hijrahhSaat ini kita telah berada di awal tahun 1436 Hijriyah, awal tahun yang merupakan harapan akan adanya kebaikan bagi kita semua dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Itulah kebaikan yang dianugerahkan oleh Allah bagi kita yang harus kita syukuri, suatu kebaikan yang perlu persiapan diri secara lahir maupun batin untuk menerimanya Sungguh – suatu kemajuan dalam hal kebaikan pasti akan diperoleh oleh kaum muslimin dengan anugerah dan pertolongan Allah SWT.

1436 tahun yang lalu, tonggak sejarah perubahan ummat manusia telah ditegakkan dengan terjadinya peristiwa Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan berpindahnya beliau dari Kota Makkah menuju Kota Yatsrib. Sejak saat itulah kota Yatsrib berganti nama menjadi Madinatur Rasul (Madinah) dan dijuluki dengan Madinah al-Munawwarah (Kota Yang Gemilang). Dengan peristiwa hijrah ini, terjadilah suatu perubahan drastis bagi kemanusiaan, yang sebelumnya diliputi oleh kegelapan menjadi peradaban yang bergelimang cahaya.

Sebuah perjalanan panjang dan penuh liku menuju darul hijrah (negeri tempat berhijrah) telah dijalani oleh kaum muslimin awal, dan selama tiga belas tahun Rasulullah di Mekah dengan tabah dan gigih menyampaikan kebenaran Islam, mengajak serta membimbing manusia menuju keselamatan. Tetapi, apa yang diperoleh Rasulullah saw, bukanlah penerimaan yang baik dari masyarakat Makkah pada saat itu, malah hinaan, dan penentangan yang sengit bahkan rencana pembunuhan terhadap beliau.

Karena dakwah tidak lagi diterima oleh masyarakat, dan orang-orang yang menerima seruan beliau adalah kaum yang lemah secara ekonomi, politik dan budaya; sementara itu penindasan terus menerus dilakukan oleh para penguasa terhadap mereka, maka jalan keluarnya adalah dengan berhijrah,  “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa : 100).

Sebenarnya berhijrah, bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah perilaku (hijrah maknawi), dalam arti berubahnya perilaku dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik, sebagaimana firman Allah, “War rujza fahjur”, “Dan perbuatan dosa, tinggalkanlah” (Q.S. Al-Muddatsir : 5).

Semua perbuatan dosa akibat jauh dari bimbingan Tuhan,  cara berfikir materialistis yang dilambangkan dengan penyembahan berhala, kerendahan moral dan ketidakpedulian akan nasib orang lemah dan tertindas, penindasan orang-orang kuat terhadap orang lemah,  pembodohan dari orang berilmu terhadap orang-orang awam,  kemewahan yang ditonjolkan orang-orang berharta di hadapan orang-orang miskin dan merana, penipuan,  mengambil sesuatu yang bukan haknya, semua itu adalah perbuatan yang menjijikkan.

Itulah makanya hijrah secara fisik, adalah tidak akan berguna banyak dan tidak akan memperoleh keridhaan Allah tanpa disertai hijrah secara maknawi. Hijrah secara maknawi yaitu dengan mengadakan perubahan tehadap cara berfikir, sikap dan perbuatan.

Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berhijrah untuk (memperoleh keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka (dia akan memperoleh nilai) hijrah-nya itu dari Allah dan Rasul-Nya. Namun barangsiapa yang berhijrah agar memperoleh kenikmatan dunia atau perempuan yang ingin dinikahinya, maka dia hanya akan memperoleh apa yang diniatkannya. 

Mari kita menjadi muhajir sejati, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah: “Muhajir sejati adalah orang yang menjauhi hal-hal yang dilarang Allah“. Kita berhijrah agar terjadi perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kita berhijrah dari kesyirikan menuju tauhid,  dari keraguan menuju keyakinan,  dari sikap dan tindakan yang salah menuju sikap dan tindakan yang terbimbing,  dari kesemrawutan menuju keteraturan, dari kelemahan menuju kekuatan, dari kekalahan menuju kemenangan, dan terutama dari perpecahan menuju keutuhan dan kesatuan.  Semoga. (hd/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL