang dengan mudah mencari pengetahuan agama lewat internet atau diistilahkan ‘Mbah Google’. Namun sayangnya, kemudahan informasi ini juga memiliki dampak yang sangat merusak. Misalnya, sebagaimana umum diketahui, ISIS merekrut anak-anak muda, baik laki-laki maupun perempuan, dari seluruh dunia melalui propaganda internet. Menurut aktivis muda NU, Syafi’ Ali, propaganda internet ISIS diyakini punya peran kunci dalam merekrut sekitar 500 warga Indonesia untuk berangkat ke Timur Tengah dan bergabung ISIS. Propaganda itu terutama ditujukan kepada anak-anak muda di kota-kota besar yang lebih mudah untuk mendapatkan fasilitas internet. Karena itu pula Syafi’ Ali dan teman-temannya membuat Lasykar Cyber yang berupaya melakukan perlawanan di internet terhadap propaganda besar-besaran ISIS tersebut (diberitakan oleh Deutsche Welle).

Propaganda ISIS umumnya berupa fitnah-fitnah terhadap kelompok tertentu di Timur Tengah, khususnya Suriah dan Irak, lalu seruan untuk bergabung dalam aksi jihad dengan iming-iming pahala bidadari di surga. Selain itu mereka juga menyebarkan pemahaman bahwa umat Islam saat ini terzalimi oleh kekuatan Barat sehingga untuk mengembalikan kejayaan Islam perlu didirikan khilafah yang lokasinya di Suriah dan Irak. Propaganda seperti ini dengan mudah dimakan oleh anak-anak muda yang galau dan punya semangat menggebu-gebu untuk membela Islam.

Namun justru di sinilah pentingnya sikap ulul albab, yaitu mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Saat mereka mendapatkan berbagai informasi, mereka akan bertabayun atau mengkonfirmasi dengan teliti. Apakah benar pemerintahan Suriah dan Irak harus digulingkan demi tegaknya kekhilafahan Islam?  Mengapa harus Suriah dan Irak yang mayoritas penduduknya muslim yang diperangi? Mengapa bukan Israel yang lebih dari 60 tahun menjajah Palestina? Lalu, bila benar ISIS ingin membentuk kekhalifahan Islam, mengapa saat ada prajuritnya yang terluka justru dirawat di rumah sakit di Israel (yang berbatasan dengan Suriah)? Bila benar ISIS adalah jihad Islami, mengapa aksi-aksi perangnya jauh dari yang akhlak perang diajarkan Rasulullah, melalui bom bunuh diri, pengeboman jarak jauh, dan aksi-aksi pemenggalan leher warga sipil? Bila khilafahnya di Suriah dan Irak, mengapa aksi-aksi ISIS juga dilakukan di Indonesia (misalnya, bom di Sarinah), Perancis, Turki, Bangladesh, Lebanon, dan berbagai negara lain? Dan banyak lagi pertanyaan kritis lainnya yang akan diajukan oleh para ulul albab.

Intinya, di era cyber ini kita perlu berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan sampai kaum muslimin malah menjadi bidak catur yang diatur-atur oleh sang pemain catur, yaitu orang-orang kafir yang ingin menguasai kekayaan alam yang dimiliki kaum muslimin melalui cara adu domba. Setiap muslim harus menjadi ulul albab terutama di era cyber ini. (LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL