zakatfitrahIbadah puasa di bulan ramadhan, syiar dan hikmahnya dilengkapi oleh makna kewajiban untuk mengeluarkan zakat fitrah. Sebagai salah satu pilar dari Rukun Islam, zakat ini menjadi kewajiban individual (fardu ‘ain) bagi umat Islam dengan tanpa kecuali. Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menerangkan bahwa Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan ramadhan, sebanyak satu sha’ kurma atau gandum, kepada hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil, dan orang tua kaum muslimin.

Sebagai manifestasi pengabdian melalui sejumlah harta benda atau kekayaan yang dikeluarkan (ibadah maliyah), zakat maupun jenis dan bentuk ibadah lainnya dalam Islam pada dasarnya memiliki linkage “teologis-vertikal” dan “sosiologis-horizontal”. Mengenai zakat umpamanya, Ibrahim al-Khouly (1988) menegaskan, di samping memiliki fungsi keagamaan, zakat juga mempunyai fungsi ekonomi dan fungsi sosial.

Kewajiban membayar zakat fitrah berbeda dengan jenis zakat lainnya seperti zakat mal, zakat hewan ternak, zakat pertanian, dan sebagainya yang memiliki syarat-syarat dan ketentuan tersendiri (seperti haul dan nishab). Karena itu, mobilisasi pengumpulan zakat fitrah dan pengelolaannya—yang rutin dilakukan setiap tahun oleh ratusan juta kaum muslimin di Indonesia misalnya—mengandung banyak potensi sosial-ekonomi, bahkan juga bargaining bagi peningkatan kualitas hidup umat dan pembenahan sistem-struktur sosial.

Karitas Individual

Mengeluarkan zakat pada dasarnya memiliki fungsi dan hikmah ganda. Secara individual, bagi muzakki (orag yang mengeluarkan zakat), sesungguhnya kadar harta tertentu yang dikeluarkannya itu mengandung hikmah untuk membersihkan dan menyucikan diri berserta harta bendanya. Diktum Q.S. at-Taubah : 103 mengenai hikmah zakat ini mengungkapkan bahwa zakat akan membersihkan dan mensucikan mereka, “tuthahhiruhum wa tuzakkihim biha.”

Membersikan dan menyucikan diri berarti menghilangkan sifat-sifat kikir, bakhil, rakus, dan tamak. Agar tidak menyalahgunakan harta yang dimilikinya; dan supaya tidak memonopoli sistem perekonomian bagi kepentingan masyarakat banyak. Demikian pula dengan maksud membersihkan dan menyucikan harta, dalam perspektif sosial mengandung arti supaya menyisihkan dan memberikan sebagian harta tertentu yang sebetulnya, disadari atau tidak, merupakan hak milik orang lain, seperti untuk fakir-miskin dan bagi kepentingan sosial lainnya.

Dengan hikmah zakat seperti tadi, dalam batasan-batasan khsusus untuk menunjukkan nilai ibadah bagi muzakki dan kegunaan langsung bagi mustahiq, maka sebetulnya kewajiban berzakat tersebut bisa dipandang sebagai “karitas individual”. Maksudnya, zakat yang dikeluarkan itu menjadi tanda kedermawanan, solidaritas, dan kasih sayang seorang muslim terhadap saudara-saudaranya, agar bisa ikut merasakan rezeki sebagai karunia dari Allah swt.

Bahkan kata zakat itu sendiri, misalnya oleh Maulana Muhammad Ali, sinonimnya diidentifikasikan dengan kata charity (karitas). Melalui pemberian zakat kepada mustahiq-nya terutama bagi orang-orang fakir-miskin dan kaum dhu’afa, secara langsung telah menata jalinan persaudaraan dan membangun etika pergaulan hidup yang egaliter, tolong menolong, dan saling membantu antarsesama.

Karitas individual melalui pembayaran zakat, selain menjadi bukti kesadaran kemanusiaan yang egaliter da solider dari muzakki, juga sesungguhnya perlu dipelihara sebagai bentuk pengabdian pribadi yang tulus dan ikhlas. Pengeluaran zakat fitrah maupun jenis-jenis zakat lainnya, sebagai derma untuk membersihkan diri dan hartanya, harus diupayakan terjaga dari riya (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar), dan bentuk-bentuk publisitas lainnya yang bisa memalingkan niat ibadah lillahi ta’ala, hanya karena dan untuk Allah swt semata. Dalam praktiknya harus seperti yang diungkapkan hadis, “Tangan kanan yang memberi jangan sampai diketahui oleh tangan kiri”. (hd/liputanislam.com)

*Sumber : Asep Purnama Bahtiar, The Power of Religion, Pondok Edukasi: Bantul, 2005, hal. 199-201.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL