ibadah anak Hubungan interaksi antara anak, orang tua, dan anggota keluarga lainnya adalah bentuk suasana pendidikan keluarga yang paling mendasar. Orang tua menjadi figur sentral dalam perkembangan anak. Sebagai tokoh identifikasi seluruh gerak gerik, prilaku dan aktivitas keduanya menjadi pusat perhatian anak dan anak siap meniru dan mencontoh, Karena itu ajaran Islam memposisikan agar dalam mendidik dan membimbing serta membesarkan anak keluarga membiasakan untuk melakukan ibadah dan amal shaleh. Orang tua harus membiasakan anak melihat ketekunan mereka beribadah agar tertanam dalam diri dan jiwa anak untuk melakukannya. Allah berfirman, “Perintahkanlah keluargamu bersembahyang dan hendaklah kamu tekun menunaikannya.

Membiasakan anak untuk turut shalat berjamaah adalah proses pendidikan yang paling utama. Sehingga ketika usianya aqil baligh meningkat dewasa atau usia sekolah telah dapat disuruh untuk melaksanakan ibadah shalat tersebut dimanapun ia berada. Demikian juga untuk terbiasa dan rajin melaksanakan salat sunnat rawatib ba’diyah (sesudah salat wajib lima waktu) dan qabliyah (salat sunnah sebelum melaksanakan salat wajib yang lima), dan salat tahajjud. Dalam salah satu hadist Rasullullah SAW dinyatakan bahwa : “Suruhlah anak-anak kamu menunaikan shalat pada ssat mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat pada saat mereka telah berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka” (H.R. Abu Daud)

Pembiasaan ini perlu dilakukan orang tua dalam melaksanakan ibadah lainnya seperti puasa sunnat, puasa di bulan ramadhan, puasa Tarwiyah dan lainnya, infaq sedeqah dan zakat. Demikian juga melaksanakan amal shaleh seperti berbuat baik kepada orang lain, bersedeqah, menolong orang yang memerlukan. Mewiridkan membaca dan telaah Al-Qur an, ikut pengajian dan kegiatan agama dan keagamaan.

Tanamkanlah pada diri anak untuk gemar berbuat amal shaleh sebagai bahagian dari kesyukuran, terima kasih kepada Allah sang Pencipta dan maha pemberi rezeki atas nikmat, rahmat, hidayah dan inayah-Nya. Karena itu, anak harus dibiasakan berdoa, memuji Allah, bersyukur kepada-Nya setelah menyantap makanan, merasa bahwa Allah senantiasa melihat setiap perbuatannya, belajar menjaga amanat, menghormati Al-Quran, serta mengerti akibat yang timbul jika dirinya berdusta, berkhianat, mencuri, dan perilaku menyimpang lainnya. Begitu pula, dalam agama juga terdapat adab-adab dan sopan santun yang harus dipraktikkan anak-anak sejak kecil. Misalnya menghormati dan mengatur waktu dengan baik, mengetahui waktu-waktu beristirahat, berdisiplin dalam bekerja, bersikap serius dalam menghadapi tugas dan pekerjaannya, dan menjaga hak-hak orang lain.

Ajarkan juga kepadanya kewajiban untuk menghormati orang tua, bersilaturahmi dan berinteraksi dengan orang lain secara baik dan penuh kasih sayang. Untuk itu dalam berdoa, biasakan anak untuk mendoakan orang tuanya terlebih dahulu, tetangga dan teman-temannya, sebelum berdoa untuk dirinya sendiri. Hal ini akan menumbuhkan sikap kecintaan dan kemudahan berbuat baik kepada orang lain, suka menolong, dan empati terhadap penderitaan orang lain. Jadi, Bersikap selalu ingin membantu dan berdisiplin serta menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan adalah bagian amal shaleh yang harus menjadi kebiasaan anak.Anak harus diberikan pemahaman yang komprehensif dan kemauan serta kegemaran berbuat kebaikan dari sejak kecil. Allah SWT berfirman, “Siapa saja yang memberi/ berbuat kebajikan dengan didasari ketaqwaan dan membenarkan atau mememiliki komitmen pada kebajikan maka Allah akan memudahkan segala macam kemudahan untuknya. Sebaliknya Siapa saja yang enggan atau bakhil dalam melakukan kebajikan dan menyenangi berpoya poya serta menolak serta mendustakan kebajikan maka Allah akan memudahkan kepadanya segala macam bentuk kesusahan.” (Q.S. al-Lail : 5-6).

Dengan demikian, keluarga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan Ibadah dan amal saleh tidak lain karena banyak dalam Islam ajaran yang harus dilaksanakan secara praktis baik dalam ucapan, sikap maupun perbuatan. Karena itu segenap perilaku keagamaan harus benar-benar mendapatkan perhatian agar anak selalu hidup sesuai dengan ajaran Islam dan senantiasa berhubungan dekat dengan Allah SWT. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL