kh quraishAkhir-akhir ini, di jejaring sosial muncul polemik tentang pernyataan KH Dr. Quraish Shihab yang -menurut sebagian orang- dianggap merendahkan Rasulullah. Pasalnya, -menurut para penuduh itu- dalam sebuah ceramahnya di Metro TV (12/7/2014), beliau menyatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin masuk surga. Namun, tuduhan ini telah dibantah KH Quraish Shihab berikut ini, yang dimuat dalam situs resmi beliau, www.quraishshihab.com:

Kepada yang meminta klarifikasi langsung, berikut jawaban saya:

Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga). Penjelasan saya berdasar hadist a.l.:

لا يدخل احدكم الجنة بعمله قيل حتى انت يا رسول الله قال حتى 
انا الا ان يتغمدني الله برحمنه

“Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya “Engkau pun tidak?”, beliau menjawab “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah.

Uraian di atas bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga, saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampa beliau puas, yang kita pahami sebagai Surga dan apapun yang beliau kehendaki. Wa la sawfa yu’thika rabbuka fa tharda. Itu yang saya jelaskan tapi sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya. Silakan menyimak ulang penjelasan saya di episode tersebut. Mudah-mudahan yg menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud memfitnah

Berikut beberapa hadis yang isinya senada yang dikutip oleh KH Quraish Shihab di atas:

Dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا ، وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَم
َّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَ رَحْمَةٍ
“Berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira, maka sesungguhya tidak ada seorang pun yang dimasukan surga oleh amalnya.” Para sahabat bertanya, “(apakah) termasuk engkau, wahai Rasulullah?”“(Ya) termasuk saya, hanya saja Allah meliputiku dengan ampunan dan rahmatnya.” (Hadits Riwayat al-Bukhari dari ‘Aisyah r.a., Shahîh al-Bukhâriy, VIII/123, hadits no. 6467, dan Hadits Riwayat Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah, Musnad Ahmad ibn Hanbal, II/235, hadits no. 7202).

Dalam riwayat lain dinyatakan,
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَ رَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَلَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْيَزْدَادَ خَيْرًا وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ
“Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalannya.” Para sahabat bertanya; “Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “tidak juga dengan diriku, kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya padaku, oleh karena itu berlaku luruslah dan bertaqarublah dan janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik semoga saja bisa menambah amal kebaikannya, dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya) semoga bisa menjadikannya dia bertaubat.” (Hadits Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahîh al-Bukhâriy, VII/157, hadits no. 5673)

Dalam riwayat Muslim dinyatakan,
« مَا مِنْ أَحَدٍ يُدْخِلُهُ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ ». فَقِيلَ وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى رَبِّى بِرَحْمَةٍ ».
“Tidak ada seorang pun yang amalnya bisa menjamin masuk surga. Maka ditanyakanlah (oleh para sahabat): Termasuk engkau ya Rasulullah? Beliau pun menjawab: Tidak juga saya, kecuali karena Tuhanku meliputiku dengan rahmatNya”. (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Shahîh Muslim, VII/140, hadits no. 7291)

« لَيْسَ أَحَدٌمِنْكُمْ يُنْجِيهِ عَمَلُهُ ». قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِىَ اللَّهُ مِنْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَ رَحْمَةٍ ».
“Tidak ada seorang pun darinya yang amalnya bisa menyelamatkannya. Para sahabat pun bertanya: Termasuk engkau ya Rasulullah? Beliau pun menjawab: Tidak juga saya, kecuali karena Allah meliputiku darinya dengan ampunan dan rahmatNya” (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Shahîh Muslim, VII/140, hadits no. 7292)

Sebenarnya, menurut kami, inti pembahasan ini: JANGAN PERNAH puas dan berbangga diri dengan segala amal kita. Kita bisa masuk surga bukan karena besarnya amal, tetapi karena kasih sayang dan rahmat Allah. Bahkan Rasulullah yang sebenarnya telah dijamin masuk surga pun (dalam hadis-hadis lain), yang amal ibadahnya adalah yang terbaik di antara seluruh umat manusia, tetap menjadi pribadi yang sangat rendah hati. Beliau tetap menyatakan bahwa beliau akan masuk surga BERKAT karunia rahmat-Nya. (dw/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL