al-raziAbu Bakar Muhammad ibn Zakariyya dari Ray (Iran), yang disebut dalam bahasa Arab Ar-Razi, dan oleh orang Latin abad pertengahan sebagai “Rhazes” barangkali yang terbesar dan paling orisinal diantara para tabib muslim, dan salah satu yang paling produktif diantara para penulis. Tempat kelahirannya, Ray, salah satu kota kuno Persia, terletak beberapa mil dari Teheran, yang disebutkan dalam Avesta sebagai “Ragha dari tiga ras”, tempat keduabelas dari tempat-tempat bagus yang diciptakan oleh Ahura Mazda. Kronologi kehidupannya sangat tidak jelas, tanggal kematiannya bervariasi antara tahun 903 dan 923. Sebuah rincian yang muncul pada kisah Ar-Razi adalah bahwa dia menjadi buta pada akhir hidupnya karena katarak, dan bahwa dia menolak menjalani operasi dengan alasan bahwa dia jijik dan kecewa.

Al-Razi, melewatkan sebagian besar hidupnya di Persia bersama keluarganya. Minatnya kepada ilmu pengobatan timbul ketika dia berkunjung ke sebuah rumah sakit di Ray dan terlibat pembicaraan dengan seorang pakar obat tua yang bekerja di sana. Di rumah sakit Ray inilah, dia akhirnya menjadi dokter utama yang dikelilingi oleh murid-muridnya dan murid dari muridnya. Setiap pasien yang datang pertama kali diperiksa oleh murid dari muridnya (karyawan RS), dan jika kasusnya sulit maka akan diperiksa oleh muridnya, dan akhirnya, jika perlu akan diperiksa oleh al-Razi langsung. Ketika di Persia, dia menikmati persahabatan dan lindungan dari Mansur ibn Ishaq, penguasa Khurasan dan untuknya dia menulis Kitab alMansuri (Liber Almansoris).

Kemasyhuran al-Razi sebagai dokter, akhirnya mengantarkannya menjadi kepala di Rumah Sakit Baghdad. Ketika diminta menentukan tempat yang paling cocok untuk mendirikan Rumah Sakit, dia dikabarkan telah menggantung daging di beberapa tempat berbeda di kota itu, dan memilih tempat yang paling lambat menunjukkan tanda-tanda pembusukan daging.

 

Karyanya

Fihrist, menyebutkan 113 karya utama al-Razi dan 28 karya kecilnya disamping dua puisinya. Sebagian besar telah hilang, tapi yang tinggal sudah cukup memadai bagi kita untuk menilai ilmu pengetahuannya. Dari banyak monografnya, yang paling terkenal di Eropa adalah risalahnya tentang cacar air dan campak, yang pertama kali diterbitkan dalam aslinya bahasa Arab dengan terjemahan Latin oleh Channing (London 1766). Terjemahan latin juga muncul di Venice di 1565, dan dalam versi bahasa Inggris oleh Greenhill diterbitkan oleh Sydenham Society tahun 1848. Risalah ini dulunya dikenal dengan de peste atau de pestilentia dan seperti dikatakan Neuburger, “…Dalam sejarah epidemiologi sebagai monograf terawal tentang cacar air, dan menunjukkan kepada kita Rhazes sebagai seorang tabib yang tertanggung jawab dan jujur, hampir bebas dari prasangka dogmatis, mengikuti jejak langkah Hippokrates.”

Sebuah monograf lain dari Razi adalah tentang batu di kantong empedu dan ginjal telah diterbitkan dalam aslinya, dengan terjemahan Prancis (Leyden, 1896) oleh Dr. P. de Koning, yang juga menerbitkan naskah dan terjemahan posi anatomi dari Kitab al-Hawi (Continens), bersama dengan Kitab al-Malikim (Liber Regius) karya Ali Ibn ual-Abbas dan Qanun karya Avicenna.

Risalah lain al-Razi, tentang dokter palsu dan dukun diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh Steinschneider. Monograf lain yang tidak diterbitkan oleh Razi muncul di berbagai perpustakaan umum di Eropa dan di Timur. Sebuah MS (Add. 3516) baru-baru ini didapatkan dengan membeli di Cambridge University Library berisi risalat tentang encok dan rematik dan tentang colic yang disebutkan oleh Al-Qifti.

Tentang karya umum dalam ilmu kedokteran, lepas dari monografnya yang banyak, Razi menulis sekitar setengah lusin, yaitu Jami’ (Compendium), Kafi (Sufficient) yang kecil dan yang besar adalah Madkhal (Pengantar) dan Muluki (Royal), dikompilasikan untuk ‘Ali ibn Veh Suddhan penguasa Tabaristan, Fakhir (Splendid), dan terakhir adalah Mansuri (Liber Almansoris), yang terjemahan Latinnya diterbitkan pada tahun 1489, dan al-Hawi(Continens), yang terjemahan Latinnya diterbitkan pada tahun 1486 di Brescia dan lagi di Venice pada tahun AD 1542. Terjemahan ini sangat jarang, dan satu-satunya salinan di Cambridge berada di Library of King’s College.

 

*Sumber : diolah dari buku Rahasia Pengobatan Secara Islam karya Edward G. Browne & Muhammad Iqbal.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL