anak dan TuhanIbn Miskawaih, pakar pendidikan akhlak memberikan perhatian besar terhadap pendidikan akhlaq bagi anak-anak. Hal ini bertujuan agar anak dapat memiliki akhlaq sempurna dan segara menggapai kesempurnaannya. Pendidikan akhlaq bagi anak-anak ini dapat dicapai dengan melakukan 18 hal sebagai berikut :

  1. Seorang pendidik hendaknya mendidik manusia sejak kecil untuk mengikuti syari’at agama agar terbiasa mengerjakan kewajiban-kewajiban agama, membaca buku-buku akhlaq agar akhlak dan kualitas terpuji merasuk dalam dirinya melalui dalil-dalil rasional, dan mempalajari matematika sehingga terbiasa dengan perkataan dan argumentasi yang benar dan tepat.
  2. Jika seorang anak dididik dengan kesenangan dan kenikmatan jasmani, sehingga jiwa dan raganya telah terbiasa dengan hal-hal yang bersifat jasmaniah itu, maka hendaknya orang tua atau pendidik mengajari anak agar memandang semua kesenangan dan kenikmatan jasmani tersebut sebagai kesengsaraan dan kerugian, bukan kebahagiaan dan keberuntungan. Hendaknya anak diajari agar menjauhkan dirinya dari kenikmatan seperti itu secara perlahan.
  3. Orang tua harus memahami jiwa anak-anak secara umum. Secara umum dikatakan bahwa seorang anak kecil itu malu-malu. Hal ini mengindikasikan bahwa anak tersebut telah mulai mampu membedakan baik dan buruk. Rasa malunya itu merupakan pengekangan diri yang terjadi karena anak itu khawatir jika ada keburukan yang muncul dari dirinya. Jiwa seperti ini siap menerima pendidikan.
  4. Orang tua harus memilihkan teman bergaul yang berakhlaq mulia untuk anaknya. Seorang anak tidak boleh dibiarkan bergaul dengan orang-orang yang berakhlaq buruk, karena orang-orang seperti itu akan merusak jiwanya. Sebab jika jiwa anak telah menerima gambar tertentu, maka anak ini akan tumbuh sesuai dengan jiwa seperti gambar yang diterimanya. Oleh sebab itu, jiwa seorang anak harus diupayakan agar mencintai kebaikan dan membenci keburukan.
  5. Orang tua harus mengajari anak agar berpakaian baik. Anak harus diajari agar berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.
  6. Orang tua harus membiasakan anak untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agama.
  7. Orang tua harus memuji seorang anak ketika anak tersebut melakukan kebaikan dan akhlaq mulia.
  8. Orang tua hendaknya memerintahkan seorang anak agar menghafal tradisi-tradisi yang baik, syair-syair yang dapat membuatnya terbiasa melakukan moral terpuji.
  9. Orang tua hendaknya mengajari anaknya tentang tata cara makan yang baik. Orang tua harus mengajari anaknya bahwa tujuan adalah demi kesehatan. Makan tidak boleh berlebihan dan melampaui batas. Orang tua pun harus memberi banyak makan di malam hari, sebab jika orang tua memberi makan di siang hari, maka anak menjadi malas, mengantuk, dan otaknya menjadi lamban.
  10. Orang tua harus mengajari anaknya agar anak tidak boleh menyembunyikan sesuatu. Sebab tidak mungkin dia berbuat begitu, kecuali dipastikan bahwa perbuatanmu buruk.
  11. Orang tua harus mengajari anaknya agar anak itu tidak tidur terlalu lama, karena akibatnya membuat otak anak menjadi bebal dan mematikan pikirannya. Jangan biasakan tidur siang. Jangan biarkan dia tidur ditempat empuk dan mewah agar dia terbiasa hidup sederhana.
  12. Orang tua harus mengajari anaknya agar anak itu sering berjalan, bergerak, berkuda, dan olah raga. Anak diajari agar tidak boleh jalan tergesa-gesa, bersikap angkuh.
  13. Orang tua harus mengajari anaknya agar tidak memanjangkan rambut (jika laki-laki), tidak memakai pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, tidak memakai cincin, tidak membanggakan kedua orang tuanya, tidak sombong dan keras hati.
  14. Orang tua harus mengajari anaknya agar anak tidak meludah sembarangan, menguap, dan membuang ingus ketika sedang bersama orang lain. Tidak bertopang dagu dan menyandarkan kepala pada kedua tangannya, sebab hal itu menunjukkan bahwa dia malas. Biasakan anak tidak berbohong dan tidak bersumpah.
  15. Orang tua harus membiasakan anaknya tidak banyak bicara dan hanya menjawab pertanyaan. Anak diajari agar tidak berkata kotor, hina, sumpah serapah, menuduh, dan tidak bicara senonoh. Biasakan dia dengan kata-kata anggun, bermuka manis kepada orang lain, tidak mengatakan kata-kata buruk di depan orang lain.
  16. Orang tua harus mengajari anaknya agar ketika anak dipukul oleh gurunya, maka dia tidak boleh mengadu dan tidak boleh meminta perlindungan orang lain, karena tindakan itu hanya pantas dilakukan para budak.
  17. Orang tua hendaknya tidak menakut-nakuti anak. Berilah anak semangat dan hadiah kepadanya jika berbuat baik, agar anak tidak meminta-minta kepada orang lain. Upayakan mereka agar mereka benci kepada perhiasan dan agar mereka lebih takut pada keduanya ketimbang takut pada hewan buas.
  18. Orang tua harus membiasakan agar anak taat kepada kedua orang tua, dan pendidiknya. Biarkan dia bermain dengan permainan baik. (hd/liputanislam.com)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL